Jung & Pauli: Sebuah Pertemuan Indah
PERTEMUAN antara Carl Gustav Jung, bapak psikologi analitis, dan Wolfgang Pauli, fisikawan kuantum peraih Nobel, adalah salah satu peristiwa paling menarik dalam sejarah ilmu peng...
Masyarakat awam kadang berpikir kalau lontar-lontar isinya melulu black magic atau ajaran kuno. Kenyataan banyak yang tidak seperti itu.
Ada beragam lontar yang sangat "modern" seperti catatan absensi atau list anggota kelompok arisan atau pinjaman keuangan sebuah kampung. Lontar ini bisa disebut "lontar sekaa". Selain "lontar sekaa" ada "lontar ayahan" yang berisi kewajiban yang dikenakan pada krama. "Lontar kekenen" lain lagi, ini lontar berisi "kekenan" (apa yang dikenakan/diwajibkan untuk disumbang) ketika karya/odalan atau perayaan pura. Lontar "paling modern" adalah "lontar pajak tanah", temasuk di dalamnya pilpil.
Lontar pajak tanah adalah bukti pembayaran pajak tanah yang dinilai 'paling bernilai tinggi". Lontar ini ditandai dengan stempel kerajaan pada ujungnya, lalu berisi keterangan luasan dan lokasi tanah, dengan nama pemiliknya. Batas-batas tanah umumnya disebutkan. Dari bukti pembayaran pajak ini aset keluarga yang dulunya hanya berupa pipil bisa diproses menjadi sertifikat hak milik (SHM). Lontar-lontar ini berguna sebagai pelengkap dalam proses mengurus pipil menjadi sertifikat. Ini juga bisa menjadi bukti aset jika berurusan dengan pinjam-meminjam di masa lalu.
Lontar-lontar pajak tanah sangat diperlukan di zaman land reform masa kolonial. Banyak tanah diambil penguasa ketika itu kalau tidak bisa bayar pajak, kata para tetua. Kalau mampu membayar pajak dan bisa mengurus pipil, apalagi punya posisi sebagai pejabat kolonial, dan mahir berbahasa Belanda, yang bersangkutan akan sangat diuntungkan. Banyak "tanah gege" bisa dijadikan bagian dari "tanah milik" bila dekat dengan penguasa ketika itu. Jangan tanya kekuasaan para raja ketika itu. Ini sebab sampai kini — kalau tidak habis terjual — lingkar keturunan para raja dan sekitarnya masih berlimpah tanah waris. Umumnya juga lokasinya di titik-titik paling strategis dan punya harga jual tinggi.
Sekarang, yang terpenting dari keberadaan dari Lontar Pajak Tanah adalah tanahnya juga masih di tangan pewaris lontar. Ada pernah bahkan cukup sering terjadi, begitu sebuah keluarga ketemu lontar-lontar pembayaran pajak, mereka lantas mencari tanah leluhurnya itu, lalu mengklaim bahwa tanah itu milik keluarga mereka. Tentu tidak semudah itu. Lontar-lontar pajak tanah bukan sertifikat tanah. Bisa jadi tanahnya sendiri telah dijual, tinggal lontar-lontar disimpan di rumah. Lontar-lontar bukti pajak ini bernilai tinggi, tentunya, kalau tanahnya masih sampai sekarang belum dijual ke investor atau belum sempat pindah tangan.
Banyak lontar pembayaran pajak tinggal lontarnya saja, tanahnya telah dijual karena judi atau berbagai alasan. Yang tertinggal hanya lontar-lontar pajak berserak di rumah pewarisnya, sementara itu tanahnya entah milik siapa sekarang. [T]
PERTEMUAN antara Carl Gustav Jung, bapak psikologi analitis, dan Wolfgang Pauli, fisikawan kuantum peraih Nobel, adalah salah satu peristiwa paling menarik dalam sejarah ilmu peng...
DENPASAR; sebuah kota kecil di ujung selatan perut Pulau Bali. Sebuah wilayah yang menjadi saksi bagi rentetan peristiwa: pertumpahan darah, pembangunan ekonomi, geliat pariwisata...
HARI raya Galungan jatuh setiap Wuku Dungulan dalam kalender Bali. Dalam kalender Jawa, penanggalan wuku ke-11 dikenal sebagai Wuku Galungan, sedangkan dalam kalender Bali disebut...
LAGU "Bright Eyes" yang dibawakan Art Garfunkel pada 1978 itu terlalu berkesan untuk dilupakan. Bagi sebagian orang, lagu ini mungkin terdengar manis dan emosional; bagi yang lain...
BERWISATA buat sebagian orang itu murah. Yang mahal adalah pengalaman dalam berwisata. Oleh karenanya, orang tidak segan untuk mengeluarkan biaya banyak untuk menikmati perjalanan...
Ela menggesek busur biolanya dengan tidak terputus-putus. Rasa peraya dirinya menunjukan, kalau ia memiliki kemampuan mengekspresikan emosi melalui suara yang merdu, hingga menyen...
PECINTA seni rupa seakan dikejutkan dengan karya-karya yang kreatif dari 7 perupa perempuan ketika melakukan pameran di Artspace, ARTOTEL Sanur - Bali. Walau sama-sama menyajikan...
“Mbok, nasi lawarnya tiga porsi, ekstra sate, minumnya temulawak ya!” ucap seorang pemuda saat memesan makanan, lalu tergesa masuk ke dalam rumah mencari tempat duduk. Di belakang...
Sampah itu bermacam-macam bentuk dan jenisnya, kualitas dan kuantitasnya. Ada sampah kering, basah, dan semi kering. Sampah bisa berasal dari pohon, binatang dan manusia. Dalam...
BAYANGKAN sejenak tiga tokoh besar fisika abad ke-20 duduk dalam percakapan mendalam. Satu generasi pemikir yang mengubah cara manusia memandang realitas. Mereka datang dari disip...