Pahlawan Pandemi Datang dari Balik Pagar Rumah Sendiri
Saat-saat begini, sudah pasti semua orang ikut bicara soal pandemi. Covid-19 yang mewabah di dunia sejak semester pertama tahun 2020, secara resmi menghampiri Indonesia sejak bula...

Jika menemukan lontar "longgar" aksaranya seperti dalam gambar di atas, antara aksara satu dengan lanjutannya dibiarkan terbuka, ini artinya saat menyalin lontar babonnya (sumbernya) telah rusak atau lobang tidak terbaca.
Penyalin konsisten menyalin dengan "melonggarkan" sebanyak berapa aksara tidak terbaca atau lobang.
Ada harapan nantinya kalau ketemu lontar-lontar sejenia bisa ditambahkan yang "longgar" tersebut sesuai acuan lontar yang sama.
Lontar longgar dalam foto ini adalah lontar sangat langka, mungkin satu-satunya lontar yang masih selamat berisi, tabik, Agastya Stawa. Satu lagi berisi Gayatri Mantra.
Kedua lontar longgar ini punya isi sangat penting.
— Sebab ada terdengar keraguan atau selentingan yang mempertanyakan: Apakah Gayatri Mantra itu ada di Nusantara secara utuh? Gayatri Mantra dalam Puja Trisandhya kita sekarang, dalam lontar ini, disebut sebagai SANG HYANG BRAHMA GAYATRI. Ada juga SIWA GAYATRI atau RUDRA GAYATRI. Setidaknya ada dua lontar kuno saya baca berisi Mantra Gayatri. Penelitian lain, Goudriaan and Hooykaas (1971), telah memberikan titik terang keberadaan Gayatri Mantra dari tradisi kuno Bali dan Jawa Kuno.
— Sementara itu, dengan ada stawa pada Rsi Agastya dengan bahasa Sanskerta sangat utuh dan gramatika luar biasa dalam lontar ini, bisa memunculkan pertanyaan: Apakah stawa ini warisan puja dari tradisi Prambanan? Medang Kemulan? Lontar salinan ini bisa jadi telah berusia 400 tahun. Jika demikian, tentunya, lontar yang disalin pasti dari abad-abad sebelum.
Lontar-lontar longgar seperti ini sangat menarik karena kita bisa melihat konsistensi penyalinannya, dan punya potensi kalau sumber atau babonnya dari masa silam yang jauh. [T]
Saat-saat begini, sudah pasti semua orang ikut bicara soal pandemi. Covid-19 yang mewabah di dunia sejak semester pertama tahun 2020, secara resmi menghampiri Indonesia sejak bula...
Belakangan ini beredar kabar tentang orang-orang yang terlalu sering main TikTok tiba-tiba gerakan-gerakan di tubuhnya sulit terkendali bahkan ketika beraktivitas sehari-hari. Kit...
Kosongkanlah jantungku dari nafas-nafas, kosongkanlah akalku dari ilmu pengetahuan, kosongkanlah hatiku dari rasa peduli, rasa kasih sayang, cinta dan begitu juga kesengsaraan, pe...
“I don't want another pretty faceI don't want just anyone to holdI don't want my love to go to wasteI want you and your beautiful soul” Kutipan Lagu Jesse McCartney dengan judu...
Sejak pertama kali berkunjung ke Taman Baca Kesiman di pertengahan bulan Oktober tahun 2018, saya mendapat informasi mengenai tempat tempat yang sering mengadakan pameran seni. Mu...
Nusa Penida (NP) memiliki mangga yang khas. Orang NP lumrah menyebutnya dengan nama poh (mangga) lembongan. Sementara, orang Bali daratan menyebutnya dengan nama poh nusa. Dibandi...
Suasana Buda Kliwon Sinta yang disebut juga dengan Hari Raya Pagerwesi pagi itu cukup berbeda dari biasanya. Plataran Pura Parahyangan Jagat Gunung Lebah Ubud yang biasanya dipada...
Buda Kliwon Wuku Sinta, hari yang dimaknai dengan perayaan untuk memuliakan Sanghyang Pramesti Guru yang merupakan menifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sebagai Guru sejati, guru...
Kalender Bali yang secara tradisional diterima sebagai warisan Bhagawan Gargha, adalah tabel dan penjadwalan kegiatan upakara, masa bercocok tanam atau pertanian, kerja di...
Belakangan, seni pohon miniatur atau bonsai kembali melejit. Seni bonsai yang semula hanya dinikmati kalangan elite dan pecinta saja, kini sedang digandrungi masyarakat luas. Bany...