Kaleidoskop Mahasiswa “Pejuang Taliban”: Akhirnya Lulus Juga!
April, 2013 “Lulus SMA nanti, kamu mau lanjut ke mana?” Seorang teman bertanya pada saya yang saat itu sedang pusing-pusingnya menentukan masa depan. Keadaan itu semakin diperpar...
Masyarakat awam kadang berpikir kalau lontar-lontar isinya melulu black magic atau ajaran kuno. Kenyataan banyak yang tidak seperti itu.
Ada beragam lontar yang sangat "modern" seperti catatan absensi atau list anggota kelompok arisan atau pinjaman keuangan sebuah kampung. Lontar ini bisa disebut "lontar sekaa". Selain "lontar sekaa" ada "lontar ayahan" yang berisi kewajiban yang dikenakan pada krama. "Lontar kekenen" lain lagi, ini lontar berisi "kekenan" (apa yang dikenakan/diwajibkan untuk disumbang) ketika karya/odalan atau perayaan pura. Lontar "paling modern" adalah "lontar pajak tanah", temasuk di dalamnya pilpil.
Lontar pajak tanah adalah bukti pembayaran pajak tanah yang dinilai 'paling bernilai tinggi". Lontar ini ditandai dengan stempel kerajaan pada ujungnya, lalu berisi keterangan luasan dan lokasi tanah, dengan nama pemiliknya. Batas-batas tanah umumnya disebutkan. Dari bukti pembayaran pajak ini aset keluarga yang dulunya hanya berupa pipil bisa diproses menjadi sertifikat hak milik (SHM). Lontar-lontar ini berguna sebagai pelengkap dalam proses mengurus pipil menjadi sertifikat. Ini juga bisa menjadi bukti aset jika berurusan dengan pinjam-meminjam di masa lalu.
Lontar-lontar pajak tanah sangat diperlukan di zaman land reform masa kolonial. Banyak tanah diambil penguasa ketika itu kalau tidak bisa bayar pajak, kata para tetua. Kalau mampu membayar pajak dan bisa mengurus pipil, apalagi punya posisi sebagai pejabat kolonial, dan mahir berbahasa Belanda, yang bersangkutan akan sangat diuntungkan. Banyak "tanah gege" bisa dijadikan bagian dari "tanah milik" bila dekat dengan penguasa ketika itu. Jangan tanya kekuasaan para raja ketika itu. Ini sebab sampai kini — kalau tidak habis terjual — lingkar keturunan para raja dan sekitarnya masih berlimpah tanah waris. Umumnya juga lokasinya di titik-titik paling strategis dan punya harga jual tinggi.
Sekarang, yang terpenting dari keberadaan dari Lontar Pajak Tanah adalah tanahnya juga masih di tangan pewaris lontar. Ada pernah bahkan cukup sering terjadi, begitu sebuah keluarga ketemu lontar-lontar pembayaran pajak, mereka lantas mencari tanah leluhurnya itu, lalu mengklaim bahwa tanah itu milik keluarga mereka. Tentu tidak semudah itu. Lontar-lontar pajak tanah bukan sertifikat tanah. Bisa jadi tanahnya sendiri telah dijual, tinggal lontar-lontar disimpan di rumah. Lontar-lontar bukti pajak ini bernilai tinggi, tentunya, kalau tanahnya masih sampai sekarang belum dijual ke investor atau belum sempat pindah tangan.
Banyak lontar pembayaran pajak tinggal lontarnya saja, tanahnya telah dijual karena judi atau berbagai alasan. Yang tertinggal hanya lontar-lontar pajak berserak di rumah pewarisnya, sementara itu tanahnya entah milik siapa sekarang. [T]
April, 2013 “Lulus SMA nanti, kamu mau lanjut ke mana?” Seorang teman bertanya pada saya yang saat itu sedang pusing-pusingnya menentukan masa depan. Keadaan itu semakin diperpar...
JIKA tidak ada Penyuluh Bahasa Bali di bawah naungan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, mungkin banyak “masa lalu” yang terkubur begitu saja tanpa kita sempat mempelajarinya....
TUBUH duduk di atas perahu, dayung sudah di tangan, dan danau sudah dalam ketika penyeberangan akan dimulai. Kepada diri saya, ada pertanyaan yang ingin saya ajukan, dan he...
Practically speaking, there is no ‘creation from nothing’ “ex nihilo”. Put another way, everything is in the middle. (Pope, 2005) Kurang lebih begini, tak ada yang bermula...
ANTRABEZ, Band pelopor yang terdiri dari para Narapidana Lapas Kerobakan Bali, tampil memukau di panggung utama Denpasar Festival (Denfest) X-2017, Jumat 29 Desember malam...
CIKAR digiring untuk ganti roda ban kayu ke ban karet (atau ban pompa) dipergunjingkan sekitar tahun 1937-1938. Salah satu alasannya karena dipersalahkan telah merusak jala...
Aku Anak Papua Aku anak Papua Dan kau anak Papua Kita semua anak Papua … Kaki disentak-sentak Pinggung digoyang-goyang Tangan dilambaikan … Pu...
PAMERAN bersama yang dilakukan perupa Bali dan Gorontalo mendapat perhatian serius kalangan penilmat seni. Ini sebagai gambaran, bahwa pameran yang bertajuk Raintepreting C...
SALUT atas perhelatan akbarmu yang sudah berlangsung sepanjang tahun 2017. Bukan pekerjaan yang mudah bagi pekerja kreatif, sutradra dan aktor, menjadi penggagas sekaligus...
MENYOAL tentang seni, Indonesia punya dua daerah yang meiliki iklim berkesenian sangat tinggi yakni Bali dan Yogjakarta. Meski daerah-daerah lain di Nusantara juga memiliki...