Razia Warung? Ah, Saya Selalu Sukses Puasa Dikurung Warung
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
SETELAH HENING disadari, diterima, dan dialami langsung apa adanya dalam Nyepi, lalu apa?
Tatanan hidup cara Bali memberi jawaban, ”Ngembak Geni!” Arti leksikalnya: ”membuka api baru”.
Saat Nyepi, api di luar diri dan api di dalam diri yang bermanifestasi sebagai riuh api keinginan-keinginan itu ditarik, dikendalikan, hingga ke inti-pusat-poros-murninya: sang Hening. Tradisi membahasakan begitu puitis: ramya somya sunya! Riuh-gaduh-bising (ramya) api keinginan-keinginan dijinakkan, ditenangkan. Lalu: dijernihkan, dimurnikan (somya), hingga berujung pada muasal-murninya: menjadi Hening (sunya).
Kepada sang Hening, segalanya dipulangkan, dikembalikan, hingga api-api keinginan itu pun padam dalam pangkuan panas. Panas dipulangkan ke pangkuan nyala (endih). Lalu, nyala dipulangkan ke pangkuan sinar. Pada ujung akhir finalnya, sinar itu pun dipulangkan pula ke pangkuan terang cemerlang gilang-gemilang yang serba Nis, Nir, Ning.
Keriuhan api, karena itu, merupakan manifestasi permukaan terluar sang Mahaterang Cemerlang Gilang-gemilang Yang Serba Nis, Nir, Ning. Nun di balik kedalaman terdalam api keinginan-keinginan yang riuh-gaduh-bising itu sejatinyalah senantiasa setia menanti sang Maha Hidup Penghidup Kehidupan yang Mahaterang Cemerlang Gilang-gemilang Yang Serba Nis, Nir, Ning. Dia-lah sumber muasal segala sumber sinar, terang, cahaya, panas, dan api.
Api, memang, punya kekuatan dahsyat mengubah, mentransformasi. Panas api mampu dengan mudah mematangkan yang mentah manakala terkendali, terukur, tapi juga dengan mudah membakar habis setiap yang menyentuh ataupun yang disentuhnya—bila tiada terkendalikan.
Watak dasar api itu adalah bertumbuh: dari kecil terus membesar—bila tidak dikendalikan, tanpa dijinakkan. Konsekuensi logisnya: api pun dapat padam atau dipadamkan, begitu yang dibakar habis. Namun, sinar Mahaterang Cemerlang Gilang-gemilang Yang Serba Nis, Nir, Ning itu senantiasa Langgeng Abadi. Sang Mahaterang Cemerlang senantiasa Hidup dan Menghidupi semua, dari luar maupun dari dalam yang hidup. Dia tiada terpadamkan. Dia tiada terbakar, tiada pula membakar. Dia-lah yang paling didamba para penempuh jalan terang kehidupan, Dia pula yang paling tak diharapkan hadir oleh para penempuh jalan gelap—karena begitu sang Mahaterang hadir, niscaya gelap pun murca.
Teks puitis Dharma Sunya menyuratkan, siapa saja yang berhasil menemukan Dia, maka: menjadilah dia itu “tumrang rasmi nikang prabaswara mijil ri hati mamenuhing sabhuwana”, menampak sinar terang cemerlang gilang-gemilang, terbit dari hati bening murni, memenuhi sang Diri.
Setelah setahun Semesta Raya Kehidupan mengajari manusia se-Bumi melakoni dan memaknai “jaga jarak” dalam berbagai sisi rutinitas kehidupan, lalu sehari penuh tatanan hidup cara Bali melakonkan “total jaga jarak” dengan paradoks Hening Nyepi, semoga mulai hari ini Sahabat dan Sameton sami, dapat menyapa pagi dengan semangat hidup lebih ceria, berlimpah senyum, optimistik, penuh rasa angayubagia puji syukur, menyambut kedatangan Era Baru Kehidupan.
Berbahagialah Sahabat, Sameton sareng sami, manakala usai mangalami langsung Hening Nyepi lantas saat Ngembak Geni hari ini dapat menebarkan terang sinar api kesadaran, semangat, dan nilai-nilai hidup yang saling menumbuhkan dan saling memuliakan, urip-nguripi ruang-ruang kehidupan bersama.
Rahayu selalu. [T]
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
JUDUL tulisan ini merupakan tema diskusi Kupang Pesta Monolog yang coba menggali daya vital teater dan perannya dalam kehidupan konkret (aktual). Bahwa teater sebagai seni...
DI Bali, lumrah bila di tempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya “Due”. (“Due” dibaca seper...
“KINI banyak pengarang muda yang bagus. Banyak sekali,” kata Seno Gumira Ajidarma saat ngobrol singkat pada suatu pagi dengan tatkala.co di Honeymoon Guest House, Ubud, 6 Juni lalu...
SEBUAH analog yang saya anggap pas untuk menggambarkan budaya korupsi di Indonesia adalah tradisi buang sampah sembarangan. Meski lingkungan jadi kotor, menghilangkan rasa nyaman,...
HALO sahabat mahasiswa super di manapun kalian berada, selamat beraktivitas. Semoga semua hidup berbahagia dan dalam lindungan dosen yang maha buasnya. Sangat super sekali kita mas...
Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahw...
DUNIA pendidikan, modal utama dalam perkembangan peradaban manusia. Inovasi-inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir terlahir di dalamnya. Sejarah perubahan besar-bes...
PAWAI pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (11/6). Dan betapa senang mendengar Presiden...
Menikah itu sulit, tapi bercerai ternyata jauh lebih sulit. Saat mau menikah, yang penting hanya sedikit kemantapan hati, komitmen untuk sama susah sama senang, izin orang tua, sed...