Flourishing Indonesia 2025: Sebuah Cermin Diri
Sebuah Kejutan dari Harvard Ketika hasil Global Flourishing Study (GFS) dirilis oleh Harvard University pada 2025, dunia dikejutkan oleh satu temuan: Indonesia menempati posisi...
Lama tidak mengeluarkan karya rekaman baru, biduanita Ocha akhirnya muncul kembali dengan satu lagu baru berjudul “Bisikan Rindu”. Lagu pop berbahasa Indonesia ini berikut video musiknya dirilis secara resmi Minggu, 6 Desember 2020 dalam satu acara di Warung Bucu, Sanur.
Lagu “Bisikan Rindu” menceritakan kerinduan seorang istri yang sedang menantikan kedatangan suaminya yang sangat dicintainya. Namun apa mau dikata, belakangan baru diketahui kalau ternyata sang suami telah meninggal.
Lagu yang diciptakan Dewa Agung Perdana Putra ini sebetulnya sudah ada lama beberapa tahun lalu. “Awalnya lagu ini dijadikan sebagai soundtrack untuk film I Gusti Ngurah Rai. Namun karena satu dan lain hal lagu ini tidak jadi muncul di filmnya,“ ujar Ocha.
Karena lagunya bagus dan sudah merasa cocok membawakan lagu ini, Ocha pun kemudian merekam kembali dengan aransemen ulang oleh Brozio Orah. Dulu awalnya lagu ini direkam dengan gitar akustik dan vokal saja. Namun kemudian Ocha dan Dewa Agung sepakat untuk mengaransemen ulang dan mempercayakannya kepada Zio.
“Saya pribadi sangat suka dengan musik garapan Zio. Untuk Bisikan Rindu, sengaja saya minta musiknya bercorak pop 90-an sesuai karakter saya,” jelas Ocha.
Untuk merampungkan rekaman “Bisikan Rindu”, Zio tak hanya bertindak sebagai music director tetapi juga mengisi instrument piano , synthesizer, bass, dan gitar. Sedangkan electric drum dan drum diisi oleh Deny Surya yang sekaligus menangani mixing dan mastering.
Penyanyi bernama lengkap AA Oka Diartini ini sebelumnya banyak dikenal luas gegara lagu “Taksu” yang terdapat di CD album “Ocha” produksi Pregina yang dirilis 2008. Jauh sebelumnya, wanita kelahiran 17 November 1981 ini sudah mengawali kiprah di dunia tarik suara dan wara-wiri di berbagai ajang kompetisi. Namanya sempat jadi perbincangan saat lolos grand final ajang Asia Bagus tahun 2000 saat bergabung di Trio Natural.
Di luar aktivitasnya menyanyi untuk berbagai acara termasuk sesekali menjadi MC, Ocha juga sempat mendukung rekaman sejumlah penyanyi pop Bali seperti Mang Gita (lagu Bareng-bareng di album Dekade Baru) juga band Purusha (lagu Dugas Kalain Adi). Selain itu ia juga bergabung bersama Nyanyian Darma antara lain menyanyikan lagu Moksa. [T] [*]
Sebuah Kejutan dari Harvard Ketika hasil Global Flourishing Study (GFS) dirilis oleh Harvard University pada 2025, dunia dikejutkan oleh satu temuan: Indonesia menempati posisi...
SUATU malam pada acara arisan di tingkat RT (Rukun Tetangga), seorang tokoh masyarakat memberikan sambutan berupa wejangan atau nasihat kepada para warga. Ia mengingatkan agar war...
SABTU menjelang siang, 18 Oktober 2025, hiruk-pikuk Denpasar berjalan seperti biasa—jalanan yang padat dan udara yang panas. Di lantai 2 Graha Yowana Suci, beberapa orang tampak b...
INI bisa disebut festival unik. Pengunjung ikut diskusi dengan ceria sekaligus memenuhi keingintahuan tentang kondisi ayam petelur yang diternakkan dalam kandang baterai. Tidak se...
DI tengah riuh rendah modernitas Denpasar Timur, denyut sejarah masih terasa kuat dari Pabrik Besi Pande Jegog di Jalan Trenggana, Penatih. Bukan sekadar pabrik, tempat ini adalah...
— Catatan Sugi Lanus, 19 Oktober 2025 Saya sangat menyesal tidak pernah berjumpa denganmu, Timothy. Kenapa? Karena saya adalah kamu ketika seusiamu. Saya membaca Karl Marx....
SATU tahun 365 hari, selama 364 hari ia adalah gadis biasa-biasa saja, sangat biasa bahkan. Lalu satu hari, di hari paling akhir di setiap tahun, ia menjadi tidak biasa-biasa saja...
Aku Sebilah Pelor Wahai raja dirajaKukatakan apa adanyaTidak kukurangi, tak dilebih-lebihkan Bahwa sebilah pelorAmbisiku ingin sekelas penyair tulenBermartabat pelakon sandi...
DALAM sejarah ilmu pengetahuan, ada tokoh-tokoh yang dikenang bukan semata karena penemuan besarnya, melainkan karena kejujuran intelektual dan keberanian moralnya. Salah satu di...
Hari itu—16 Oktober 2025, di saat saya masih meratapi kegagalan Timnas masuk piala dunia, tiba-tiba handphone saya berdering tak karuan. Muncul banyak kabar, dari rekan maupun dar...