Tuah Wanita Bali - Kebahagiaan saat Memberi
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
Pandemi Covid 19 telah mengubah tatanan kehidupan. Perubahan juga terjadi pada proses pembelajaran. Selama pandemi Covid 19 pembelajaran tatap muka diganti dengan pembelajaran daring. Perubahan ini tentu mengakibatkan perubahan pendekatan pada proses pembelajaran. Proses pembelajaran dilakukan dengan menekankan pada pembelajaran yang berpihak pada siswa.
Pembelajaran daring yang dilakukan tentu mengalami kendala. Kendala tersebut berupa kendala jaringan. Khusus untuk siswa Sekolah Dasar, tidak semua siswa memiliki hand phone. Siswa menggunakan hand phone orang tuanya dalam mengikuti pembelajaran. Siswa juga tidak bisa menyelesaikan tugas tepat waktu karena hand phone-nya masih dipakai oleh orang tua siswa. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru dapat memantapkan pembelajaran yang berdiferensiasi. Guru dapat merancang pembelajaran berdasar pada situasi yang dialami siswa.
Pembelajaran diferensiasi adalah model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dasar pemikiran pembelajaran diferensiasi adalah siswa memiliki kesiapan belajar, minat ,dan profil belajar yang berbeda. Oleh karena itu, guru melakukan pembelajaran yang memfokuskan pada implementasi berbagai metode pembelajaran sehingga pembelajaran itu menyenangkan, relevan (sesuai dengan kondisi) dan menarik bagi siswa
Pembelajaran dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan siswa dan disesuaikan dengan kendala yang dialami siswa sehingga pembelajaran bermakna bagi siswa. Rancangan pembelajaran bermakna akan menumbuhkan minat belajar siswa. Agar kebutuhan siswa terakomodasi dalam pembelajaran guru harus melakukan analisis mengenai kesiapan belajar siswa, minat siswa, dan profil belajar siswa.
Kesiapan belajar merupakan kesiapan siswa untuk mempelajari materi pelajaran yang akan dibahas. Untuk menggali lebih mendalam mengenai pengetahuan siswa, guru secara maksimal menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran sehingga pembelajaran diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan siswa.
Minat siswa perlu diketahui oleh guru sehingga pembelajaran benar-benar bermakna bagi siswa. Guru dapat mengemas pembelajaran sesuai dengan minat siswa. Dengan itu, minat siswa dapat tumbuh dari dalam diri siswa. Guru dapat melibatkan siswa dalam menentukan tujuan pembelajaran sehingga pembelajaran yang dirancang benar-benar bermakna bagi siswa. Siswa dalam proses pembelajaran tidak akan dijejali dengan materi yang menekankan pada konten pembelajaran tetapi siswa memperoleh pengalaman dalam pembelajaran.
Profil merupakan pendekatan pembelajaran yang disukai siswa dalam pembelajaran. Hal itu dipengaruhi oleh cara berpikir siswa, kecerdasan, budaya, latar belakang, jenis kelamin, dll. Masing-masing siswa mempunyai cara belajar yang berbeda dengan yang lain. Ada siswa yang suka belajar kelompok dan ada juga siswa yang tidak suka belajar berkelompok. Ada siswa yang suka berdiskusi dalam belajar. Ada siswa yang tidak menyukai diskusi. Ada siswa yang kelihatan pasif dalam pembelajaran tetapi ketika dilakukan asesmen, siswa tersebut tuntas dalam pembelajaran. Ketiga aspek tersebut perlu dianalisis sebelum guru melakukan pembelajaran sehingga tujuan pembejaran dapat tercapai dengan maksimal. Guru merancang pembelajaran dalam bentuk pembelajaran yang berdiferensiasi.
