Desa Adat, Agama dan Politik Bali
The debate wheter desa dinas and desa adat should be re-unified has not yet come to an end in Bali (Warren, 2007). BALI punya cara unik dalam merespon wabah Covid-19, bahkan me...

Jika menemukan lontar "longgar" aksaranya seperti dalam gambar di atas, antara aksara satu dengan lanjutannya dibiarkan terbuka, ini artinya saat menyalin lontar babonnya (sumbernya) telah rusak atau lobang tidak terbaca.
Penyalin konsisten menyalin dengan "melonggarkan" sebanyak berapa aksara tidak terbaca atau lobang.
Ada harapan nantinya kalau ketemu lontar-lontar sejenia bisa ditambahkan yang "longgar" tersebut sesuai acuan lontar yang sama.
Lontar longgar dalam foto ini adalah lontar sangat langka, mungkin satu-satunya lontar yang masih selamat berisi, tabik, Agastya Stawa. Satu lagi berisi Gayatri Mantra.
Kedua lontar longgar ini punya isi sangat penting.
— Sebab ada terdengar keraguan atau selentingan yang mempertanyakan: Apakah Gayatri Mantra itu ada di Nusantara secara utuh? Gayatri Mantra dalam Puja Trisandhya kita sekarang, dalam lontar ini, disebut sebagai SANG HYANG BRAHMA GAYATRI. Ada juga SIWA GAYATRI atau RUDRA GAYATRI. Setidaknya ada dua lontar kuno saya baca berisi Mantra Gayatri. Penelitian lain, Goudriaan and Hooykaas (1971), telah memberikan titik terang keberadaan Gayatri Mantra dari tradisi kuno Bali dan Jawa Kuno.
— Sementara itu, dengan ada stawa pada Rsi Agastya dengan bahasa Sanskerta sangat utuh dan gramatika luar biasa dalam lontar ini, bisa memunculkan pertanyaan: Apakah stawa ini warisan puja dari tradisi Prambanan? Medang Kemulan? Lontar salinan ini bisa jadi telah berusia 400 tahun. Jika demikian, tentunya, lontar yang disalin pasti dari abad-abad sebelum.
Lontar-lontar longgar seperti ini sangat menarik karena kita bisa melihat konsistensi penyalinannya, dan punya potensi kalau sumber atau babonnya dari masa silam yang jauh. [T]
The debate wheter desa dinas and desa adat should be re-unified has not yet come to an end in Bali (Warren, 2007). BALI punya cara unik dalam merespon wabah Covid-19, bahkan me...
Kali ini saya ingin menulis tentang satu gangguan yang sering sekali muncul di tengah situasi yang serba tidak pasti seperti sekarang. Banyak perubahaan mendadak yang tidak per...
Berbagai golongan masyarakat yang telah nyaman bekerja secara tradisional sebagai karyawan di gedung-gedung perkantoran, pabrik, hingga perusahaan besar yang dirumahkan hari ini “...
Rata-rata teman saya yang merupakan penggemar (pemburu) lawar babi kini melenguh seperti babi kehabisan napas ketika disembelih. Mereka diam di rumah dan berkebun atau beternak. A...
Pandemi covid-19 merundung hampir seluruh negara di dunia. Banyak dampak yang ditimbulkan, mulai dari pemerosotan ekonomi, pergeseran sosial, dan gangguan psikologis. PHK, rasisme...
Setiap hari Minggu, pada saat masyarakat kerja bakti, peserta yang biasanya diikuti oleh warga banjar laki-laki itu akan memangkas dan mencabuti pohon-pohon yang dianggap menggang...
Yen bendan zamane suba maju, raga sing perlu buin ngae penjor ajak banten. Tinggal klik dogen tombole, sruuutt! Pesu be penjor pedidi. Klik bin cepok, casss! Pesu be makejang soro...
Pengarang Buku kumpulan cerpen berbahasa Bali yang berjudul Ngipiang Jokowi merupakan karangan seorang sastrawan yang bernama I Made Sugianto. I Made Sugianto adalah salah satu...
Dinosaurus hidup di Bumi pada zaman yang disebut sebagai Era Mesozoic yang berlangsung pata 252 sampai 66 juta tahun yang lalu. Sebuah asteroid berdiameter 15 kilometer menghujam...
“Anjing dan manusia adalah sahabat.” Begitulah kira-kira kalimat yang saya ucapkan saat saya masih berada di bangku sekolah dasar. Saat itu, salah seorang guru meminta kesimpulan...