Orang Bali Rasis, Benarkah?
BEBERAPA waktu lalu Denpasar kembali menjadi panggung demonstrasi. Massa yang menamakan diri Bali Tidak Diam turun ke jalan, menyuarakan keresahan atas kebijakan dan situasi sosia...

Jika menemukan lontar "longgar" aksaranya seperti dalam gambar di atas, antara aksara satu dengan lanjutannya dibiarkan terbuka, ini artinya saat menyalin lontar babonnya (sumbernya) telah rusak atau lobang tidak terbaca.
Penyalin konsisten menyalin dengan "melonggarkan" sebanyak berapa aksara tidak terbaca atau lobang.
Ada harapan nantinya kalau ketemu lontar-lontar sejenia bisa ditambahkan yang "longgar" tersebut sesuai acuan lontar yang sama.
Lontar longgar dalam foto ini adalah lontar sangat langka, mungkin satu-satunya lontar yang masih selamat berisi, tabik, Agastya Stawa. Satu lagi berisi Gayatri Mantra.
Kedua lontar longgar ini punya isi sangat penting.
— Sebab ada terdengar keraguan atau selentingan yang mempertanyakan: Apakah Gayatri Mantra itu ada di Nusantara secara utuh? Gayatri Mantra dalam Puja Trisandhya kita sekarang, dalam lontar ini, disebut sebagai SANG HYANG BRAHMA GAYATRI. Ada juga SIWA GAYATRI atau RUDRA GAYATRI. Setidaknya ada dua lontar kuno saya baca berisi Mantra Gayatri. Penelitian lain, Goudriaan and Hooykaas (1971), telah memberikan titik terang keberadaan Gayatri Mantra dari tradisi kuno Bali dan Jawa Kuno.
— Sementara itu, dengan ada stawa pada Rsi Agastya dengan bahasa Sanskerta sangat utuh dan gramatika luar biasa dalam lontar ini, bisa memunculkan pertanyaan: Apakah stawa ini warisan puja dari tradisi Prambanan? Medang Kemulan? Lontar salinan ini bisa jadi telah berusia 400 tahun. Jika demikian, tentunya, lontar yang disalin pasti dari abad-abad sebelum.
Lontar-lontar longgar seperti ini sangat menarik karena kita bisa melihat konsistensi penyalinannya, dan punya potensi kalau sumber atau babonnya dari masa silam yang jauh. [T]
BEBERAPA waktu lalu Denpasar kembali menjadi panggung demonstrasi. Massa yang menamakan diri Bali Tidak Diam turun ke jalan, menyuarakan keresahan atas kebijakan dan situasi sosia...
ADA aroma yang akrab ketika tanah kering usai diguyur hujan. Aroma yang menguap dari aspal Jakarta yang panas, atau dari pematang sawah di Gianyar. Juga dari gang-gang sempit di S...
BEBERAPA waktu lalu banyak beredar untuk lucu-lucuan, postingan mama-mama di TikTok soal model parenting zaman now yang gak mempan. Udah disuruh baik-baik, si anak tetap ngeyel ma...
LUH Putu Citra Lestari dan Kadek Suka Satia Budi tampak senang ketika ditetapkan sebagai pemenang dalam ajang Grandfinal Pemilihan Truna-Truni Dharma Duta Week #4 di kampus Instit...
DESA Munduk, salah satu desa wisata yang terkenal di wilayah Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng-Bali. Desa pegunungan ini berada pada ketinggian sekitar 800 meter dengan u...
PERPUSTAKAAN Medayu Agung, Surabaya, baru saja bergembira atas terselenggaranya “Pamer Koleksi” sepekan yang lalu. Pameran arsip itu berjalan lancar dan sangat mengesankan bagi pe...
SETIAP orang punya cara sendiri untuk merasa aman. Bagi Gangga, anakku yang berada dalam spektrum autisme, rasa aman itu hadir bukan hanya lewat pelukan atau kata-kata, melainkan...
AJANG pemilihan Jegeg-Bagus (cantik dan tampan) bukan melulu urusan wajah, cuap-cuap di depan orang, atau lenggang lenggok di atas panggung. Pemelihan Jegeg-Bagus lebih pada penci...
SENI menjadi senjata ampuh untuk memperkenalkan Bali ke dunia melalui karya-karya senimannya. Jika sebelumnya dilakukan orang asing seperti Walter Spies, tetapi kini sudah banyak...
BEBERAPA tahun silam sempat menengok gambaran tentang para kuli perkebunan zaman kolonial yang terpampang pada panil-panil seni porselen karya J.C. Schultz. Saya belum mendapat in...