Puisi-puisi Wayan Redika | Api Abadi Pusara Gandhi

Wayan Redika
by Wayan Redika — Februari 06, 2021 in Puisi

Tatkala.co

Api Abadi Pusara Gandhi


nyala api di dalam tanah

menjelma bayangan air


siapa saja yang ingkar menanak kasih sayang

sekejap lenyap terbakar didih darah jiwa raga

puing derita berserakan menutup pandang

bergelimang tangis diliputi azab duka lara


api mati dalam tanah

menanti cahaya cinta


kaulah yang tulus setia berdiri

beramal bagi perdamaian semesta

kaulah menjadi mulia karena budi

yang pantang dialiri dendam


( jika cinta tak pernah menyakiti bagaimana

  mungkin perang dan kematian akan terjadi )


api abadi pusara gandhi

hangat sepenuh berkah


aku terharu perjuangan suci guru batinmu

yang mengantar memasuki rumah ahimsa

menyisih yang berbeda hanya lewat senyum

melepaskan jiwa yang dipaksa membudak


( kau pergi menyatu damai, mereka memuja

  rohmu pada nyala api di depan pusaramu )


                                           New Delhi, 2019


Ontel Tertinggal di Kubutambahan


pura meduwe karang

terpapar terik debu batu padas


patung penegas tokoh-tokoh cerita ramayana

silau menatap rumput halaman yang meninggi

dibiarkan begitu saja tersulur jauh menyentuh

rambut patung durgha bersandar di sudut pura


pohon jepun di sebelah bale kecil mendamba

kehadiran angin yang tipis menyentuh putik

daun jatuh berserak liar di dasar pahatan relief


aku singkirkan daun-daun kering yang menutup

pesan persinggahan turis belanda penarik ontel

yang tak berdaya lagi untuk berlari lebih cepat

karena diganggu romantika anjing desa yang liar


di sini aku,

menemu ontel yang tertinggal di kubutambahan

dirubung semut tanah memar meretakkan lingga


                                                studio kalangwan, 2021


Werkudara Terkilir


melewati paruh pendakian

undakan terjal menuju sunyi

ksatria tangguh itu lesu


menutup perjalanan

tertinggal lepas jarak di belakang jejak

anjing hitam kerempeng luka bernanah

yang setia meniti langkah suci tuannya


werkudara runtuh terkilir

di celah batu besar mendekati sunyi

ksatria sakti terhenti pasrah menyerah

menyusul ajal istri dan ketiga adiknya


rama-rama terbang memberi kabar

pimpinan perang pandawa tersungkur

seratus delapan mil dari halaman surga

mati tertipu nafsu karma sakti dirinya


bumi fana mana mungkin percaya

bima melepas raga di tubir himalaya

pergi sebelum perjanjian moksha tiba


                          Karangasem, 2015


Tuyul Mengkhayal 1000 Mimpi


sepagi ini

aku tak mendengar kabar permainan se malam

ke mana bintang bergerak mengantarkan iblis?


hanya sisa genangan hujan

membawa semburat bayangan

pertanda bila memang tak ada

isyarat pesan singkat dari langit

tak ada lagi yang harus dinanti


suara ayam bekisar berkokok

tengah malam bukanlah berarti

kehidupan akan mulai membaik

justru ayam kesayangan itu mati

tepat di ujung kokok terakhir.


berita pagi

di radio elsinta, kerabat wafat ditelan virus covid 19

di tempat lain se sosok tuyul merapal seribu mimpi


mimpi pandemi

dicari dalam gambar

di rumus sampai sore

tuyul mengkhayal

menembus 4 angka


2015

____

KILIK UNTUK BACA PUISI-PUISI DARI PENYAIR LAIN

Tag: Puisi
Avatar

Wayan Redika

Related Posts
Dongeng

Takut Galungan

BY Dede Putra Wiguna Juni 27, 2026

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...

Read More