'Changes': Penghormatan Kepada Pangeran Kegelapan
CHANGES dari Black Sabbath, sebuah balada gelap dari awal 70. Intro dibangun dengan riff yang menggemakan ratapan. Sepanjang lagu, nada kehilangan mengalir, tentang hati yang dibu...

Jika menemukan lontar "longgar" aksaranya seperti dalam gambar di atas, antara aksara satu dengan lanjutannya dibiarkan terbuka, ini artinya saat menyalin lontar babonnya (sumbernya) telah rusak atau lobang tidak terbaca.
Penyalin konsisten menyalin dengan "melonggarkan" sebanyak berapa aksara tidak terbaca atau lobang.
Ada harapan nantinya kalau ketemu lontar-lontar sejenia bisa ditambahkan yang "longgar" tersebut sesuai acuan lontar yang sama.
Lontar longgar dalam foto ini adalah lontar sangat langka, mungkin satu-satunya lontar yang masih selamat berisi, tabik, Agastya Stawa. Satu lagi berisi Gayatri Mantra.
Kedua lontar longgar ini punya isi sangat penting.
— Sebab ada terdengar keraguan atau selentingan yang mempertanyakan: Apakah Gayatri Mantra itu ada di Nusantara secara utuh? Gayatri Mantra dalam Puja Trisandhya kita sekarang, dalam lontar ini, disebut sebagai SANG HYANG BRAHMA GAYATRI. Ada juga SIWA GAYATRI atau RUDRA GAYATRI. Setidaknya ada dua lontar kuno saya baca berisi Mantra Gayatri. Penelitian lain, Goudriaan and Hooykaas (1971), telah memberikan titik terang keberadaan Gayatri Mantra dari tradisi kuno Bali dan Jawa Kuno.
— Sementara itu, dengan ada stawa pada Rsi Agastya dengan bahasa Sanskerta sangat utuh dan gramatika luar biasa dalam lontar ini, bisa memunculkan pertanyaan: Apakah stawa ini warisan puja dari tradisi Prambanan? Medang Kemulan? Lontar salinan ini bisa jadi telah berusia 400 tahun. Jika demikian, tentunya, lontar yang disalin pasti dari abad-abad sebelum.
Lontar-lontar longgar seperti ini sangat menarik karena kita bisa melihat konsistensi penyalinannya, dan punya potensi kalau sumber atau babonnya dari masa silam yang jauh. [T]
CHANGES dari Black Sabbath, sebuah balada gelap dari awal 70. Intro dibangun dengan riff yang menggemakan ratapan. Sepanjang lagu, nada kehilangan mengalir, tentang hati yang dibu...
“SETAHU saya, sekarang hanya tinggal tiga orang saja yang masih menenun,” kata Ketut Resiani tanpa menoleh. Ia menata benang seolah sedang menata ulang sejarah. Perempuan kelahira...
KEBERANGKATAN kami dimulai dini hari tanggal 9 November 2025, ketika suasana masih gelap dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta seperti memiliki denyut yang berbeda dari biasanya....
DALAM setiap zaman, manusia selalu berusaha memahami struktur terdalam dari realitas. Fisikawan menggunakan matematika dan eksperimen untuk mengukur semesta; para bijak dan yogi m...
"Menurut saya, dia cantik!" Selesai. Tak perlu dikaji, tak perlu dianalisis. Seisi alam sepakat: Indra menciptakan rasa, pilihan rasa melahirkan suka, dan kumpulan suka itulah yan...
KOMUNITAS ActorIdea Padang Panjang kembali memperluas perjalanan kreatifnya melalui serangkaian agenda tur pertunjukan teater Malin Kundang Lirih dengan tajuk “Selirih Dua Kota”....
BICARA Bali tidak ada habisnya, sebagai sebuah pulau kecil dengan culture adat budaya, pemandagan alam, pantai nya yang eksotik menjadi daya tarik para pelancong, domestik dan man...
SUDAH sepuluh tahun Bara hidup di rumah itu—rumah besar peninggalan mertua yang temboknya selalu lembab dan menguarkan aroma kapur yang menua bersama waktu. Di dalam rumah itu, ta...
Kisah Tembok dan Lantai Adakah cerita yang mengisahkantembok dan lantai,akhirnya tak samawalau dekat bersebelah. Di ruang, di rumah, bahkantempat orang bersandar, dan air ik...
Perjuangan menurut KBBI berasal dari kata dasar "juang", yang berarti berusaha sekuat tenaga (dalam perang, perkelahian, dsb). "Perjuangan" sendiri adalah proses, cara, atau perbu...