Topeng Tugek Carangsari – Memainkan Topeng Mengolah Karakter
KALANGAN Ayodya di Taman Budaya Bali, malam itu begitu riuh. Gelak tawa dan tepuk tangan terus berganti. Penonton berjejalan. Duduk berdesak-desakan. Banyak yang akhirnya duduk les...
Bali kental akan tradisi, budaya, adat-istiadat. Di sisi yang lain, Bali juga terkenal dengan adanya dialek. Dialek di setiap daereh di Bali berbeda-beda. Ini yang menjadikan Bali, meski kecil, namun sangat beragam.
Dialektologi merupakan cabang ilmu bahasa yang fokus terhadap dialek-dialek.
Kabupaten Bangli adalah salah satu kabupaten yang di Bali yang memiliki desa bali mula/bali aga sekaligus juga “desa bali dataran”. Desa bali mula/bali aga berada di sejumlah kecamatan. Dan “bali dataran” kebanaykan berda pada daerah perkotaan/kota Bangli.
Bali mula/bali aga lebih dominan berada di Kecamatn Kintamani. Karena Kintamani adalah salah satu kecamatan yang secara geografis memang benar berada di daerah pegunungan.
Kecamatan Kintamani memiliki desa bali mula yang kental dengan bahasa, budaya, adat-isitiadat. Salah satu desa bali mula yang terletak di Kecamatan Kintamani adalah Desa Kedisan. Desa Kedisan yang konon merupakan desa bali mula yang memiliki peradaban yang sangat tua dan panjang. Warga Desa Kedisan juga menggunakan dialek bali mula yang unik karena dialek yang di gunakan oleh Desa Kedisan, jarang dapat kita temui di daerah lain. Salah satu contohnya yaitu:
Okék nyen! Jika kita dengar dialek tersebut mungkin tidak akan mengerti. Dialek tersebut jarang digunakan oleh daerah lain. Dialek tersebut saya temukan di Desa Kedisan, Kintamani. Jika diartikan logat tersebut memiliki arti “Masak ya!?” Kedengarannya pun sangat unik.
Selain itu, di Desa Kedisan, Kintamani, masih terdapat beberpa kosa kata yang jarang saya temukan di daerah lain. Bisanya dialek yang mereka gunakan dalam melakukan interaksi sosial semasa kerabatnya. Saya akan mencoa membuat sebuah dialog yang menggunakan dialek Desa Kedisan.
Kata-kata yang bercetak tebal merupakan dialek khas Desa Kedisan, Kintamani, yang jarag saya temukan di daerah lain. Dialek di atas merupakan dialek keseharian masyarakat Desa Kedisan, Kintamani. Dialek tersebut masih dapat kita temukan sampai sekarang. Jika kita artikan kata demi kata yang bercetat tebal tersebut. Dapat kita lihat dibawah ini:
Kata tersebut sengaja saya pilah agar memudahkan dalam mengartikan kata bercetak tebal diatas. Disamping itu juga, agar memudahkan dalam membaca dialog diatas. Selain itu, dialek tersebut menjadi ciri-ciri dari Desa Kedisan, Kintamani. Yang dapat membedakan Desa Kedisan dengan yang lainnya, sekaligus memicu timbulnya suatu persaudaran baru dan keberagaman. Maka dari itu, dialek ini sangat penting untuk dilestarikan dan dipertahankan di tengah gerusan zaman modrenisasi.
Namun, seiring perkembangan zaman yang serba ITE seakan-akan dialek itu akan dilupakan. Karena masuknya budaya asing dan bahasa asing ke Bali sedikit demi sedikit dialek ini akan menurun. Maka dari itu, sudah sepantasnya kita semua mengambil andil dalam pelestarian dialek. Apakah diaelek ini akan tetap lestari di tengah arus globalisasi? [T]
KALANGAN Ayodya di Taman Budaya Bali, malam itu begitu riuh. Gelak tawa dan tepuk tangan terus berganti. Penonton berjejalan. Duduk berdesak-desakan. Banyak yang akhirnya duduk les...
JIKA di atas meja belajar anda terdapat dua buah benda yaitu gadget dan buku, manakah yang akan anda pilih? Saya percaya, demi sinetron kesukaan ibu-ibu di tivi, kebanyakan dari a...
LAGU anak-anak itu kadang unik, terutama liriknya. Saat Taman Kanak-Kanak dulu kita tidak begitu hirau dan memang tak banyak mengerti arti dan maksud lagunya itu apa. Cuma nyanyi d...
BALI merupakan kepulauan seribu pura yang telah terkenal sejak zaman dahulu. Masyarakat Bali tak lepas dari Tri Hita Karana yang merupakan landasan kehidupan beragama dan beradat....
JIKA benar harga rokok setinggi langit biru, dan jika benar harga tinggi itu bisa menghentikan orang merokok, dan (siapa tahu) nanti benar-benar tak ada yang merokok, bagaimana nas...
PERNAH nyuluh jangkrik? Zaman saya kecil, di desa saya di Jembrana, nyuluh jangkrik (memburu jangrik malam hari) adalah kegemaran saya dan teman sebaya. Jauh-jauh sebelumnya, bapak...
Cerpen: Putri Handayani HAMPIR setiap hari Griya Siwa tidak pernah sepi dari orang-orang yang ngayah1. Mulai dari membuat sarana upakara sampai meracik tirta, semua dilakukan oleh ...
KELAHIRAN istilah 'simakrama' menarik untuk ditelusuri. Awalnya istilah ini yang lebih mengarah pada padanan kata 'silahturahmi', yang mencerminkan keinginan untuk berbicara dan sa...
ADA serombongan remaja sedang berebut peran. Mereka akan menjadi pelakon sandiwara dalam perayaan Agustusan tingkat RT. Peran konglomerat, menteri, dokter, mahasiswa, semua mereka...
GARIS berliku itu menyerupai sungai. Lebar di hulu kemudian menyempit di hilir. Warnanya hijau, biru, dan jingga. Garis berliku serupa sungai itu membelah lukisan menjadi dua bagia...