Tuhan Maha Tahu, Tapi Dia Menunggu | Cerpen Leo Tolstoy
Diterjemahkan oleh Juli Sastrawan dari cerpen berjudul God Sees The Truth, But Waits karya Leo Tolstoy dari Best Russion Short Stories Di kota Vladimir hiduplah seorang saudaga...

Jika menemukan lontar "longgar" aksaranya seperti dalam gambar di atas, antara aksara satu dengan lanjutannya dibiarkan terbuka, ini artinya saat menyalin lontar babonnya (sumbernya) telah rusak atau lobang tidak terbaca.
Penyalin konsisten menyalin dengan "melonggarkan" sebanyak berapa aksara tidak terbaca atau lobang.
Ada harapan nantinya kalau ketemu lontar-lontar sejenia bisa ditambahkan yang "longgar" tersebut sesuai acuan lontar yang sama.
Lontar longgar dalam foto ini adalah lontar sangat langka, mungkin satu-satunya lontar yang masih selamat berisi, tabik, Agastya Stawa. Satu lagi berisi Gayatri Mantra.
Kedua lontar longgar ini punya isi sangat penting.
— Sebab ada terdengar keraguan atau selentingan yang mempertanyakan: Apakah Gayatri Mantra itu ada di Nusantara secara utuh? Gayatri Mantra dalam Puja Trisandhya kita sekarang, dalam lontar ini, disebut sebagai SANG HYANG BRAHMA GAYATRI. Ada juga SIWA GAYATRI atau RUDRA GAYATRI. Setidaknya ada dua lontar kuno saya baca berisi Mantra Gayatri. Penelitian lain, Goudriaan and Hooykaas (1971), telah memberikan titik terang keberadaan Gayatri Mantra dari tradisi kuno Bali dan Jawa Kuno.
— Sementara itu, dengan ada stawa pada Rsi Agastya dengan bahasa Sanskerta sangat utuh dan gramatika luar biasa dalam lontar ini, bisa memunculkan pertanyaan: Apakah stawa ini warisan puja dari tradisi Prambanan? Medang Kemulan? Lontar salinan ini bisa jadi telah berusia 400 tahun. Jika demikian, tentunya, lontar yang disalin pasti dari abad-abad sebelum.
Lontar-lontar longgar seperti ini sangat menarik karena kita bisa melihat konsistensi penyalinannya, dan punya potensi kalau sumber atau babonnya dari masa silam yang jauh. [T]
Diterjemahkan oleh Juli Sastrawan dari cerpen berjudul God Sees The Truth, But Waits karya Leo Tolstoy dari Best Russion Short Stories Di kota Vladimir hiduplah seorang saudaga...
“Banyak keajaiban di dunia, tapi tak ada yang lebih ajaib selain manusia itu sendiri” (Sophocles) Keinginan untuk menjadi pemimpin entah menjadi presiden, gubernur,...
I’m not homeless; I’m just houseless Kalimat itu diucapkan Frances McDormand dengan mimik wajahnya yang khas. Antara upaya untuk bertahan, sekaligus kesulitan untuk mengingkari...
Di Ubud, jauh sebelum pelukis remaja mengenal kertas, pensil, cat tempera dan aneka warna buatan lain sebagai alat lukis, benda-benda semacam lampu templek, tulang kepala babi, gi...
Kota Singaraja yang bermaskot “Patung Singa Ambara Raja” genap berulang tahun yang ke-417 pada 30 Maret 2021. Tema yang diangkat: “Disiplin Diri Bangkit Pertiwi”. Sehubungan itu,...
Garin Nugroho, sutradara kenamaan Indonesia tampil di Bali, Sabtu, 27 Maret 2021 dalam sebuah peristiwa teatrikal puisi, bertajuk Segalanya Cinta, sebuah pentas kolaborasi dengan...
Bulan Maret 2021, pegiat perfilman di Buleleng, Bali menjadi bulan berduka. Di bulan ini, seorang filmmaker senior di Buleleng meninggal dunia. Beliau adalah Gede Seen. Kabar ini...
Beberapa kajian tentang eksistensi bahasa Bali sudah banyak dilakukan oleh kalangan akademisi. Hasil kajian secara umum mengindikasikan ada pergeseran fungsi Bahasa Bali. Masyarak...
JATUH CINTA aku jatuh cinta lagipadamu, kekasih,yang kini ditemanianak; selalu mengintipdan menguntit ia adalah bayangmudi belakang kita, kekasih, aku jatuh cinta lagitap...
Sutradara film Garin Nugroho menerbitkan buku puisi? Ya. Bukunya berjudul “Adam, Hawa dan Durian” diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia. Nah, Ratu Restaurant, Kuta, Bali, sa...