GUBERNUR BALI TIDAK AKAN MENYETUJUI PERUBAHAN HARI PERAYAAN NYEPI
— Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Januari 2026 “Kira-kira Gubernur Bali setuju perubahan hari Nyepi yang menjadi polemik sekarang?” Budi — sahabat dari masa remaja — datang pag...
Masyarakat awam kadang berpikir kalau lontar-lontar isinya melulu black magic atau ajaran kuno. Kenyataan banyak yang tidak seperti itu.
Ada beragam lontar yang sangat "modern" seperti catatan absensi atau list anggota kelompok arisan atau pinjaman keuangan sebuah kampung. Lontar ini bisa disebut "lontar sekaa". Selain "lontar sekaa" ada "lontar ayahan" yang berisi kewajiban yang dikenakan pada krama. "Lontar kekenen" lain lagi, ini lontar berisi "kekenan" (apa yang dikenakan/diwajibkan untuk disumbang) ketika karya/odalan atau perayaan pura. Lontar "paling modern" adalah "lontar pajak tanah", temasuk di dalamnya pilpil.
Lontar pajak tanah adalah bukti pembayaran pajak tanah yang dinilai 'paling bernilai tinggi". Lontar ini ditandai dengan stempel kerajaan pada ujungnya, lalu berisi keterangan luasan dan lokasi tanah, dengan nama pemiliknya. Batas-batas tanah umumnya disebutkan. Dari bukti pembayaran pajak ini aset keluarga yang dulunya hanya berupa pipil bisa diproses menjadi sertifikat hak milik (SHM). Lontar-lontar ini berguna sebagai pelengkap dalam proses mengurus pipil menjadi sertifikat. Ini juga bisa menjadi bukti aset jika berurusan dengan pinjam-meminjam di masa lalu.
Lontar-lontar pajak tanah sangat diperlukan di zaman land reform masa kolonial. Banyak tanah diambil penguasa ketika itu kalau tidak bisa bayar pajak, kata para tetua. Kalau mampu membayar pajak dan bisa mengurus pipil, apalagi punya posisi sebagai pejabat kolonial, dan mahir berbahasa Belanda, yang bersangkutan akan sangat diuntungkan. Banyak "tanah gege" bisa dijadikan bagian dari "tanah milik" bila dekat dengan penguasa ketika itu. Jangan tanya kekuasaan para raja ketika itu. Ini sebab sampai kini — kalau tidak habis terjual — lingkar keturunan para raja dan sekitarnya masih berlimpah tanah waris. Umumnya juga lokasinya di titik-titik paling strategis dan punya harga jual tinggi.
Sekarang, yang terpenting dari keberadaan dari Lontar Pajak Tanah adalah tanahnya juga masih di tangan pewaris lontar. Ada pernah bahkan cukup sering terjadi, begitu sebuah keluarga ketemu lontar-lontar pembayaran pajak, mereka lantas mencari tanah leluhurnya itu, lalu mengklaim bahwa tanah itu milik keluarga mereka. Tentu tidak semudah itu. Lontar-lontar pajak tanah bukan sertifikat tanah. Bisa jadi tanahnya sendiri telah dijual, tinggal lontar-lontar disimpan di rumah. Lontar-lontar bukti pajak ini bernilai tinggi, tentunya, kalau tanahnya masih sampai sekarang belum dijual ke investor atau belum sempat pindah tangan.
Banyak lontar pembayaran pajak tinggal lontarnya saja, tanahnya telah dijual karena judi atau berbagai alasan. Yang tertinggal hanya lontar-lontar pajak berserak di rumah pewarisnya, sementara itu tanahnya entah milik siapa sekarang. [T]
— Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Januari 2026 “Kira-kira Gubernur Bali setuju perubahan hari Nyepi yang menjadi polemik sekarang?” Budi — sahabat dari masa remaja — datang pag...
Dampak Perkawinan Campur antara WNI dengan WNAterhadap Status Hak Milik atas Tanah setelah berlakunyaKeputusan Mahkamah Konstitusi Nomor No. 69/PUU/XII/2015 dan perlindungan  ...
DI kabupaten Tabanan, tepatnya tak jauh dari lokasi Pantai Nyanyi, Desa Beraban, ada tempat wisata bernama Nuanu. Nuanu dikenal sebagai kafe pinggir pantai, seni rupa, pertu...
DALAM tradisi para perantau Bali, megagapan merujuk pada kepulangan ke kampung halaman dengan membawa oleh-oleh yang melampaui benda. Ia adalah akumulasi pengalaman, pengetahuan,...
DENGAN suara berat dan bariton yang kelam, Leonard Cohen menyanyikan “Dance Me to the End of Love.” Suaranya seperti gema doa yang samar, menyampaikan pesan-pesan tentang kehidupa...
DI penghujung tahun 2025, tepatnya tanggal 21 Desember 2025, digelar pameran tunggal karya Ricky Bambang Sudibjo Salim. Dia menggelar karya rupanya sebanyak 33. Selain itu, Ricky,...
JIKA sepak bola Indonesia adalah sebuah sinetron—penuh drama, kejutan, dan kadang logika yang tidak masuk akal—maka penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia b...
SEJAK ditemukan hampir dua abad yang lalu, huruf Braille telah menjadi jembatan bagi jutaan tunanetra di seluruh dunia untuk mengakses informasi, pendidikan, dan berkomunikasi den...
I Nyoman Mongol telah berpulang pada Jumat, 2 Januari 2026. Upacara ngaben dilaksanakan Selasa, 6 Januari di Desa Adat Ole, Marga, Tabanan. Nama I Nyoman Mongol mungkin kini ja...
Kejutan baru dimulai oleh Amerika Serikat di awal tahun 2026 ini. Serangan sepihak atau biasa dikenal dengan istilah Unilateral Attack dalam kajian Hubungan Internasional, telah d...