Tips Minta Uang SPP kepada Ortu bagi Mahasiswa Telat Tamat
BULAN Januari sampai awal Februari ini adalah bulan yang paling gawat bagi para mahasiswa. Tentu karena bulan-bulan itu biasanya tenggat mahasiswa bayar SPP. Bagi maha...

Jika menemukan lontar "longgar" aksaranya seperti dalam gambar di atas, antara aksara satu dengan lanjutannya dibiarkan terbuka, ini artinya saat menyalin lontar babonnya (sumbernya) telah rusak atau lobang tidak terbaca.
Penyalin konsisten menyalin dengan "melonggarkan" sebanyak berapa aksara tidak terbaca atau lobang.
Ada harapan nantinya kalau ketemu lontar-lontar sejenia bisa ditambahkan yang "longgar" tersebut sesuai acuan lontar yang sama.
Lontar longgar dalam foto ini adalah lontar sangat langka, mungkin satu-satunya lontar yang masih selamat berisi, tabik, Agastya Stawa. Satu lagi berisi Gayatri Mantra.
Kedua lontar longgar ini punya isi sangat penting.
— Sebab ada terdengar keraguan atau selentingan yang mempertanyakan: Apakah Gayatri Mantra itu ada di Nusantara secara utuh? Gayatri Mantra dalam Puja Trisandhya kita sekarang, dalam lontar ini, disebut sebagai SANG HYANG BRAHMA GAYATRI. Ada juga SIWA GAYATRI atau RUDRA GAYATRI. Setidaknya ada dua lontar kuno saya baca berisi Mantra Gayatri. Penelitian lain, Goudriaan and Hooykaas (1971), telah memberikan titik terang keberadaan Gayatri Mantra dari tradisi kuno Bali dan Jawa Kuno.
— Sementara itu, dengan ada stawa pada Rsi Agastya dengan bahasa Sanskerta sangat utuh dan gramatika luar biasa dalam lontar ini, bisa memunculkan pertanyaan: Apakah stawa ini warisan puja dari tradisi Prambanan? Medang Kemulan? Lontar salinan ini bisa jadi telah berusia 400 tahun. Jika demikian, tentunya, lontar yang disalin pasti dari abad-abad sebelum.
Lontar-lontar longgar seperti ini sangat menarik karena kita bisa melihat konsistensi penyalinannya, dan punya potensi kalau sumber atau babonnya dari masa silam yang jauh. [T]
BULAN Januari sampai awal Februari ini adalah bulan yang paling gawat bagi para mahasiswa. Tentu karena bulan-bulan itu biasanya tenggat mahasiswa bayar SPP. Bagi maha...
BERTEATER, bila dimaknai seputar belajar akting (aktor), penyutradaraan, dan perangkat produksi lainnya, posisi saya di Teater Kalangan, sungguh berada dalam kejelasan ya...
MELIHAT beberapa postingan di media sosial menjelang Pilgub Bali 2018, saya temukan banyak logika aneh -- jika tak boleh disebut sesat logika. Memang, sebagian postingan,...
KEMARIN saya berkesempatan membaca-baca koleksi lontar Java Instituut (berdiri 1919), salah satunya Lontar Kutaramanawa, dan menjadi kembali teringat pertanyaan teman-tem...
PENYAIR Angga Wijaya meluncurkan buku kumpulan puisi pertamanya yang berjudul Catatan Pulang di Rumah Berdaya, Denpasar, Sabtu, 19 Januari 2017. Yang menarik, peluncuran...
KIRANYA, atmosfer peralihan zaman yang dirasakan oleh penulis cerita kartun Boruto di Jepang dan di Indonesia tidak jauh berbeda. Perbedaan itu nyaris tak tampak, apalagi...
“Yang sekolah kan bukan seragamnya tapi anaknya loh” (Danarti Wulandari, pendiri Sekolah Bunga Papua kepada redaksi aldp-papua.com) BAGIAN kedua esai sebelumnya say...
KEPADA tanah tempat bertumpu, saya ucapkan terimakasih. Terimakasih sebab telah memungkinkan agar saya tetap hidup. Terimakasih untuk segala hal yang telah saya dapat, ju...
SALAH satu agenda utama saya setelah meninggalkan Singaraja dan pulang ke Tuban adalah sowan (ziarah) ke makam-makam para Syekh dan Wali yang ada di Tuban dan mengantarka...
Cerpen: Muhamad Kusuma Gotansyah CERITA ini berlangsung lambat, seperti lift berisi delapan orang yang menjadi latar tempat cerita ini. Lift itu sudah tua, tak sama sepert...