Eksistensi Bangli dalam Bau Mistis
Esai ini meraih Juara 1 dalam Lomba Esai Kategori SMA/SMK Menyongsong HUT ke-36 Peradah Indonesia dan HUT ke-816 Kota Bangli yang diseselenggarakan DPK Peradah Bangli, 2020 ...

Jika menemukan lontar "longgar" aksaranya seperti dalam gambar di atas, antara aksara satu dengan lanjutannya dibiarkan terbuka, ini artinya saat menyalin lontar babonnya (sumbernya) telah rusak atau lobang tidak terbaca.
Penyalin konsisten menyalin dengan "melonggarkan" sebanyak berapa aksara tidak terbaca atau lobang.
Ada harapan nantinya kalau ketemu lontar-lontar sejenia bisa ditambahkan yang "longgar" tersebut sesuai acuan lontar yang sama.
Lontar longgar dalam foto ini adalah lontar sangat langka, mungkin satu-satunya lontar yang masih selamat berisi, tabik, Agastya Stawa. Satu lagi berisi Gayatri Mantra.
Kedua lontar longgar ini punya isi sangat penting.
— Sebab ada terdengar keraguan atau selentingan yang mempertanyakan: Apakah Gayatri Mantra itu ada di Nusantara secara utuh? Gayatri Mantra dalam Puja Trisandhya kita sekarang, dalam lontar ini, disebut sebagai SANG HYANG BRAHMA GAYATRI. Ada juga SIWA GAYATRI atau RUDRA GAYATRI. Setidaknya ada dua lontar kuno saya baca berisi Mantra Gayatri. Penelitian lain, Goudriaan and Hooykaas (1971), telah memberikan titik terang keberadaan Gayatri Mantra dari tradisi kuno Bali dan Jawa Kuno.
— Sementara itu, dengan ada stawa pada Rsi Agastya dengan bahasa Sanskerta sangat utuh dan gramatika luar biasa dalam lontar ini, bisa memunculkan pertanyaan: Apakah stawa ini warisan puja dari tradisi Prambanan? Medang Kemulan? Lontar salinan ini bisa jadi telah berusia 400 tahun. Jika demikian, tentunya, lontar yang disalin pasti dari abad-abad sebelum.
Lontar-lontar longgar seperti ini sangat menarik karena kita bisa melihat konsistensi penyalinannya, dan punya potensi kalau sumber atau babonnya dari masa silam yang jauh. [T]
Esai ini meraih Juara 1 dalam Lomba Esai Kategori SMA/SMK Menyongsong HUT ke-36 Peradah Indonesia dan HUT ke-816 Kota Bangli yang diseselenggarakan DPK Peradah Bangli, 2020 ...
Gubernur Bali mengemukakan dua puluh dua misi Provinsi Bali. Misi nomor 4 pembangunan Bali tahun 2018-2028 adalah tersediannya pendidikan yang adil, merata, terjangkau, dan berkua...
Tulisan ini disampaikan dalam Jah Magesah Vol. 05: Cinta Tanpa Syarat, Jumat (21/2) di Wantilan Kantor Lurah Baler Bale Agung, yang diinisiasi JCCO bekerjasama dengan Kelurahan Ba...
Esai ini meraih Juara 3 dalam Lomba Esai Kategori Umum Menyongsong HUT ke-36 Peradah Indonesia dan HUT ke-816 Kota Bangli yang diseselenggarakan DPK Peradah Bangli, 2020 -...
Kemarin kami (Hanacaraka Society) meminta tolong anak-anak kuliah Sastra Bali yang saya kenal suka baca dan menulis untuk membantu merapikan ikatan lontar. Mereka datang denga...
Kehidupan religius masyarakat Hindu Bali sangatlah berkaitan erat dengan keberadaan aktivitas seni budaya yang telah mentradisi. Salah satu bentuk seni tradisi yang masih eksis di...
Esai ini meraih Juara 2 dalam Lomba Esai Kategori Umum Menyongsong HUT ke-36 Peradah Indonesia dan HUT ke-816 Kota Bangli yang diseselenggarakan DPK Peradah Bangli, 2020 Kal...
Esai ini meraih Juara 1 dalam Lomba Esai Kategori Umum Menyongsong HUT ke-36 Peradah Indonesia dan HUT ke-816 Kota Bangli yang diselenggarakan DPK Peradah Bangli, 2020 “...
Judul Buku : Berdamai dengan Rasa MalasPenulis &...
Silakan buka semua buku tentang kesehatan dan kedokteran, saya jamin tak satu pun membahas topik seperti judul di atas. Lagipula jika menulis topik medis yang sudah lazim dibahas,...