Genjek Kolosal, Politik Warna, dan Kebiasaan Buruk Politikus
RIBUAN sekaa genjek dari pelbagai penjuru di tanah Karangasem, Bali, tumpah ruah di Taman Ujung, Karangasem, Rabu (10/8/2016) siang. Ada yang datang menggunakan truk, mobil pik-up,...
Sudah 2021 ya? 2020 sudah lewat akhirnya? Selamat mengawali tahun yang baru untuk kita semua. Tahun sudah berganti lagi. Sudah harus menuliskan catatan lagi. Catatan awal tahun seperti tahun sebelumnya. Apa yang sudah menjadi kenangan di tahun yang lalu dan rencana apa yang akan disusun untuk mengisi tahun ini. Begitu juga deadline–deadline yang harus diselesaikan. Kejaran-kejaran pikiran yang masih belum sampai.
Tahun lalu, kita banyak menghabiskan waktu berdiam di rumah dan mengerahkan segala potensi untuk beradaptasi dan bertahan hidup. Tetap berjalan walaupun ruang gerak terbatasi. Menjaga kewarasan tetap pada tempatnya. Penting itu, tetap waras dalam keadaan yang carut marut. Apa jadinya kalau pikiran kita juga kacau? Saya kembalikan jawabannya pada kawan-kawan yang membaca tulisan ini. Karena tentu jawaban satu sama lain akan berbeda.
Tahun ini, seperti awal-awal tahun sebelumnya, ada saja yang bertanya apa resolusiku? Pencapaian apa yang ingin aku raih? Jika tahun-tahun lalu aku masih memiliki hal yang ingin sekali dan menjadi prioritas untuk diwujudkan dan berharap akan tercapai, tahun ini jawabanku tidak ada. Sama sekali tidak ada? Apa mungkin aku tidak akan melakukan apa-apa? Apa mungkin sama sekali tidak ada rencana atau pencapaian?
Tentu saja ada rencana yang akan dilakukan, bekerja seperti tahun sebelumnya, juga tetap berproses dengan Teater Kalangan yang sudah memiliki daftar agenda panjang dan tidak menutup kemungkinan melakukan hal-hal lain yang aku belum pikirkan sekarang, bahkan saat mengetik tulisan ini. Hanya saja, bagiku tahun ini aku ingin menunggu kejutan. Terkejut dan melakukan hal tak terduga sungguh menantang. Seperti yang terjadi tahun lalu, saat pandemi membuat beberapa perencanaan yang sudah tersusun apik harus dialih wahanakan. Meminimalisir tatap muka dan memaksimalkan pertemuan virtual agar keterhubungan tetap terjaga. Tentu, semua hal itu diawali dengan keterkejutan akan keadaan yang berubah dengan tiba-tiba.
Kejutan dan terkejut membuat otak menjadi fleksibel dan adaptif untuk memikirkan jalan dan kemungkinan-kemungkinan tak terduga yang harus dijalankan. Coba bayangkan jika kita fokus mewujudkan satu tujuan dengan rencana-rencana tersusun rapi juga sudah mengetahui konsekuensi yang akan dihadapi namun, keadaan berkata lain. Jika kita tidak siap terkejut maka kegagapan bertindak yang akan datang tanpa diundang. Mempersiapkan diri untuk kejutan akhirnya menjadi penting khususnya bagiku agar otak, pikiran dan tubuh bersiap sigap dan cepat mengambil langkah ke arah berbeda dengan tujuan yang sama. Atau malah mengganti tujuan dan kemungkinan-kemungkinan yang ingin diraih.
Karena itu, pencapaian bagiku menjadi relatif, baik di pekerjaan maupun proses kreatif bersama Teater Kalangan juga hal-hal lain yang bisa jadi akan dilakukan. Kemudian, hal yang menjadi fokus adalah melakukan yang terbaik di semua tanggung jawab yang diberikan. Hasil dari memaksimalkan laku untuk memenuhi tanggung jawab tentu tidak akan berkhianat. Akan menjadi kekecewaan jika kita terlalu berharap dan ambisius akan semua pencapaian namun tidak mampu beradaptasi dengan perubahan keadaan yang mendadak. Jadi, mari terkejut bersama-sama. SURPRISE!!! [T]
RIBUAN sekaa genjek dari pelbagai penjuru di tanah Karangasem, Bali, tumpah ruah di Taman Ujung, Karangasem, Rabu (10/8/2016) siang. Ada yang datang menggunakan truk, mobil pik-up,...
PEREMPUAN mana sih yang tidak menginginkan tubuh indah dan dipuji banyak orang? Memiliki tubuh indah adalah impian setiap perempuan di dunia. Tapi, bagaimana dengan perempuan yang...
“Mama, please take this badge off of me, I can’t use it anymore.” (Knockin’ on Heaven’s Door - Bob Dylan) JAUH sebelum seniman besar pengusung musik balada itu berbicara murung pe...
KULIAH Kerja Nyata (KKN) seringkali menjadi senjata tajam yang dengan segala keunikannya dapat memisahkan pasangan yang bahkan telah menjalin hubungan selama bertahun-tahun. Karena...
Catatan Harian Sugi Lanus 10 Agustus 2016 . APA Bahasa Bali "Happy Birthday" & "Happy Anniversary"? Jawaban untuk pertanyaan itu adalah "rahajeng dina otonan" dan "rahajen...
BOLEH jadi, setelah membaca tulisan ini saya menjadi cukup terkenal karena mendapat protes dari kelompok pro KKN tanpa cinlok atau cinta lokasi. Bagaimana tidak, pendapat saya just...
SIAPA pun yang bicara jalur shortcut Denpasar-Singaraja selalu tampak bersemangat. Optimis. Seakan-akan setelah jalur shortcut terwujud, masyarakat akan langsung sejahtera. Padaha...
SELEBRITI artinya orang terkenal, termasyur, tersohor. Untuk menjadi terkenal, banyak hal bisa dilakukan. Jika seseorang berbuat aneh-aneh, masuk dalam kategori pemecah rekor, dia...
KULIAH Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dulu dan sekarang itu sangat jauh berbeda. Sekitar tahun 1970-an hingga 1980-an KKN benar-benar program yang ditunggu-tunggu masyarakat desa. Mah...
Judul Buku : Badriyah # Pengarang : Ayu Weda # Penerbit : Gambang Buku Budaya # Tahun Terbit : Maret 2016 # Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman # ISBN : 978-602-6776-15-0 PEREMPUAN...