Tuhan, Cinta dan Birahi, di Bawah Kibaran Daster
Judul : Bibir Yang Terikat Penulis : Ferry Fansuri Penerbit : AE Publishing Cetakan 1 : Agustus 2017 ISBN : 978...

Jika menemukan lontar "longgar" aksaranya seperti dalam gambar di atas, antara aksara satu dengan lanjutannya dibiarkan terbuka, ini artinya saat menyalin lontar babonnya (sumbernya) telah rusak atau lobang tidak terbaca.
Penyalin konsisten menyalin dengan "melonggarkan" sebanyak berapa aksara tidak terbaca atau lobang.
Ada harapan nantinya kalau ketemu lontar-lontar sejenia bisa ditambahkan yang "longgar" tersebut sesuai acuan lontar yang sama.
Lontar longgar dalam foto ini adalah lontar sangat langka, mungkin satu-satunya lontar yang masih selamat berisi, tabik, Agastya Stawa. Satu lagi berisi Gayatri Mantra.
Kedua lontar longgar ini punya isi sangat penting.
— Sebab ada terdengar keraguan atau selentingan yang mempertanyakan: Apakah Gayatri Mantra itu ada di Nusantara secara utuh? Gayatri Mantra dalam Puja Trisandhya kita sekarang, dalam lontar ini, disebut sebagai SANG HYANG BRAHMA GAYATRI. Ada juga SIWA GAYATRI atau RUDRA GAYATRI. Setidaknya ada dua lontar kuno saya baca berisi Mantra Gayatri. Penelitian lain, Goudriaan and Hooykaas (1971), telah memberikan titik terang keberadaan Gayatri Mantra dari tradisi kuno Bali dan Jawa Kuno.
— Sementara itu, dengan ada stawa pada Rsi Agastya dengan bahasa Sanskerta sangat utuh dan gramatika luar biasa dalam lontar ini, bisa memunculkan pertanyaan: Apakah stawa ini warisan puja dari tradisi Prambanan? Medang Kemulan? Lontar salinan ini bisa jadi telah berusia 400 tahun. Jika demikian, tentunya, lontar yang disalin pasti dari abad-abad sebelum.
Lontar-lontar longgar seperti ini sangat menarik karena kita bisa melihat konsistensi penyalinannya, dan punya potensi kalau sumber atau babonnya dari masa silam yang jauh. [T]
Judul : Bibir Yang Terikat Penulis : Ferry Fansuri Penerbit : AE Publishing Cetakan 1 : Agustus 2017 ISBN : 978...
SUARA mesin grinder biji kopi, aroma biji kopi yang telah menjadi bubuk, lagu pop barat yang membosankan. Dan orang-orang yang melewatkan malam bersama dalam satu ruang. Robin d...
“Siapa yang bercita-cita menjadi seorang pelukis?” tanya Ryan, salah seorang mahasiswa KKN PPM XVI Universitas Udayana Tahun 2018, kepada 47 orang siswa kelas IV dan V SD Negeri 2...
DARI sekian banyak film yang pernah saya tonton, adegan akhir “Dead Poets Society” masih terus terpatri di alam bawah sadar saya selama waktu lama. Adegan terakhir ini muncul kemba...
BERBICARA soal cinta memang tidak akan berujung. Rumit iya, sederhana iya, angkuh iya, arogan iya, bahagia juga iya. Atau mungkin ada yang ingin menambahkan lagi? Atau ada yang ing...
LUH Sukerti (bukan nama sebenarnya) sudah hampir setahun ini tidak bertegur sapa dengan seorang tetangganya yang bersebelahan dengan rumahnya. Pasalnya, Sukerti mendapat petunjuk d...
APA itu kone? Dalam bahasa Bali kone diartikan sebagai bentuk pernyataan ketidakpastian, atau suatu yang tidak nyata. Berbicara tentang kenyataan, khususnya di Bali ada suatu kutip...
BEBERAPA hari yang lalu, tepatnya tangga 10 Februari 2018, media sosial digegerkan dengan gambar seorang pria bersimpah darah. Tergeletak di lantai. Gambar itu membuat banyak orang...
PROSES penciptaan mengkhususkan pada etika dan estetika untuk kemudian dikelola melalui spirit yang ada pada diri manusia. Bahan-bahannya kemudian muncul dari suatu keluhuran buday...
INI adalah kebebasan dalam berekspresi yang dituangkan dalam berbagai bentuk. Letupan pergolakan emosi dipecahkan dalam ranah seni. Mural salah satunya. Tapi tatkala mendengar b...