Batur, dari Kosmos hingga ke Logos
Tensi aktivitas manusia di kawasan pinggiran Kaldera Batur I sebelah barat selama pelaksanaan Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun 2019 meningkat. Lautan manusia pun mengalir...

Jika menemukan lontar "longgar" aksaranya seperti dalam gambar di atas, antara aksara satu dengan lanjutannya dibiarkan terbuka, ini artinya saat menyalin lontar babonnya (sumbernya) telah rusak atau lobang tidak terbaca.
Penyalin konsisten menyalin dengan "melonggarkan" sebanyak berapa aksara tidak terbaca atau lobang.
Ada harapan nantinya kalau ketemu lontar-lontar sejenia bisa ditambahkan yang "longgar" tersebut sesuai acuan lontar yang sama.
Lontar longgar dalam foto ini adalah lontar sangat langka, mungkin satu-satunya lontar yang masih selamat berisi, tabik, Agastya Stawa. Satu lagi berisi Gayatri Mantra.
Kedua lontar longgar ini punya isi sangat penting.
— Sebab ada terdengar keraguan atau selentingan yang mempertanyakan: Apakah Gayatri Mantra itu ada di Nusantara secara utuh? Gayatri Mantra dalam Puja Trisandhya kita sekarang, dalam lontar ini, disebut sebagai SANG HYANG BRAHMA GAYATRI. Ada juga SIWA GAYATRI atau RUDRA GAYATRI. Setidaknya ada dua lontar kuno saya baca berisi Mantra Gayatri. Penelitian lain, Goudriaan and Hooykaas (1971), telah memberikan titik terang keberadaan Gayatri Mantra dari tradisi kuno Bali dan Jawa Kuno.
— Sementara itu, dengan ada stawa pada Rsi Agastya dengan bahasa Sanskerta sangat utuh dan gramatika luar biasa dalam lontar ini, bisa memunculkan pertanyaan: Apakah stawa ini warisan puja dari tradisi Prambanan? Medang Kemulan? Lontar salinan ini bisa jadi telah berusia 400 tahun. Jika demikian, tentunya, lontar yang disalin pasti dari abad-abad sebelum.
Lontar-lontar longgar seperti ini sangat menarik karena kita bisa melihat konsistensi penyalinannya, dan punya potensi kalau sumber atau babonnya dari masa silam yang jauh. [T]
Tensi aktivitas manusia di kawasan pinggiran Kaldera Batur I sebelah barat selama pelaksanaan Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun 2019 meningkat. Lautan manusia pun mengalir...
Sangat mengejutkan, saat kita lihat salah seorang capres yang bertarung pada Pilpres 2019 kemarin, menyatakan dirinya sebagai pemenang menurut survey internal tim suksesnya. Denga...
Hay, rekan-rekan guru honorer di seluruh penjuru jagat Indonesia, masih lancarkah sistem pencernaan kalian hari ini? Semoga kita semua tetap bernapas dalam keadaan yang sehat, sel...
Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Banjar Dinas Asah, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng, punya cara sendiri untuk menarik perhatian warga agar lebih tertarik datang ke Tempat...
Di dalam masyarakat yang rasional, kontestan pemilu perlu investasi politik bertahun-tahun sebelum mencalonkan diri sebagai kontestan pemilu dan kemudian dapat memenangkan suara p...
Tubuh adalah kuburan. Itulah kesimpulan dari sebuah penjelasan tentang tubuh di suatu tempat yang tidak akan saya sebutkan namanya. Yang memberikan penjelasan itu, juga tidak s...
1. Latar Belakang Pembacaan/ kaji singkat karya Majalah ini di HP dimana mata tidak awas, mengakibatkan banya...
Perhatikan foto/gambar yang melengkapi tulisan ini! Itu adalah gambar dua pedagang nasi kuning yang satu ramai dikerumuni dengan antrian yang padat, sedangkan satu lagi sepi tak a...
Rehat sejenak dari hiruk pikuk politik. Kali ini saya ingin membahas rambut. Ya, rambut yang tampak remeh dan sering dianggap sebatas mahkota kepala, ternyata jika dicermati, sara...
Saat berpraktek sebagai dokter umum, seorang pasien ingin diberikan suntikan vitamin. Ia, seorang ibu paruh baya, bertanya begini, “Sakit nggak, Dok, kalau disuntik?” Betapa lu...