INVESTOR GELAP KUASAI BALI
— Catatan Harian Sugi Lanus, 26 Oktober 2025 Jika Indonesia dikhawatirkan bermasa depan gelap, bagaimana dengan Bali? Dalam kasus Bali, masa depan Bali akan buram menuju gel...

Jika menemukan lontar "longgar" aksaranya seperti dalam gambar di atas, antara aksara satu dengan lanjutannya dibiarkan terbuka, ini artinya saat menyalin lontar babonnya (sumbernya) telah rusak atau lobang tidak terbaca.
Penyalin konsisten menyalin dengan "melonggarkan" sebanyak berapa aksara tidak terbaca atau lobang.
Ada harapan nantinya kalau ketemu lontar-lontar sejenia bisa ditambahkan yang "longgar" tersebut sesuai acuan lontar yang sama.
Lontar longgar dalam foto ini adalah lontar sangat langka, mungkin satu-satunya lontar yang masih selamat berisi, tabik, Agastya Stawa. Satu lagi berisi Gayatri Mantra.
Kedua lontar longgar ini punya isi sangat penting.
— Sebab ada terdengar keraguan atau selentingan yang mempertanyakan: Apakah Gayatri Mantra itu ada di Nusantara secara utuh? Gayatri Mantra dalam Puja Trisandhya kita sekarang, dalam lontar ini, disebut sebagai SANG HYANG BRAHMA GAYATRI. Ada juga SIWA GAYATRI atau RUDRA GAYATRI. Setidaknya ada dua lontar kuno saya baca berisi Mantra Gayatri. Penelitian lain, Goudriaan and Hooykaas (1971), telah memberikan titik terang keberadaan Gayatri Mantra dari tradisi kuno Bali dan Jawa Kuno.
— Sementara itu, dengan ada stawa pada Rsi Agastya dengan bahasa Sanskerta sangat utuh dan gramatika luar biasa dalam lontar ini, bisa memunculkan pertanyaan: Apakah stawa ini warisan puja dari tradisi Prambanan? Medang Kemulan? Lontar salinan ini bisa jadi telah berusia 400 tahun. Jika demikian, tentunya, lontar yang disalin pasti dari abad-abad sebelum.
Lontar-lontar longgar seperti ini sangat menarik karena kita bisa melihat konsistensi penyalinannya, dan punya potensi kalau sumber atau babonnya dari masa silam yang jauh. [T]
— Catatan Harian Sugi Lanus, 26 Oktober 2025 Jika Indonesia dikhawatirkan bermasa depan gelap, bagaimana dengan Bali? Dalam kasus Bali, masa depan Bali akan buram menuju gel...
SORE, 25 Oktober 2025, suasana Ruang Santay Coffee & Tea Renon Denpasar terasa hangat dan bersahabat. Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Udayana menggelar acara “...
Ketika menyaksikan anak-anak muda tampil dalam lomba Dharmawacana Bahasa Inggris di ajang Utsawa Dharma Gita (UDG) ke-32, serasa ada yang tersedot oleh aksi mereka. Kata-katanya l...
Aku memulai perjalanan menuju Kota Surabaya dengan perasaan campur aduk antara antusias dan gugup. Kereta Api Sritanjung berhenti di Stasiun Purwosari untuk menjemput para penumpa...
Sebelum berbicara tentang Budaya Bali Kini, saya mencoba bertanya pada diri tentang Budaya Bali Kita? Kita berarti ada saya di dalamnya, dan juga ada mereka di sisi yang lain....
PELAYAN yang biasanya menyapa mereka tidak ada malam itu. Nadine memperhatikan pintu sebentar, seolah menunggu seseorang yang tidak akan datang. Angin malam berhembus lebih kencan...
OH, MEME, IBUKU! Bunga rampai di atas janur dipersembahkanDi bawah ketupat aku melihat, sebilah pisauPerempuan-perempuan menari terbelengguBergumam menghadap Bhatara Entah a...
Dalam mitologi Yunani, Pandora berkaitan dengan kisah penciptaan, keindahan dan kepiluan. Kisah itu ditulis oleh Hesiodos, seorang penyair Yunani, sekitar 700 SM. Diceritakan Prom...
Kembali pada Kesadaran Kesatuan Kita hidup di zaman serba cepat, penuh koneksi digital, namun justru miskin keintiman batin. Dunia yang tampak saling terhubung ini sebenarnya t...
RUANG Paseban Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, Jumat (24/10), dipenuhi dengan antusiasme, keceriaan, dan ketegangan. Suasana tersebut mewarnai gelaran puncak Pekan...