17 Agustus 2016, Belum Semua Anak Indonesia Merdeka
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
Engkau yang cantik
Engkau yang manis
Engkau yang manja
Penggalan lirik lagu jadul itu membuat rindu masa lalu tumbuh kembali. Apalagi sambil dengar lagu sambil ngopi dan ditemani jaja bali yang rasanya seperti lirik lagu di atas. Itu lagu “Madu dan Racun” karya Arie Wibowo. Engkau yang cantik, engkau yang manis. Itulah jaja sengait.
Jaja sengait atau kue sengait dari Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, bukan hanya manis. Tapi juga renyah dan menggoda. Camilan ini banyak disuka, karena menggunakan bahan yang didapat dari alam juga diolah secara alami. Proses manual yang dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga untuk membuat jaja sengait itu entu juga memberi nilai plus yang berbeda.
Yang paling istimewa, jaja senggait pedawa selalu menggunakan pemanis gula aren pedawa, yakni gula aren yang diambil dari pohon aren yang ada Desa Pedawa. Tanpa gula pasir atau pemanis.
Jaja sengait dibuat dengan komposisi ubi jalar, dicampur gula aren, yang diracik sedemikian rupa,dikerjakan dengan secara sederhana. Jika Anda mampir ke Pedawa, tidak ada salahnya mencoba jaja sengait.
Banyak warung dan toko yang menjual camilan ini.. Dan akan gampang sekali mengenali senggait dati Pedawa dibanding senggait-sengait yang lain.

Inilah cara membuat jaja sengait:
Bahan:
Cara membuat:
Yang membuat jaja sengait dari Desa Pedawa berbeda dengan jaja sengait dari desa-desa lain adalah gulanya. Gula Pedawa, yakni gula merah yang dibuat dari pohon aren di Desa Pedawa, memang sudah terkenal keistimewaannya.
Pohon aren disebut juga pohon enau, atau di Bali biasa disebut pohon jaka, tumbuh leluasa di daerah perkebunan, di lereng bukit, di tepi sungai, di Desa Pedawa. Kini, pohon itu mulai ditanam lagi oleh kelompok pemuda Kayoman, selain untuk penghijauan, juga ditanam agar produksi gula aren tak punah di desa itu.
Di Desa Pedawa, juga di banyak desa lain di Bali, pohon aren itu pohon serbaguna. Selain menghasilkan tuak, gula, dan arak, buahnya juga bisa jadi camilan; kolang-kaling. Batangnya bisa dibuat sagu. Kulit batangnya keras dan kuat, biasa disebut uyung. Uyung bisa digunakan sebagai bahan bangunan, juga untuk perkakas rumah tangga.
Foto di bawah ini menunjukkan berbagai kegunaan pohon aren di Desa Pedawa.

Selain di dalam foto, terdapat banyak benda-benda lagi yang bahan-bahannya dibuat dari pohon aren dan bagian-bagiannya.
Ada juga bangku kecil yang biasa dipakai duduk di serambi.itu dibuat dari kulit pelepah daun jaka, biasa disebut dengan nama pugpug. Selain itu, beberapa bagian dari pembuatan bale sekepat juga biasa dibuat dari uyung.
Uyung juga banyak dibuat untuk patin tambah (tangkai cangkul), patin kandik (tangkai pisau besar), kursi dan meja belajar, pot bunga dan hiasan dindin
Jadi kesimpulannya banyak sekali kegunaan aren terutama untuk furniture sederhana ala desa. Percayalah, bahan-bahan itu kuat dan tahan lama. [T]
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
Semalam di tengah gempita dentuman suara sound sistem, saya mengkhayal dibayar 150 juta untuk mengajar 34 jam per minggu, wah pasti kaki saya tidak akan pernah pegal saat berdiri d...
KETIKA mengantar seorang teman untuk membeli sepatu sebagai keperluan bekerja di sebuah instansi pemerintah, kami sempat terlibat obrolan singkat yang pada intinya alas kaki tidak...
BANGKUNG mepalu adaang di Buleleng, jeg pasti rame! Asal gratisss! Iya, babi betina saling sruduk digelar di Buleleng, pasti ramai penontonnya. Apalagi Slank pentas gratisan. Kutik...
MENJELANG Hari Galungan biasanya banyak warga adat menggelar karya gede di Pura. Karya Gede di sebuah Pura merupakan hari yang ditunggu-tunggu warga. Di situ banyak orang akan mema...
ADA semacam mitos yang tampaknya bisa menghantui keluarga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Buleleng dalam Pilkada, Februari 2017. Yakni, kenyataan bahwa sejak era refor...
AKU adalah ruh sebuah negeri. Negeri nun jauh di sana. Tubuhku bersandar pada pegunungan yang berbaris rapi. Di hadapan mataku terhampar laut utara yang begitu tenang. Mungkin kare...
HALO, kawan sebangsa dan setanah air, sudah makan apa hari ini? Tahu? Tempe? Semoga Tuhan selalu memudahkan rejeki kita, agar tahu dan tempe selalu dapat terbeli. Tahu dan tempe m...
KISAH percintaan memang tak pernah habis jika dibicarakan. Virus-virus cinta dapat tumbuh di mana saja dan kapan saja. Tak seorangpun bisa menduga hal tersebut. Salah satu ajang ya...
I dan Ni oleh banyak orang dianggap title “wong jaba” padahal ini adalah honorific yang generic. I dan Ni adalah honorific. I semacam Mr dan Ni semacam Ms. I dan Ni bukan hanya di...