Terdapat tiga elemen penting yang akan dilakukan dalam pembelajaran berdiferensiasi yaitu konten, proses, dan produk. Konten berhubungan dengan materi yang akan dipelajari. Misalnya, guru akan mengajarkan matematika dengan tujuan agar siswa bisa membaca waktu. Dalam pembelajaran tersebut ada siswa yang belum memahami konsep angka, ada juga yang belum mengerti mengenai konsep waktu dan mungkin beberapa siswa sudah memahami dan bisa membaca waktu dengan baik. Bagi siswa yang tingkat kesiapannya baik, siswa tersebut tidak akan mengalami masalah dalam pembelajaran. Bagi siswa yang tingkat kesiapannya belum memadai, guru perlu melakukan modifikasi dan adaptasi pembelajaran berdasarkan tingkat kesiapan siswa tersebut.
Proses merupakan aktivitas siswa dalam mendapatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan. Aktivitas belajar dapat ditingkatkan menghubungkan materi yang akan dibahas dengan materi yang sudah dibahas sebelumnya. Guru dalam pembelajaran menyampaikan kepada siswa kegiatan yang dilakukan setelah pembelajaran. Disamping itu, guru dapat melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan model-model pembelajaran yang inovatif sehingga proses pembelajaran menarik bagi siswa. Misalnya siswa dapat menulis teks ekposisi berdasar pada minat siswa. Siswa yang mempunyai minat olah raga dapat membuat teks eksposisi yang berkaitan dengan olah raga. Siswa yang mempunyai minat seni, mereka dapat membuat teks eksposisi tentang kesenian.
. Produk merupakan bukti apa yang sudah mereka pelajari dan pahami. Murid-murid akan mendemonstrasikan atau mengaplikasikan mengenai apa yang sudah mereka pahami. Produk yang dihasilkan siswa berdasar pada minat siswa. Hal ini tentu membuat pembelajaran lebih bermakna. Siswa dapat membuat tugas yang berupa produk disesuaikan dengan apa yang siswa alami selama belajar di rumah. Dalam membuat teks narasi misalnya, siswa dapat membuat berdasar apa yang siswa alami bersama keluarga selama masa pandemi Covid 19. Produk yang dibuat akan merubah sisw dari consumer of knowledge to produce with knowledge. [T]
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
BANYAK dari kita geli melihat seorang biker begitu sayang pada sepeda motornya. Setiap pagi dilap, dielus, ditepuk-tepuk. Malam sebelum tidur dilihat lagi, dilap, dielus lagi. Sea...
PAGI-PAGI di awal Juli aku ditelepon dramawan Putu Satria Kusuma. “Ole, Yudane sedang di Singaraja, tolong temani dia. Aku lagi di Denpasar,” kata Putu tentu dengan gaya bicara yan...
KITA bangsa yang pendek ingatan. Apa boleh buat. Sampai tingkat tertentu, dalam berkomunikasi pun tak ketinggalan kita memilih cara-cara ringkas. Bahkan jika itu harus dengan menyi...
KALAU sedang rikuh, kalau sedang tak kuat menahan pusing karena televisi terus saja menayangkan cerita-cerita seram, maka marilah kita mencoba mengingat satu sosok: Ibu. Kita akan...
Cerpen: I Putu Supartika TIDAK ada yang tahu sejak kapan pura kecil di tengah sawah itu berdiri. Yang pasti orang-orang di sekitar pura tahu pura itu sudah ada sejak kelahiran mere...
HIRUK-PIKUK perhelatan akbar sepakbola yang begitu menyedot antusiasme dunia dalam sebulan terakhir usai sudah. Piala Eropa (Euro) dan Copa America Centenario 2016 berakhir dengan...
PERNAH jadi trend sebuah berita bahwa ada sekolah di Kabupaten Gianyar yang hanya punya satu orang siswa kelas VI. Banyak kalangan berpendapat, dan tidak sedikit menyoroti bahwa in...
PESTA Kesenian Bali (PKB) ke-38 tahun 2016 berakhir. Banyak pentas seni lewat begitu saja, tapi banyak juga meninggalkan bekas dan kesan di hati sejumlah orang. Para seniman, terut...
WANITA itu terlihat pasrah. Matanya terpejam. Seolah bersiap melepaskan ruh dari raganya yang telah mati. Bagian bawah tubuhnya mengelupas, menjelma serpihan-serpihan tembaga. Itul...