Peraturan Daerah Tentang Perjanjian Nominee
MENJELANG Pilkada Bali 2024, muncul materi debat antar pasangan calon Gubernur Bali, di mana ada usulan pembuatan peraturan daerah nominee agreement tentang penguasaaan tanah oleh...
Lama tidak mengeluarkan karya rekaman baru, biduanita Ocha akhirnya muncul kembali dengan satu lagu baru berjudul “Bisikan Rindu”. Lagu pop berbahasa Indonesia ini berikut video musiknya dirilis secara resmi Minggu, 6 Desember 2020 dalam satu acara di Warung Bucu, Sanur.
Lagu “Bisikan Rindu” menceritakan kerinduan seorang istri yang sedang menantikan kedatangan suaminya yang sangat dicintainya. Namun apa mau dikata, belakangan baru diketahui kalau ternyata sang suami telah meninggal.
Lagu yang diciptakan Dewa Agung Perdana Putra ini sebetulnya sudah ada lama beberapa tahun lalu. “Awalnya lagu ini dijadikan sebagai soundtrack untuk film I Gusti Ngurah Rai. Namun karena satu dan lain hal lagu ini tidak jadi muncul di filmnya,“ ujar Ocha.
Karena lagunya bagus dan sudah merasa cocok membawakan lagu ini, Ocha pun kemudian merekam kembali dengan aransemen ulang oleh Brozio Orah. Dulu awalnya lagu ini direkam dengan gitar akustik dan vokal saja. Namun kemudian Ocha dan Dewa Agung sepakat untuk mengaransemen ulang dan mempercayakannya kepada Zio.
“Saya pribadi sangat suka dengan musik garapan Zio. Untuk Bisikan Rindu, sengaja saya minta musiknya bercorak pop 90-an sesuai karakter saya,” jelas Ocha.
Untuk merampungkan rekaman “Bisikan Rindu”, Zio tak hanya bertindak sebagai music director tetapi juga mengisi instrument piano , synthesizer, bass, dan gitar. Sedangkan electric drum dan drum diisi oleh Deny Surya yang sekaligus menangani mixing dan mastering.
Penyanyi bernama lengkap AA Oka Diartini ini sebelumnya banyak dikenal luas gegara lagu “Taksu” yang terdapat di CD album “Ocha” produksi Pregina yang dirilis 2008. Jauh sebelumnya, wanita kelahiran 17 November 1981 ini sudah mengawali kiprah di dunia tarik suara dan wara-wiri di berbagai ajang kompetisi. Namanya sempat jadi perbincangan saat lolos grand final ajang Asia Bagus tahun 2000 saat bergabung di Trio Natural.
Di luar aktivitasnya menyanyi untuk berbagai acara termasuk sesekali menjadi MC, Ocha juga sempat mendukung rekaman sejumlah penyanyi pop Bali seperti Mang Gita (lagu Bareng-bareng di album Dekade Baru) juga band Purusha (lagu Dugas Kalain Adi). Selain itu ia juga bergabung bersama Nyanyian Darma antara lain menyanyikan lagu Moksa. [T] [*]
MENJELANG Pilkada Bali 2024, muncul materi debat antar pasangan calon Gubernur Bali, di mana ada usulan pembuatan peraturan daerah nominee agreement tentang penguasaaan tanah oleh...
Sastra dan religiusitas. Dua kata yang pada pandangan pertama seolah-olah berbeda jalur. Sastra dianggap wilayah imajinasi, estetika, dan ekspresi batin, sementara religiusitas se...
INI pasangan atlet dance sport dari Buleleng yang benar-benar kompak. Pasangan itu, Dewa Made Dimas Satria Wicaksana dan Komang Gendys Tari Prameswari. Atas kekompakan mereka y...
Mrs Tan, klien konsultasi gizi sore itu, berumur 70 tahun dengan badan yang sedikit bungkuk. Badan bungkuk itu -dalam bahasa ilmiah disebut kifosis yang bisa disebabkan oleh prose...
Bali merupakan entitas hidup. Budaya Bali berdenyut di persimpangan dua dunia: warisan leluhur dan gelombang modernitas digital. Di satu sisi, ada aroma dupa yang mengepul di pura...
FESTIVAL Film Indonesia (FFI) memang selalu hadir dengan gegap gempita. Karpet merah, gaun mewah, selebrasi kemenangan, hingga gemerlap kamera seakan menjadi simbol kemegahan indu...
Perahu negeriku perahu bangsaku, menyusuri gelombang. Semangat rakyatku kibar benderaku menyeruak lautan, langit membentang cakrawala di depan melambaikan tantangan. Di atas tanah...
KADEK Berlian Adi Pranatha, atau biasa disapa Berlian itu, ukir medali emas usai empat kali bertanding versus jagoan asal Jembrana, Denpasar, Gianyar dan Bangli, pada ajang Pekan...
BERBEDA dengan ilmu kedokteran Barat, diagnosa penyakit jiwa di Bali agaknya lebih spesifik, bahkan cenderung sangat kasat mata. Dalam Lontar Usada Buduh, gejala dan klasifikasi o...
Keberanian memilih Ketika Belanda menawarkan kenyamanan menjadi aparatur negara kolonial, usai menamatkan kuliahnya, Bung Karno dengan tegas menolak. Baginya, jabatan yang lah...