Tuhan, Cinta dan Birahi, di Bawah Kibaran Daster
Judul : Bibir Yang Terikat Penulis : Ferry Fansuri Penerbit : AE Publishing Cetakan 1 : Agustus 2017 ISBN : 978...
Masyarakat awam kadang berpikir kalau lontar-lontar isinya melulu black magic atau ajaran kuno. Kenyataan banyak yang tidak seperti itu.
Ada beragam lontar yang sangat "modern" seperti catatan absensi atau list anggota kelompok arisan atau pinjaman keuangan sebuah kampung. Lontar ini bisa disebut "lontar sekaa". Selain "lontar sekaa" ada "lontar ayahan" yang berisi kewajiban yang dikenakan pada krama. "Lontar kekenen" lain lagi, ini lontar berisi "kekenan" (apa yang dikenakan/diwajibkan untuk disumbang) ketika karya/odalan atau perayaan pura. Lontar "paling modern" adalah "lontar pajak tanah", temasuk di dalamnya pilpil.
Lontar pajak tanah adalah bukti pembayaran pajak tanah yang dinilai 'paling bernilai tinggi". Lontar ini ditandai dengan stempel kerajaan pada ujungnya, lalu berisi keterangan luasan dan lokasi tanah, dengan nama pemiliknya. Batas-batas tanah umumnya disebutkan. Dari bukti pembayaran pajak ini aset keluarga yang dulunya hanya berupa pipil bisa diproses menjadi sertifikat hak milik (SHM). Lontar-lontar ini berguna sebagai pelengkap dalam proses mengurus pipil menjadi sertifikat. Ini juga bisa menjadi bukti aset jika berurusan dengan pinjam-meminjam di masa lalu.
Lontar-lontar pajak tanah sangat diperlukan di zaman land reform masa kolonial. Banyak tanah diambil penguasa ketika itu kalau tidak bisa bayar pajak, kata para tetua. Kalau mampu membayar pajak dan bisa mengurus pipil, apalagi punya posisi sebagai pejabat kolonial, dan mahir berbahasa Belanda, yang bersangkutan akan sangat diuntungkan. Banyak "tanah gege" bisa dijadikan bagian dari "tanah milik" bila dekat dengan penguasa ketika itu. Jangan tanya kekuasaan para raja ketika itu. Ini sebab sampai kini — kalau tidak habis terjual — lingkar keturunan para raja dan sekitarnya masih berlimpah tanah waris. Umumnya juga lokasinya di titik-titik paling strategis dan punya harga jual tinggi.
Sekarang, yang terpenting dari keberadaan dari Lontar Pajak Tanah adalah tanahnya juga masih di tangan pewaris lontar. Ada pernah bahkan cukup sering terjadi, begitu sebuah keluarga ketemu lontar-lontar pembayaran pajak, mereka lantas mencari tanah leluhurnya itu, lalu mengklaim bahwa tanah itu milik keluarga mereka. Tentu tidak semudah itu. Lontar-lontar pajak tanah bukan sertifikat tanah. Bisa jadi tanahnya sendiri telah dijual, tinggal lontar-lontar disimpan di rumah. Lontar-lontar bukti pajak ini bernilai tinggi, tentunya, kalau tanahnya masih sampai sekarang belum dijual ke investor atau belum sempat pindah tangan.
Banyak lontar pembayaran pajak tinggal lontarnya saja, tanahnya telah dijual karena judi atau berbagai alasan. Yang tertinggal hanya lontar-lontar pajak berserak di rumah pewarisnya, sementara itu tanahnya entah milik siapa sekarang. [T]
Judul : Bibir Yang Terikat Penulis : Ferry Fansuri Penerbit : AE Publishing Cetakan 1 : Agustus 2017 ISBN : 978...
SUARA mesin grinder biji kopi, aroma biji kopi yang telah menjadi bubuk, lagu pop barat yang membosankan. Dan orang-orang yang melewatkan malam bersama dalam satu ruang. Robin d...
“Siapa yang bercita-cita menjadi seorang pelukis?” tanya Ryan, salah seorang mahasiswa KKN PPM XVI Universitas Udayana Tahun 2018, kepada 47 orang siswa kelas IV dan V SD Negeri 2...
DARI sekian banyak film yang pernah saya tonton, adegan akhir “Dead Poets Society” masih terus terpatri di alam bawah sadar saya selama waktu lama. Adegan terakhir ini muncul kemba...
BERBICARA soal cinta memang tidak akan berujung. Rumit iya, sederhana iya, angkuh iya, arogan iya, bahagia juga iya. Atau mungkin ada yang ingin menambahkan lagi? Atau ada yang ing...
LUH Sukerti (bukan nama sebenarnya) sudah hampir setahun ini tidak bertegur sapa dengan seorang tetangganya yang bersebelahan dengan rumahnya. Pasalnya, Sukerti mendapat petunjuk d...
APA itu kone? Dalam bahasa Bali kone diartikan sebagai bentuk pernyataan ketidakpastian, atau suatu yang tidak nyata. Berbicara tentang kenyataan, khususnya di Bali ada suatu kutip...
BEBERAPA hari yang lalu, tepatnya tangga 10 Februari 2018, media sosial digegerkan dengan gambar seorang pria bersimpah darah. Tergeletak di lantai. Gambar itu membuat banyak orang...
PROSES penciptaan mengkhususkan pada etika dan estetika untuk kemudian dikelola melalui spirit yang ada pada diri manusia. Bahan-bahannya kemudian muncul dari suatu keluhuran buday...
INI adalah kebebasan dalam berekspresi yang dituangkan dalam berbagai bentuk. Letupan pergolakan emosi dipecahkan dalam ranah seni. Mural salah satunya. Tapi tatkala mendengar b...