Kampusku Sarang Hantu [22]: Mahasiswa Tersandera di Toilet
JIKA ada pepatah mengatakan kebersihan adalah sebagian dari iman, tentu benar adanya. Kebersihan menjadi faktor penting dalam kehidupan manusia. Bahkan semua agama menganjurkan ag...

Jika menemukan lontar "longgar" aksaranya seperti dalam gambar di atas, antara aksara satu dengan lanjutannya dibiarkan terbuka, ini artinya saat menyalin lontar babonnya (sumbernya) telah rusak atau lobang tidak terbaca.
Penyalin konsisten menyalin dengan "melonggarkan" sebanyak berapa aksara tidak terbaca atau lobang.
Ada harapan nantinya kalau ketemu lontar-lontar sejenia bisa ditambahkan yang "longgar" tersebut sesuai acuan lontar yang sama.
Lontar longgar dalam foto ini adalah lontar sangat langka, mungkin satu-satunya lontar yang masih selamat berisi, tabik, Agastya Stawa. Satu lagi berisi Gayatri Mantra.
Kedua lontar longgar ini punya isi sangat penting.
— Sebab ada terdengar keraguan atau selentingan yang mempertanyakan: Apakah Gayatri Mantra itu ada di Nusantara secara utuh? Gayatri Mantra dalam Puja Trisandhya kita sekarang, dalam lontar ini, disebut sebagai SANG HYANG BRAHMA GAYATRI. Ada juga SIWA GAYATRI atau RUDRA GAYATRI. Setidaknya ada dua lontar kuno saya baca berisi Mantra Gayatri. Penelitian lain, Goudriaan and Hooykaas (1971), telah memberikan titik terang keberadaan Gayatri Mantra dari tradisi kuno Bali dan Jawa Kuno.
— Sementara itu, dengan ada stawa pada Rsi Agastya dengan bahasa Sanskerta sangat utuh dan gramatika luar biasa dalam lontar ini, bisa memunculkan pertanyaan: Apakah stawa ini warisan puja dari tradisi Prambanan? Medang Kemulan? Lontar salinan ini bisa jadi telah berusia 400 tahun. Jika demikian, tentunya, lontar yang disalin pasti dari abad-abad sebelum.
Lontar-lontar longgar seperti ini sangat menarik karena kita bisa melihat konsistensi penyalinannya, dan punya potensi kalau sumber atau babonnya dari masa silam yang jauh. [T]
JIKA ada pepatah mengatakan kebersihan adalah sebagian dari iman, tentu benar adanya. Kebersihan menjadi faktor penting dalam kehidupan manusia. Bahkan semua agama menganjurkan ag...
BALI, pulau yang sering dijuluki sebagai “surga dunia”, kini tampak semakin lelah dimata saya. Lelah karena dipuja dan dieksploitasi secara berlebihan. Lelah karena keindahannya d...
“SEPUR…sepur…sepur! Awas sepur! Minggir dulu!” teriak seorang lelaki paruh baya sambil menggerak-gerakkan tangannya, menginstruksikan orang-orang supaya segera minggir dari lintas...
LAGU “Mamak Pesu Bapak Cemburu” yang sempat populer delapan tahun silam kini kembali hadir dalam versi baru yang lebih segar. Lagu ciptaan Ray Peni, musisi senior asal Bali, di...
WAKTU adalah usia kehidupan, sebagai medan eksistensi manusia, dan merupakan tempat ia berlindung dan menetap, tempat ia dapat memberi manfaat kepada orang lain dan tempat ia diam...
GENERASI membuat layangan di Bali sangat mengembirakan. Buktinya, lima kelompok sekaa atau komunitas Teruna sangat kreatif mengikuti Jantra Tradisi Bali, Pacentokan (Lomba) Membua...
LOVINA Festival (LovFest) 2025 siap dilaksanakan 24–27 Juli 2025. Pemkab Buleleng sudah mematangkan segala persiapan agar event tahunan itu berjalan dengan sukses. Tahun ini...
MALAM itu, Senin, 23 Juni 2025, di Kedai Cana, Seririt, Buleleng, bergulir lagi program Layar Kolektif Bali Utara dan Komunitas Singaraja Menonton, yakni pemutaran film-film pende...
SEBAGAI pertanggungjawaban seorang penulis tentunya tidak hanya mengajak pembaca untuk berpikir dan menggali serta menyimpulan sendiri atas sajian paragraf-paragraf yang saya tuli...
AKU mesti menyampaikan terima kasih kepada Nona Angelina Enny yang telah mengundangku bergabung dalam eskpedisi Mencari Sita di Hindia Belanda meski hanya bisa menguntit pelayaran...