Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Menyesap Manis Perih Hidup
MENYESAP MANIS PERIH HIDUP Untuk Pak Nyoman Sukerta, dan Cucunya Made. Dipasang sejak JuniKungkungan lebahDi pohon pohon cengkihDi atas tanah terjal kaki gunung curam Di...

Jika menemukan lontar "longgar" aksaranya seperti dalam gambar di atas, antara aksara satu dengan lanjutannya dibiarkan terbuka, ini artinya saat menyalin lontar babonnya (sumbernya) telah rusak atau lobang tidak terbaca.
Penyalin konsisten menyalin dengan "melonggarkan" sebanyak berapa aksara tidak terbaca atau lobang.
Ada harapan nantinya kalau ketemu lontar-lontar sejenia bisa ditambahkan yang "longgar" tersebut sesuai acuan lontar yang sama.
Lontar longgar dalam foto ini adalah lontar sangat langka, mungkin satu-satunya lontar yang masih selamat berisi, tabik, Agastya Stawa. Satu lagi berisi Gayatri Mantra.
Kedua lontar longgar ini punya isi sangat penting.
— Sebab ada terdengar keraguan atau selentingan yang mempertanyakan: Apakah Gayatri Mantra itu ada di Nusantara secara utuh? Gayatri Mantra dalam Puja Trisandhya kita sekarang, dalam lontar ini, disebut sebagai SANG HYANG BRAHMA GAYATRI. Ada juga SIWA GAYATRI atau RUDRA GAYATRI. Setidaknya ada dua lontar kuno saya baca berisi Mantra Gayatri. Penelitian lain, Goudriaan and Hooykaas (1971), telah memberikan titik terang keberadaan Gayatri Mantra dari tradisi kuno Bali dan Jawa Kuno.
— Sementara itu, dengan ada stawa pada Rsi Agastya dengan bahasa Sanskerta sangat utuh dan gramatika luar biasa dalam lontar ini, bisa memunculkan pertanyaan: Apakah stawa ini warisan puja dari tradisi Prambanan? Medang Kemulan? Lontar salinan ini bisa jadi telah berusia 400 tahun. Jika demikian, tentunya, lontar yang disalin pasti dari abad-abad sebelum.
Lontar-lontar longgar seperti ini sangat menarik karena kita bisa melihat konsistensi penyalinannya, dan punya potensi kalau sumber atau babonnya dari masa silam yang jauh. [T]
MENYESAP MANIS PERIH HIDUP Untuk Pak Nyoman Sukerta, dan Cucunya Made. Dipasang sejak JuniKungkungan lebahDi pohon pohon cengkihDi atas tanah terjal kaki gunung curam Di...
DALAM berkehidupan di masyarakat kita melihat adanya sebuah sistem pemerintahan, yang tentunya dalam menjalankan roda pemerintahan perlu adanya pemasukan atau penghasilan, salah s...
CUKUP mengejutkan. Tiba-tiba ada band 3 GURU, lahir di Bali Utara. Peronelnya, ya, seperti namanya: semuanya guru dari bidang studi berbeda, tapi dengan hobi yang sama. Mereka ten...
KETIKA alam diposisikan sebagai wilayah taklukan, maka saat itu hubungan manusia dengan alam menjadi canggung, berjarak. Sebaliknya, manusia yang hidup dalam suasana agraris selal...
ADA yang tidak pernah minum es? Suhu dingin, segerrrr, ditambah kering bibir dan kerongkongan akan membius kita dan tak sadar tangan mulai grecep untuk meraih minuman es setelah o...
KEBERSIHAN menjadi jendela yang memancarkan citra bagi industri pariwisata. Seindah apa pun satu destinasi wisata, jika mengabaikan faktor kebersihan tentu akan berdampak buruk ba...
PASAR tradisional adalah dunia yang bangun sebelum matahari terbit. Ketika kota masih terlelap, pasar sudah sibuk dengan detak aktivitasnya. Di sini, waktu terasa punya ritme yang...
PELARIAN yang paling tepat saat menghadapi kekalutan ketika menyusun skripsi adalah kongko. Begitupula yang kami lakukan saat itu, di sela-sela kesibukan, kami maseliahan (refresh...
DI tengah suka cita kita memanfaatkan dunia digital, ada suatu ancaman yang tak kasat mata, semacam virus, tengah mengintai generasi muda kita. Adalah brain rot, yang meskipun ter...
LAUT menyambut senyum mentari pagi. Taman terumbu karang mengiringi nyanyian riang canda tawa ikan-ikan. Ada ikan warna-warni bermain petak umpet di balik lubang-lubang batu karan...