Psikologi Humanistik Polenk
Artikel ini adalah catatan kuratorial paneran seni rupa “Buda Kecapi: Seni dan Penjelajahan ke Dalam Diri” serangkaian Singaraja Literary Festival, 25-27 Juli 2025 di Galeri Padu...
Masyarakat awam kadang berpikir kalau lontar-lontar isinya melulu black magic atau ajaran kuno. Kenyataan banyak yang tidak seperti itu.
Ada beragam lontar yang sangat "modern" seperti catatan absensi atau list anggota kelompok arisan atau pinjaman keuangan sebuah kampung. Lontar ini bisa disebut "lontar sekaa". Selain "lontar sekaa" ada "lontar ayahan" yang berisi kewajiban yang dikenakan pada krama. "Lontar kekenen" lain lagi, ini lontar berisi "kekenan" (apa yang dikenakan/diwajibkan untuk disumbang) ketika karya/odalan atau perayaan pura. Lontar "paling modern" adalah "lontar pajak tanah", temasuk di dalamnya pilpil.
Lontar pajak tanah adalah bukti pembayaran pajak tanah yang dinilai 'paling bernilai tinggi". Lontar ini ditandai dengan stempel kerajaan pada ujungnya, lalu berisi keterangan luasan dan lokasi tanah, dengan nama pemiliknya. Batas-batas tanah umumnya disebutkan. Dari bukti pembayaran pajak ini aset keluarga yang dulunya hanya berupa pipil bisa diproses menjadi sertifikat hak milik (SHM). Lontar-lontar ini berguna sebagai pelengkap dalam proses mengurus pipil menjadi sertifikat. Ini juga bisa menjadi bukti aset jika berurusan dengan pinjam-meminjam di masa lalu.
Lontar-lontar pajak tanah sangat diperlukan di zaman land reform masa kolonial. Banyak tanah diambil penguasa ketika itu kalau tidak bisa bayar pajak, kata para tetua. Kalau mampu membayar pajak dan bisa mengurus pipil, apalagi punya posisi sebagai pejabat kolonial, dan mahir berbahasa Belanda, yang bersangkutan akan sangat diuntungkan. Banyak "tanah gege" bisa dijadikan bagian dari "tanah milik" bila dekat dengan penguasa ketika itu. Jangan tanya kekuasaan para raja ketika itu. Ini sebab sampai kini — kalau tidak habis terjual — lingkar keturunan para raja dan sekitarnya masih berlimpah tanah waris. Umumnya juga lokasinya di titik-titik paling strategis dan punya harga jual tinggi.
Sekarang, yang terpenting dari keberadaan dari Lontar Pajak Tanah adalah tanahnya juga masih di tangan pewaris lontar. Ada pernah bahkan cukup sering terjadi, begitu sebuah keluarga ketemu lontar-lontar pembayaran pajak, mereka lantas mencari tanah leluhurnya itu, lalu mengklaim bahwa tanah itu milik keluarga mereka. Tentu tidak semudah itu. Lontar-lontar pajak tanah bukan sertifikat tanah. Bisa jadi tanahnya sendiri telah dijual, tinggal lontar-lontar disimpan di rumah. Lontar-lontar bukti pajak ini bernilai tinggi, tentunya, kalau tanahnya masih sampai sekarang belum dijual ke investor atau belum sempat pindah tangan.
Banyak lontar pembayaran pajak tinggal lontarnya saja, tanahnya telah dijual karena judi atau berbagai alasan. Yang tertinggal hanya lontar-lontar pajak berserak di rumah pewarisnya, sementara itu tanahnya entah milik siapa sekarang. [T]
Artikel ini adalah catatan kuratorial paneran seni rupa “Buda Kecapi: Seni dan Penjelajahan ke Dalam Diri” serangkaian Singaraja Literary Festival, 25-27 Juli 2025 di Galeri Padu...
Artikel ini adalah catatan kuratorial paneran seni rupa "Buda Kecapi: Seni dan Penjelajahan ke Dalam Diri" serangkaian Singaraja Literary Festival, 25-27 Juli 2025 di Galeri Padu...
Artikel ini adalah catatan kuratorial paneran seni rupa "Buda Kecapi: Seni dan Penjelajahan ke Dalam Diri" serangkaian Singaraja Literary Festival, 25-27 Juli 2025 di Galeri Padu...
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan komitmennya untuk mempertahankan Kota Singaraja sebagai Kota Pusaka. Komitmen ini diwujudkan melalui rencana penataan kembali kawasa...
Kawan yang baik, Setelah ngobrol tentang gerakan “avant-garde” dalam seni, baiklah kita lanjutkan dengan topik jadul yang tak habis-habis diperdebatkan, yakni pertentangan anta...
INDONESIA adalah tempat pohon-pohon tumbuh menjadi hutan. Tempat burung ular monyet gajah harimau meliarkan hidupnya. Indonesia pula tempat hidup manusia banyak etnis dan kepercay...
CAHAYA gelap lalu perlahan temaram mengawali pertunjukkan malam itu. Dalam temaram, muncul keanggunan dalam balutan kain putih-kontras-membius perhatian. Si putih cantik itu langs...
SEORANG wisatawan asal Jerman berhenti sejenak di tengah jembatan kecil yang membentang di atas Sungai Wos. Ia menatap ke atas, seolah baru saja menemukan karya seni di tempat yan...
FESTIVAL Mi-Reng: New Music for Gamelan 2025 hari keempat, Selasa malam, 5 Agustus 2025, di Gedung Kompas Gramedia Ketewel (Open Stage), Ketewel, Gianyar, Bali, diisi oleh dua ans...
DALAM upaya mendukung program kesehatan pranikah guna mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas, tim dosen dan mahasiswa KKN Universitas Udayana melaksanakan kegiatan pengabd...