Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi
……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseoran...
Bali kental akan tradisi, budaya, adat-istiadat. Di sisi yang lain, Bali juga terkenal dengan adanya dialek. Dialek di setiap daereh di Bali berbeda-beda. Ini yang menjadikan Bali, meski kecil, namun sangat beragam.
Dialektologi merupakan cabang ilmu bahasa yang fokus terhadap dialek-dialek.
Kabupaten Bangli adalah salah satu kabupaten yang di Bali yang memiliki desa bali mula/bali aga sekaligus juga “desa bali dataran”. Desa bali mula/bali aga berada di sejumlah kecamatan. Dan “bali dataran” kebanaykan berda pada daerah perkotaan/kota Bangli.
Bali mula/bali aga lebih dominan berada di Kecamatn Kintamani. Karena Kintamani adalah salah satu kecamatan yang secara geografis memang benar berada di daerah pegunungan.
Kecamatan Kintamani memiliki desa bali mula yang kental dengan bahasa, budaya, adat-isitiadat. Salah satu desa bali mula yang terletak di Kecamatan Kintamani adalah Desa Kedisan. Desa Kedisan yang konon merupakan desa bali mula yang memiliki peradaban yang sangat tua dan panjang. Warga Desa Kedisan juga menggunakan dialek bali mula yang unik karena dialek yang di gunakan oleh Desa Kedisan, jarang dapat kita temui di daerah lain. Salah satu contohnya yaitu:
Okék nyen! Jika kita dengar dialek tersebut mungkin tidak akan mengerti. Dialek tersebut jarang digunakan oleh daerah lain. Dialek tersebut saya temukan di Desa Kedisan, Kintamani. Jika diartikan logat tersebut memiliki arti “Masak ya!?” Kedengarannya pun sangat unik.
Selain itu, di Desa Kedisan, Kintamani, masih terdapat beberpa kosa kata yang jarang saya temukan di daerah lain. Bisanya dialek yang mereka gunakan dalam melakukan interaksi sosial semasa kerabatnya. Saya akan mencoa membuat sebuah dialog yang menggunakan dialek Desa Kedisan.
Kata-kata yang bercetak tebal merupakan dialek khas Desa Kedisan, Kintamani, yang jarag saya temukan di daerah lain. Dialek di atas merupakan dialek keseharian masyarakat Desa Kedisan, Kintamani. Dialek tersebut masih dapat kita temukan sampai sekarang. Jika kita artikan kata demi kata yang bercetat tebal tersebut. Dapat kita lihat dibawah ini:
Kata tersebut sengaja saya pilah agar memudahkan dalam mengartikan kata bercetak tebal diatas. Disamping itu juga, agar memudahkan dalam membaca dialog diatas. Selain itu, dialek tersebut menjadi ciri-ciri dari Desa Kedisan, Kintamani. Yang dapat membedakan Desa Kedisan dengan yang lainnya, sekaligus memicu timbulnya suatu persaudaran baru dan keberagaman. Maka dari itu, dialek ini sangat penting untuk dilestarikan dan dipertahankan di tengah gerusan zaman modrenisasi.
Namun, seiring perkembangan zaman yang serba ITE seakan-akan dialek itu akan dilupakan. Karena masuknya budaya asing dan bahasa asing ke Bali sedikit demi sedikit dialek ini akan menurun. Maka dari itu, sudah sepantasnya kita semua mengambil andil dalam pelestarian dialek. Apakah diaelek ini akan tetap lestari di tengah arus globalisasi? [T]
……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseoran...
SAYA masih ingat pertemuan pertama dengan Angga Wijaya di sebuah rumah sakit besar di Denpasar, bertahun-tahun lalu, ketika saya masih menjadi residen psikiatri. Hari itu panas, u...
Judul : 30 Tahun dan Gagal Penulis : Arman Dhani Tahun terbit : Februari 2026 Penerbit : EA Books Tebal : x + 138 h...
PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan di sana serta menyusuri jagat maya dari satu laman...
CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita berbagi cerita, berbagi kebahagiaan danbersulang ca...
CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium puja. Beberapa kakawin menyebutkan...
TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang perayaan rasa, tradisi, dan identitas kuliner Nusantar...
BUKAN di sebuah kota kabupaten di Jawa. Bukan pula di lapangan alun-alun yang hanya ramai ketika ada perayaan tertentu. Pasar malam yang saya datangi berada di Desa Padonan, Kelur...
KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun kakinya tak gemetar, meski...
MALAM baru saja turun di Taman Kuliner Ubud, Kamis, 28 Mei 2026. Di hadapan para tamu undangan, pelaku industri kuliner, pegiat budaya, dan pengunjung yang mulai memadati arena, b...