Pertumbuhan Ekonomi Saja Tidak Cukup
DI sebuah obrolan sore yang dipenuhi asap kopi, suara kendaraan berlalu-lalang, dan pemberitaan tumbuhnya perekonomian kuartal I 2026 (5,61 persen), seorang kawan tiba-tiba berkat...
APAKAH AKAR setiap keberadaan? Hening.
Apakah puncak segenap keberadaan? Hening.
Dibaca layaknya pohon, hidup dalam kehidupan ini merupakan pertumbuhan dari Hening ke Hening:
Yang senantiasa setia memangku, memeluk, mengasuh, menghidupi akar-akar yang tidak kelihatan di bawah tanah itu adalah Hening Tanah Ibu Bumi Pertiwi.
Yang senantiasa setia memayungi, mengayomi, menaungi pucuk-pucuk di puncak ketinggian sana itu adalah Hening Langit Bapa Angkasaraya.
Hening Langit Angkasaraya menebarkan sinar Matahari dengan daya penghijau sebagai energi penghidup, lalu menebarkan air hujan yang diserap disimpan dalam pelukan tanah Ibu Bumi Pertiwi, untuk kemudian disusupkan dialirkan ke dalam sekujur tubuh pohon, layaknya sang Ibu Kandung menyusui sang putra-putri.
Di sela-sela Hening Tanah Ibu Bumi Pertiwi dan Hening Langit Bapa Angkasaraya, memang, ada pula dinamika angin: terkadang halus lembut berembus mendesir sepoi-sepoi, ada kalanya pula liar menggoyang mengguncang-guncang kencang. Tapi, bukankah angin itu senantiasa hadir menjalankan tugas guna memastikan kekuatan pohon-pohon yang berkehendak bertumbuh maju lebih jauh merengkuh Hening demi Hening?
Sepanjang hayat di kandung badannya, pepohonan tiada sekali pun pernah ditinggalkan maupun menanggalkan Hening. Setiap kali detik-detik saat terlewati, Hening senantiasa setia menemani perjalanan pertumbuhan pepohonan:
Ke bawah akar-akar pepohonan kian kuat kokoh dan dalam berpelukan mesra dengan Hening Tanah Ibu Bumi Pertiwi.
Ke samping ranting-ranting pepohonan kian luas-lebar merindangi ruang-ruang yang mengitari mengelilingi pokok pepohonan; dan ke atas pucuk-pucuk di puncak semakin tinggi merengkuh Hening Langit Bapa Angkasaraya.
Begitulah makna bertumbuh ataupun maju, dalam ”bahasa pohon” yang dikontribusikan begitu mewujudnyata pada hidup dan kehidupan ini sepanjang hayat: mencakup semua arah dengan sama indah, sehingga menjadi sempurna.
Belajar dari cara pepohonan meng-ADA, kita patut jujur mengakui: betapa kerap kalah indah dan sempuna mewujudnyatakan makna hening, tumbuh, dan maju itu.
Pertumbuhan usia tak senantiasa berbanding lurus dengan pertambahan kedewasaan sikap hidup dalam kehidupan. Kemajuan pendidikan dan ekonomi tidak pula serta merta seiring sejalan dengan kesadaran dan kesantunan hidup yang menghargai kelangsungan kehidupan bersama.
Kerap kali kita justru menuai sebaliknya: tumbuh dan maju dalam satu hal di permukaan, namun mundur dan mengerdil dalam banyak hal yang esensial nan substansial. Tak jarang, memang, kita kalah wicaksana, kalah jujur, tinimbang pepohonan karena kepintaran pikiran, sehingga membikin hidup cenderung menikung: bukan dari Hening ke Hening, justru berkelok dari riuh ke gaduh.
Selamat menyempurna dalam Hening Nyepi. Dumugi kaswecanan kapaica Santa Santih Rahayu sareng sami. [T]
DI sebuah obrolan sore yang dipenuhi asap kopi, suara kendaraan berlalu-lalang, dan pemberitaan tumbuhnya perekonomian kuartal I 2026 (5,61 persen), seorang kawan tiba-tiba berkat...
DALAM diskusi dengan beberapa teman di grup WA, saya tidak menolak diposisikan sebagai ‘buzzer’. Tapi, dengan catatan (cetak tebal, miring, plus diwarnai stabilo warna merah) – sa...
MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa diabaikan begitu saja. Banyak...
DI sudut gang yang dari luar tampak tak sepenuhnya meyakinkan, tampak sebuah ruang yang terasa begitu hangat karena dipeluk tertawaan malaikat-malaikat kecil nan polos. Mereka men...
KETIKA suasana hening dari masyarakat dan para undangan, tabuh mulai dimainkan. Muda-mudi yang didominasi para remaja itu menari lepas tanpa beban. Nyanyian, tarian dan jiwanya be...
Di atas meja kayu panjang di beranda sebuah toko modern, sebuah kaleng bekas diletakkan begitu saja. Bentuknya sudah penyok di beberapa bagian. Permukaannya kusam seperti benda ya...
DI Mataram, pemutaran film Pesta Babi baru berjalan tiga menit ketika dibubarkan. Di kota lainnya, penyelenggara didatangi, diawasi, atau ditekan bahkan sebelum layar sempat dinya...
BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah yang sama, barangkali bukan perkara sed...
FORUM Bukan Musik Biasa (BMB) #111 dilaksanakan Rabu, 20 Mei 2026 di Pendapa Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta. BMB #111 menghadirkan dua komposer muda, Budi Se...
PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026, telah memasuki hari ketiga...