Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
nyala api di dalam tanah
menjelma bayangan air
siapa saja yang ingkar menanak kasih sayang
sekejap lenyap terbakar didih darah jiwa raga
puing derita berserakan menutup pandang
bergelimang tangis diliputi azab duka lara
api mati dalam tanah
menanti cahaya cinta
kaulah yang tulus setia berdiri
beramal bagi perdamaian semesta
kaulah menjadi mulia karena budi
yang pantang dialiri dendam
( jika cinta tak pernah menyakiti bagaimana
mungkin perang dan kematian akan terjadi )
api abadi pusara gandhi
hangat sepenuh berkah
aku terharu perjuangan suci guru batinmu
yang mengantar memasuki rumah ahimsa
menyisih yang berbeda hanya lewat senyum
melepaskan jiwa yang dipaksa membudak
( kau pergi menyatu damai, mereka memuja
rohmu pada nyala api di depan pusaramu )
New Delhi, 2019
pura meduwe karang
terpapar terik debu batu padas
patung penegas tokoh-tokoh cerita ramayana
silau menatap rumput halaman yang meninggi
dibiarkan begitu saja tersulur jauh menyentuh
rambut patung durgha bersandar di sudut pura
pohon jepun di sebelah bale kecil mendamba
kehadiran angin yang tipis menyentuh putik
daun jatuh berserak liar di dasar pahatan relief
aku singkirkan daun-daun kering yang menutup
pesan persinggahan turis belanda penarik ontel
yang tak berdaya lagi untuk berlari lebih cepat
karena diganggu romantika anjing desa yang liar
di sini aku,
menemu ontel yang tertinggal di kubutambahan
dirubung semut tanah memar meretakkan lingga
studio kalangwan, 2021
melewati paruh pendakian
undakan terjal menuju sunyi
ksatria tangguh itu lesu
menutup perjalanan
tertinggal lepas jarak di belakang jejak
anjing hitam kerempeng luka bernanah
yang setia meniti langkah suci tuannya
werkudara runtuh terkilir
di celah batu besar mendekati sunyi
ksatria sakti terhenti pasrah menyerah
menyusul ajal istri dan ketiga adiknya
rama-rama terbang memberi kabar
pimpinan perang pandawa tersungkur
seratus delapan mil dari halaman surga
mati tertipu nafsu karma sakti dirinya
bumi fana mana mungkin percaya
bima melepas raga di tubir himalaya
pergi sebelum perjanjian moksha tiba
Karangasem, 2015
sepagi ini
aku tak mendengar kabar permainan se malam
ke mana bintang bergerak mengantarkan iblis?
hanya sisa genangan hujan
membawa semburat bayangan
pertanda bila memang tak ada
isyarat pesan singkat dari langit
tak ada lagi yang harus dinanti
suara ayam bekisar berkokok
tengah malam bukanlah berarti
kehidupan akan mulai membaik
justru ayam kesayangan itu mati
tepat di ujung kokok terakhir.
berita pagi
di radio elsinta, kerabat wafat ditelan virus covid 19
di tempat lain se sosok tuyul merapal seribu mimpi
mimpi pandemi
dicari dalam gambar
di rumus sampai sore
tuyul mengkhayal
menembus 4 angka
2015
____
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
ADA bunyi-bunyi yang hidup begitu lama di sekitar kita hingga akhirnya menghilang dari ingatan. Ia pernah hadir setiap hari, melintas di jalan-jalan kampung, menyelinap di antara...
DENPASAR – TATKALA.CO | Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 202...
Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu muncul: apakah hidup ini ditentuka...
Tari Siwanataraja selalu menjadi bagian penting dalam Peed Aya (Pawai Budaya) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahunnya. Tari yang disajikan secara megah dengan iringan...
“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you, baby ….” Ponsel Garu masih mengalunkan musik tersebut berulang-ulang di tengah hu...
JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya seperti temayang berpindah...
BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat memperkuat jati diri d...
Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar. Selain lukisan, Gus Saka juga memajang hasil ngebo...
SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan meluas. Bagi seorang epigraf dan arkeolog, kata ...