Awas Bahaya Laten Ke(tidak)intiman Komunikasi dalam Perkawinan!
Salah satu tantangan terbesar dalam perkawinan adalah ketika riak-riak kecil permasalahan berubah menjadi ombak badai yang mengguncangkan. Alih-alih bertukar ide dan gagasan penuh...
Masyarakat awam kadang berpikir kalau lontar-lontar isinya melulu black magic atau ajaran kuno. Kenyataan banyak yang tidak seperti itu.
Ada beragam lontar yang sangat "modern" seperti catatan absensi atau list anggota kelompok arisan atau pinjaman keuangan sebuah kampung. Lontar ini bisa disebut "lontar sekaa". Selain "lontar sekaa" ada "lontar ayahan" yang berisi kewajiban yang dikenakan pada krama. "Lontar kekenen" lain lagi, ini lontar berisi "kekenan" (apa yang dikenakan/diwajibkan untuk disumbang) ketika karya/odalan atau perayaan pura. Lontar "paling modern" adalah "lontar pajak tanah", temasuk di dalamnya pilpil.
Lontar pajak tanah adalah bukti pembayaran pajak tanah yang dinilai 'paling bernilai tinggi". Lontar ini ditandai dengan stempel kerajaan pada ujungnya, lalu berisi keterangan luasan dan lokasi tanah, dengan nama pemiliknya. Batas-batas tanah umumnya disebutkan. Dari bukti pembayaran pajak ini aset keluarga yang dulunya hanya berupa pipil bisa diproses menjadi sertifikat hak milik (SHM). Lontar-lontar ini berguna sebagai pelengkap dalam proses mengurus pipil menjadi sertifikat. Ini juga bisa menjadi bukti aset jika berurusan dengan pinjam-meminjam di masa lalu.
Lontar-lontar pajak tanah sangat diperlukan di zaman land reform masa kolonial. Banyak tanah diambil penguasa ketika itu kalau tidak bisa bayar pajak, kata para tetua. Kalau mampu membayar pajak dan bisa mengurus pipil, apalagi punya posisi sebagai pejabat kolonial, dan mahir berbahasa Belanda, yang bersangkutan akan sangat diuntungkan. Banyak "tanah gege" bisa dijadikan bagian dari "tanah milik" bila dekat dengan penguasa ketika itu. Jangan tanya kekuasaan para raja ketika itu. Ini sebab sampai kini — kalau tidak habis terjual — lingkar keturunan para raja dan sekitarnya masih berlimpah tanah waris. Umumnya juga lokasinya di titik-titik paling strategis dan punya harga jual tinggi.
Sekarang, yang terpenting dari keberadaan dari Lontar Pajak Tanah adalah tanahnya juga masih di tangan pewaris lontar. Ada pernah bahkan cukup sering terjadi, begitu sebuah keluarga ketemu lontar-lontar pembayaran pajak, mereka lantas mencari tanah leluhurnya itu, lalu mengklaim bahwa tanah itu milik keluarga mereka. Tentu tidak semudah itu. Lontar-lontar pajak tanah bukan sertifikat tanah. Bisa jadi tanahnya sendiri telah dijual, tinggal lontar-lontar disimpan di rumah. Lontar-lontar bukti pajak ini bernilai tinggi, tentunya, kalau tanahnya masih sampai sekarang belum dijual ke investor atau belum sempat pindah tangan.
Banyak lontar pembayaran pajak tinggal lontarnya saja, tanahnya telah dijual karena judi atau berbagai alasan. Yang tertinggal hanya lontar-lontar pajak berserak di rumah pewarisnya, sementara itu tanahnya entah milik siapa sekarang. [T]
Salah satu tantangan terbesar dalam perkawinan adalah ketika riak-riak kecil permasalahan berubah menjadi ombak badai yang mengguncangkan. Alih-alih bertukar ide dan gagasan penuh...
"Africa" karya Toto adalah perjalanan sonik epik, yang membawa pendengar antara modernitas dan misteri. Suasana surealisnya, lirik yang kontemplatif, dan ritme worldbeat yang me...
Konsep reinkarnasi—yakni keyakinan tentang kelahiran kembali jiwa ke dalam tubuh baru—telah lama menjadi bagian dari tradisi spiritual Timur dan diskursus filsafat metafisik. Dala...
PUTRA tidak pernah membayangkan namanya akan disebut sebagai pemenang. Ketika pembawa acara mengucapkan “I Kadek Putra Pradyana”, pemuda asal Klungkung itu sempat terdiam sepersek...
— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Desember 2025 Tawur Kasanga berdasar tradisi kuno dilakukan pada hari Tilem Kasanga. Besoknya, penanggal apisan, sasih sasih kedasa, dilakukan B...
Persimpangan antara Kecerdasan dan Kebijaksanaan Salah satu indikator intelektualitas seorang pemimpin tercermin dari gelar akademik yang tertera di atas kertas. Pencapaian ter...
SAYA memulai refleksi ini dengan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada Jro Bendesa Adat Kuta beserta seluruh Prajuru Desa Adat Kuta. Bagi saya, mereka bukan hanya pema...
AKHIR-AKHIR ini saya mulai menyukai menonton drama. Bukan drama hidup yang ribut itu, melainkan drama yang hadir di layar. Jika dulu ada ada telenovela Amerika Latin yang emosinya...
Jual Beli Tanah di Indonesia Setiap negara menerapkan peraturan yang berbeda terkait hukum tanah. Di Indonesia, aturan jual beli tanah mengacu pada beberapa instrumen hukum, ya...
SEBAGAI orang Bali tentunya tidak asing dengan istilah hulu teben. Hulu teben sering menjadi dasar perilaku kita contohnya ketika kita tidur. Orang tua kita akan mengingatkan tent...