Kampusku Sarang Hantu [26]: Tamu Tak Diundang Tengah Malam
KEAMANAN, ketertiban, dan kenyamanan kampus sedikit banyak ditentukan oleh peran satuan pengamanan atau Satpam kampus. Mereka bertugas sebagaimana polisi yang memastikan kampus me...
Masyarakat awam kadang berpikir kalau lontar-lontar isinya melulu black magic atau ajaran kuno. Kenyataan banyak yang tidak seperti itu.
Ada beragam lontar yang sangat "modern" seperti catatan absensi atau list anggota kelompok arisan atau pinjaman keuangan sebuah kampung. Lontar ini bisa disebut "lontar sekaa". Selain "lontar sekaa" ada "lontar ayahan" yang berisi kewajiban yang dikenakan pada krama. "Lontar kekenen" lain lagi, ini lontar berisi "kekenan" (apa yang dikenakan/diwajibkan untuk disumbang) ketika karya/odalan atau perayaan pura. Lontar "paling modern" adalah "lontar pajak tanah", temasuk di dalamnya pilpil.
Lontar pajak tanah adalah bukti pembayaran pajak tanah yang dinilai 'paling bernilai tinggi". Lontar ini ditandai dengan stempel kerajaan pada ujungnya, lalu berisi keterangan luasan dan lokasi tanah, dengan nama pemiliknya. Batas-batas tanah umumnya disebutkan. Dari bukti pembayaran pajak ini aset keluarga yang dulunya hanya berupa pipil bisa diproses menjadi sertifikat hak milik (SHM). Lontar-lontar ini berguna sebagai pelengkap dalam proses mengurus pipil menjadi sertifikat. Ini juga bisa menjadi bukti aset jika berurusan dengan pinjam-meminjam di masa lalu.
Lontar-lontar pajak tanah sangat diperlukan di zaman land reform masa kolonial. Banyak tanah diambil penguasa ketika itu kalau tidak bisa bayar pajak, kata para tetua. Kalau mampu membayar pajak dan bisa mengurus pipil, apalagi punya posisi sebagai pejabat kolonial, dan mahir berbahasa Belanda, yang bersangkutan akan sangat diuntungkan. Banyak "tanah gege" bisa dijadikan bagian dari "tanah milik" bila dekat dengan penguasa ketika itu. Jangan tanya kekuasaan para raja ketika itu. Ini sebab sampai kini — kalau tidak habis terjual — lingkar keturunan para raja dan sekitarnya masih berlimpah tanah waris. Umumnya juga lokasinya di titik-titik paling strategis dan punya harga jual tinggi.
Sekarang, yang terpenting dari keberadaan dari Lontar Pajak Tanah adalah tanahnya juga masih di tangan pewaris lontar. Ada pernah bahkan cukup sering terjadi, begitu sebuah keluarga ketemu lontar-lontar pembayaran pajak, mereka lantas mencari tanah leluhurnya itu, lalu mengklaim bahwa tanah itu milik keluarga mereka. Tentu tidak semudah itu. Lontar-lontar pajak tanah bukan sertifikat tanah. Bisa jadi tanahnya sendiri telah dijual, tinggal lontar-lontar disimpan di rumah. Lontar-lontar bukti pajak ini bernilai tinggi, tentunya, kalau tanahnya masih sampai sekarang belum dijual ke investor atau belum sempat pindah tangan.
Banyak lontar pembayaran pajak tinggal lontarnya saja, tanahnya telah dijual karena judi atau berbagai alasan. Yang tertinggal hanya lontar-lontar pajak berserak di rumah pewarisnya, sementara itu tanahnya entah milik siapa sekarang. [T]
KEAMANAN, ketertiban, dan kenyamanan kampus sedikit banyak ditentukan oleh peran satuan pengamanan atau Satpam kampus. Mereka bertugas sebagaimana polisi yang memastikan kampus me...
SORAK sorai memenuhi Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, pada Jumat, 25 Juli 2025. Sedari pukul 10.00 Wita, ruang megah itu disesaki ratusan pendukung dari sembilan...
KABUPATEN Buleleng menghidupkan kembali tradisi budaya lewat Buleleng Festival (Bulfest) 2025 setelah lima tahun vakum. Buleleng Festival 2025 yang mengambil tema "The Mask Histor...
PAGI itu saya duduk di warung kopi langganan. Di hadapan saya, secangkir kopi hitam mengepul, baru diseduh. Tapi bukannya langsung saya nikmati, saya malah lebih dulu membuka gawa...
RUANG hijau merupakan bagian tak terpisahkan dari kota. Dari segi kepemilikan ruang hijau milik pribadi dimana aksesnya dibatasi berupa pekarangan rumah dan gedung serta lahan mil...
KABUPATEN Badung bukan sekadar destinasi wisata yang mempesona, melainkan juga tanah yang menumbuhkan peradaban budaya Bali dengan taksu yang kuat dan warisan seni yang agung. Di...
SETELAH lampu padam, seorang perempuan muncul dari sayap panggung. Suara tambur terdengar. Perempuan muda itu mulai melantunkan sebuah tembang—atau kidung—Bali yang magis. Gemerin...
KISAH menarik dalam Buda Kecapi, yang menjadi tema SLF tahun ini, adalah ketika Klimosadha dan Klimosidhi menangani pasien-pasiennya. Membawa nama tersohor di seantero Lemah Tulis...
Dalam tulisan ini yang maksud kedaulatan bahasa adalah, digunakannya suatu bahasa dalam hal ini bahasa Indonesia secara sadar dan bertanggung jawab oleh masyarakat pendukung...
LARI merupakan salah satu olahraga yang sangat menarik dan semakin populer di kalangan masyarakat saat ini. Aktivitas ini bahkan sering dianggap sebagai bagian dari tren gaya hidu...