“Jesus Bless You” – Tentang Saya dan Agama
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
APAKAH AKAR setiap keberadaan? Hening.
Apakah puncak segenap keberadaan? Hening.
Dibaca layaknya pohon, hidup dalam kehidupan ini merupakan pertumbuhan dari Hening ke Hening:
Yang senantiasa setia memangku, memeluk, mengasuh, menghidupi akar-akar yang tidak kelihatan di bawah tanah itu adalah Hening Tanah Ibu Bumi Pertiwi.
Yang senantiasa setia memayungi, mengayomi, menaungi pucuk-pucuk di puncak ketinggian sana itu adalah Hening Langit Bapa Angkasaraya.
Hening Langit Angkasaraya menebarkan sinar Matahari dengan daya penghijau sebagai energi penghidup, lalu menebarkan air hujan yang diserap disimpan dalam pelukan tanah Ibu Bumi Pertiwi, untuk kemudian disusupkan dialirkan ke dalam sekujur tubuh pohon, layaknya sang Ibu Kandung menyusui sang putra-putri.
Di sela-sela Hening Tanah Ibu Bumi Pertiwi dan Hening Langit Bapa Angkasaraya, memang, ada pula dinamika angin: terkadang halus lembut berembus mendesir sepoi-sepoi, ada kalanya pula liar menggoyang mengguncang-guncang kencang. Tapi, bukankah angin itu senantiasa hadir menjalankan tugas guna memastikan kekuatan pohon-pohon yang berkehendak bertumbuh maju lebih jauh merengkuh Hening demi Hening?
Sepanjang hayat di kandung badannya, pepohonan tiada sekali pun pernah ditinggalkan maupun menanggalkan Hening. Setiap kali detik-detik saat terlewati, Hening senantiasa setia menemani perjalanan pertumbuhan pepohonan:
Ke bawah akar-akar pepohonan kian kuat kokoh dan dalam berpelukan mesra dengan Hening Tanah Ibu Bumi Pertiwi.
Ke samping ranting-ranting pepohonan kian luas-lebar merindangi ruang-ruang yang mengitari mengelilingi pokok pepohonan; dan ke atas pucuk-pucuk di puncak semakin tinggi merengkuh Hening Langit Bapa Angkasaraya.
Begitulah makna bertumbuh ataupun maju, dalam ”bahasa pohon” yang dikontribusikan begitu mewujudnyata pada hidup dan kehidupan ini sepanjang hayat: mencakup semua arah dengan sama indah, sehingga menjadi sempurna.
Belajar dari cara pepohonan meng-ADA, kita patut jujur mengakui: betapa kerap kalah indah dan sempuna mewujudnyatakan makna hening, tumbuh, dan maju itu.
Pertumbuhan usia tak senantiasa berbanding lurus dengan pertambahan kedewasaan sikap hidup dalam kehidupan. Kemajuan pendidikan dan ekonomi tidak pula serta merta seiring sejalan dengan kesadaran dan kesantunan hidup yang menghargai kelangsungan kehidupan bersama.
Kerap kali kita justru menuai sebaliknya: tumbuh dan maju dalam satu hal di permukaan, namun mundur dan mengerdil dalam banyak hal yang esensial nan substansial. Tak jarang, memang, kita kalah wicaksana, kalah jujur, tinimbang pepohonan karena kepintaran pikiran, sehingga membikin hidup cenderung menikung: bukan dari Hening ke Hening, justru berkelok dari riuh ke gaduh.
Selamat menyempurna dalam Hening Nyepi. Dumugi kaswecanan kapaica Santa Santih Rahayu sareng sami. [T]
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
ADA semacam protes di media sosial, kenapa wayang wong, sebagai kesenian klasik adiluhung yang baru saja ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda, justru dipe...
SEPAK bola kampung kini hanya fosil ingatan. Mungkin karena kampung selalu dirundung revolusi yang dialirkan zaman. Sawah-sawah, bahkan kebun yang dulu menjadi arena laga sepak bol...
KINI sudah masuk tahun ajaran baru. Sejumlah kampus sudah bersiap-siap menghadapi mahasiswa baru. Tentu, semua tahu, hari-hari pertama mahasiswa baru disibukkan dengan orientasi ka...
BEGITU puluhan penari memasuki panggung di depan Tugu Singa Ambara Raja, sore menjelang senja di Singaraja terasa lebih berwarna dari biasanya. Warna-warna itu bukan hanya memancar...
Judul Buku: Sayap Anjing (Kumpulan Cerpen) # Penulis: Triyanto Triwikromo #Halaman: 144 pages # Penerbit: Buku Kompas # Tahun: 2003 # ISBN: 9797090914 (ISBN13: 9789797090913) /...
BULELENG Festival (Bulfest) dibuka 2 Agustus ini dan akan berlangsung 6 Agustus 2016. Ini Bulfest keempatkali sejak digelar pertamakali, Agustus 2013. Di Bali, Bulfest memiliki gem...
Ini pengalaman ketika saya mengajar di sebuah sekolah dasar di Alor, NTT, sebagai guru dalam program SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal). SEPERTI b...
MISI belum tuntas! Komunitas Masyarakat Lumpur Bangkalan terus bikin kegiatan. Setelah terlaksananya acara Festival Puisi Bangkalan, 20-21 Mei 2016, kini tengah bersiap-siap mengge...
SIAPA saja yang suka memuji dan mengagung-agungkan Bali, pasti bertemu subak. Mereka yang berniat mengikuti alur jejak watak manusia Bali, seyogyanya juga mengakrabi subak. Bagaima...