Makna Hari Tumpek Krulut Sebagai Hari Kasih Sayang Versi Bali
Mengungkapkan rasa sayang di hari spesial sangat dinantikan. Seperti laron mencari cahaya begitula tingkah yang dilakukan anak muda sekarang saat mencurahkan rasa sayang kepada or...
Masyarakat awam kadang berpikir kalau lontar-lontar isinya melulu black magic atau ajaran kuno. Kenyataan banyak yang tidak seperti itu.
Ada beragam lontar yang sangat "modern" seperti catatan absensi atau list anggota kelompok arisan atau pinjaman keuangan sebuah kampung. Lontar ini bisa disebut "lontar sekaa". Selain "lontar sekaa" ada "lontar ayahan" yang berisi kewajiban yang dikenakan pada krama. "Lontar kekenen" lain lagi, ini lontar berisi "kekenan" (apa yang dikenakan/diwajibkan untuk disumbang) ketika karya/odalan atau perayaan pura. Lontar "paling modern" adalah "lontar pajak tanah", temasuk di dalamnya pilpil.
Lontar pajak tanah adalah bukti pembayaran pajak tanah yang dinilai 'paling bernilai tinggi". Lontar ini ditandai dengan stempel kerajaan pada ujungnya, lalu berisi keterangan luasan dan lokasi tanah, dengan nama pemiliknya. Batas-batas tanah umumnya disebutkan. Dari bukti pembayaran pajak ini aset keluarga yang dulunya hanya berupa pipil bisa diproses menjadi sertifikat hak milik (SHM). Lontar-lontar ini berguna sebagai pelengkap dalam proses mengurus pipil menjadi sertifikat. Ini juga bisa menjadi bukti aset jika berurusan dengan pinjam-meminjam di masa lalu.
Lontar-lontar pajak tanah sangat diperlukan di zaman land reform masa kolonial. Banyak tanah diambil penguasa ketika itu kalau tidak bisa bayar pajak, kata para tetua. Kalau mampu membayar pajak dan bisa mengurus pipil, apalagi punya posisi sebagai pejabat kolonial, dan mahir berbahasa Belanda, yang bersangkutan akan sangat diuntungkan. Banyak "tanah gege" bisa dijadikan bagian dari "tanah milik" bila dekat dengan penguasa ketika itu. Jangan tanya kekuasaan para raja ketika itu. Ini sebab sampai kini — kalau tidak habis terjual — lingkar keturunan para raja dan sekitarnya masih berlimpah tanah waris. Umumnya juga lokasinya di titik-titik paling strategis dan punya harga jual tinggi.
Sekarang, yang terpenting dari keberadaan dari Lontar Pajak Tanah adalah tanahnya juga masih di tangan pewaris lontar. Ada pernah bahkan cukup sering terjadi, begitu sebuah keluarga ketemu lontar-lontar pembayaran pajak, mereka lantas mencari tanah leluhurnya itu, lalu mengklaim bahwa tanah itu milik keluarga mereka. Tentu tidak semudah itu. Lontar-lontar pajak tanah bukan sertifikat tanah. Bisa jadi tanahnya sendiri telah dijual, tinggal lontar-lontar disimpan di rumah. Lontar-lontar bukti pajak ini bernilai tinggi, tentunya, kalau tanahnya masih sampai sekarang belum dijual ke investor atau belum sempat pindah tangan.
Banyak lontar pembayaran pajak tinggal lontarnya saja, tanahnya telah dijual karena judi atau berbagai alasan. Yang tertinggal hanya lontar-lontar pajak berserak di rumah pewarisnya, sementara itu tanahnya entah milik siapa sekarang. [T]
Mengungkapkan rasa sayang di hari spesial sangat dinantikan. Seperti laron mencari cahaya begitula tingkah yang dilakukan anak muda sekarang saat mencurahkan rasa sayang kepada or...
Musim ini adalah nasib buruk bagi kami. Di luar, angin begitu kencang. Dedaunan berbaring di sepanjang jalan, toko-toko tutup lebih awal, dan pejalan kaki terburu-buru pulang....
Belajar bisa dimana saja. Bekerja di sekolah asing pun adalah sebuah pilihan untuk belajar. Belajar sambil bekerja, kenapa tidak? Berawal dari melihat kakak tingkat saya yang...
Adikku Nohan tak pernah berhenti mematuk-matukkan jemarinya ke layar ponsel. Bocah empat belas tahun itu sesekali menggoyang-goyangkan ponsel putihnya, lalu memiring-miringkannya....
ORANG Bali punya banyak jenis jaje (kue/jajanan) yang cara makannya agak rumit. Jika salah cara makan, maka kenikmatannya bisa berbeda, bahkan bisa celaka. Di Tanah Lot, Taban...
Sejak kemunculan RUU Permusikan, saya menjadi rajin memantau perkembangan berita-berita di media, baik cetak, elektronik, dan daring. Terutama berita terkait RUU tersebut. Mu...
Pameran: Four Side Group ExhibitionLokasi: Gallery Maya SanurPembukaan: Jumat, 8 Februari 2019 pukul 18.30 WITARentang Pameran: 31 Januari 2019 hingga 15 Maret 2019 ----- Em...
Gagasan dan pengetahuan bahwa kebudayaan Bali yang unik dan eksotik telah menyebabkan wisatawan asing tertarik datang ke Bali dan bahwa pariwisata dapat menyejahterakan orang Bali...
Tantangan Pembangunan meliputi tiga hal yakni pengangguran, kemiskinan dan kesenjangan. Ketiga hal tersebut telah menjadi masalah yang kompleks dan kronis baik di tingkat nasional...
Tulisan ini adalah murni pendapat saya selaku penulis dari lubuk hati terdalam dan tanpa paksaan dari pihak manapun. Jika ada yang berbeda pendapat, ya sudahlah tidak apa. Semoga...