Subali || Cerpen Agus Wiratama
Bagaimana kalau saudara tidur di sebuah dapur bekas yang kini menjadi ranjang ayam?—Para betina mengeram; pejantan singgah malam-malam; kotoran ayam kering bertumpuk, berserakan s...

Jika menemukan lontar "longgar" aksaranya seperti dalam gambar di atas, antara aksara satu dengan lanjutannya dibiarkan terbuka, ini artinya saat menyalin lontar babonnya (sumbernya) telah rusak atau lobang tidak terbaca.
Penyalin konsisten menyalin dengan "melonggarkan" sebanyak berapa aksara tidak terbaca atau lobang.
Ada harapan nantinya kalau ketemu lontar-lontar sejenia bisa ditambahkan yang "longgar" tersebut sesuai acuan lontar yang sama.
Lontar longgar dalam foto ini adalah lontar sangat langka, mungkin satu-satunya lontar yang masih selamat berisi, tabik, Agastya Stawa. Satu lagi berisi Gayatri Mantra.
Kedua lontar longgar ini punya isi sangat penting.
— Sebab ada terdengar keraguan atau selentingan yang mempertanyakan: Apakah Gayatri Mantra itu ada di Nusantara secara utuh? Gayatri Mantra dalam Puja Trisandhya kita sekarang, dalam lontar ini, disebut sebagai SANG HYANG BRAHMA GAYATRI. Ada juga SIWA GAYATRI atau RUDRA GAYATRI. Setidaknya ada dua lontar kuno saya baca berisi Mantra Gayatri. Penelitian lain, Goudriaan and Hooykaas (1971), telah memberikan titik terang keberadaan Gayatri Mantra dari tradisi kuno Bali dan Jawa Kuno.
— Sementara itu, dengan ada stawa pada Rsi Agastya dengan bahasa Sanskerta sangat utuh dan gramatika luar biasa dalam lontar ini, bisa memunculkan pertanyaan: Apakah stawa ini warisan puja dari tradisi Prambanan? Medang Kemulan? Lontar salinan ini bisa jadi telah berusia 400 tahun. Jika demikian, tentunya, lontar yang disalin pasti dari abad-abad sebelum.
Lontar-lontar longgar seperti ini sangat menarik karena kita bisa melihat konsistensi penyalinannya, dan punya potensi kalau sumber atau babonnya dari masa silam yang jauh. [T]
Bagaimana kalau saudara tidur di sebuah dapur bekas yang kini menjadi ranjang ayam?—Para betina mengeram; pejantan singgah malam-malam; kotoran ayam kering bertumpuk, berserakan s...
Judul Buku : Sepanjang Jalan KesedihanPenulis : HadiwinataPenerbit : Penerbit KabisatCetakan I, Oktober 2020 Penderitaan adalah hal-hal yang melekat dan dilekatkan pada diri. S...
Jarum untuk vaksin Covid-19 sudah disuntikkan. Presiden Ri Joko Widodo sudah menerima suntkan, Rabu 13 Januari 2021. Di Bali, Gubernur Wayan Koster adalah orang pertama yang...
Percaya atau tidak, ini sebuah kisah nyata. Ya, raksasa hanya ada di dongeng tapi tidak kali ini, raksasa itu adalah seorang perempuan menjelang 30 tahun yang overweight. Di dunia...
Dari semua acara di tahun 2020 yang saya hadiri, yang paling meninggalkan kesan mendalam adalah pameran seni sekaligus diskusi buku yang diadakan di Kulidan Kitc...
Jumat, 8 Januari 2020, pagi, di pusat Ubud cuaca tampak tak bersahabat. Hujan deras mengguyur desa itu sejak sehari sebelumnya. Walau demikian, aktivitas penghuni seperti tak terg...
Mari kita berpaling sebentar dari cerita Lubdaka yang Siwaistik. Hari ini, kita akan membaca dan menafsir satu cerita yang lain tentang tokoh bernama Kunjarakarna. Kunjara berarti...
Minggu-minggu ini saya “sedikit” dikejutkan dengan berita dihentikannya peredaran koran Tempo secara cetak, dan fokus mereka di peredaran digital. Mengapa saya katakan “sedikit” t...
Akhir-akhir ini saya menonton beberapa video teaser pinangan yang tak sengaja lewat di linimasa media social. Saya juga menghadiri beberapa pernikahan di penghujung tahun 2020, da...
Kebudayaan masyarakat masa lampau merupakan catatan sejarah yang sangat penting dan berharga. Kebudayaan tersebut dapat menjadi pedoman atau pegangan hidup bagi masyarakat masa ki...