Berhenti Membicarakan Pandemi
Saya pikir sebagian pembaca yang membaca tulisan ini mungkin sudah bosan membicarakan soal pandemi. Berhenti membicarakan pandemi tidak akan menghentikan pandemi, sama halnya teru...
Terbentuk pada tahun 2016, Soulfood yang berdiri kokoh dengan jenis musik Soul/RnB menjadi bagian tubuh yang utuh meliputi didalamnya ada Lyta (vokal), Bam (gitar) dan Palel (drum) sebagai formasi lengkap. Perjalanan yang cukup lama di dalam bermusik dan menemukan formula yang pas membuahkan hasil yang menyenangkan saat ini. Tepat tahun 2020 ini, Soulfood telah menelurkan 2 buah single bertajuk Mi Say dan Ain’t No Money It’s Okay yang bisa didengarkan via digital platform.

Tidak puas dengan hanya menelurkan 2 single saja, Soulfood mulai memproduktifkan diri mereka untuk membuat sebuah maestro karya yang akan siap dirilis pada waktu dekat ini dengan mengeluarkan suatu Extended Play yang bertajuk It Won’t Over dibawah naungan label yang cukup terkenal masa kini, Pohon Tua Creatorium berhasil mengeksekusi EP mereka dengan cukup baik.
Berisikan 5 lagu berbahaya diantaranya ada It Won’t Over bercerita tentang suara kebebasan di dalam berkarya melalui proses yang cukup panjang untuk bisa melangkah membuat suatu karya yang lebih hebat lagi menuju suatu keinginan yang dicapai. Kuncinya adalah suatu kebersamaan dan suatu konsistensi didalamnya.
Pada lagu nomor 2 bertajuk Ain’t No Money It’s Okay bercerita tentang tidak pentingnya memiliki uang. Lebih tepatnya bukan pentingnya uang tersebut, tetapi bukan suatu yang utama. Paling utama adalah terus berkarya supaya menghasilkan uang lebih banyak. Kemudian ada Fly yang bercerita tentang jangan pernah pamrih jika kita melakukan hal apa pun atau pun memberikan sesuatu ke orang. Itu akan tidak membuat diri kita akan tidak baik ke depannya.
Berkeluh kesah adalah hak semua orang, tetapi jika berkeluh kesah di dalam rentan waktu yang intens, tidak akan menjadikan diri kita apa-apa. adalah It Does Make Alright dan yang terakhir ada Mi Say bercerita tentang polemik yang dihadapkan masa kini yang terjadi berlangsung lama, lagu ini ingin mengajak untuk tetap semangat menjalani hidup ini dengan cara nikmati saja hidup ini!
Semoga album ini bisa diterima oleh semua orang dan bisa membuat hari-hari ini lebih semangat lagi. Jangan menyerah untuk melakukan apa yang bisa kita lakukan! Just do it! [T] [*]
Saya pikir sebagian pembaca yang membaca tulisan ini mungkin sudah bosan membicarakan soal pandemi. Berhenti membicarakan pandemi tidak akan menghentikan pandemi, sama halnya teru...
— Catatan Harian Sugi Lanus, Anggar Kasih Kulantir, 28 Juli 2020. Usia 9-10 tahun saya mendapati kitab Bhagavad Gita (atau ditulis Bhagawad Gita) bagian tengahnya terbakar di p...
Melihat sunrise ada di Kuta? Itu mustahil. Sunrise atau matahari terbit adanya di timur, sedangkan Pantai Kuta berhadapan dengan langit barat sehingga yang dimiliki hanya sunset a...
“Ayo oper bolanya ke sini, Par!” “Ke sini aja, Par. Gue kosong!” “Woi ada motor noh, minggir dulu nyok!” Sore itu, keseruan pertandingan sepak bola di dalam sebuah gang s...
Awalnya hanya karena penasaran dengan kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh dosen, lalu saya tertarik kegiatan pengabdian, menjadi volunteer, atau hal sejenisnya, maka say...
Ikang wwang tan wruh ring subhasita mapunggung manraseng sadrasa “Orang yang tak tahu bahasa yang baik, maka ia tak tahu enam rasa kehidupan” Milenial sekarang, serasa kuran...
Saya tidak bermaksud untuk memasangkan kedua kata itu sebagai kawan, atau pun mempertentangkannya sebagai lawan. Keduanya berdiri sendiri, tapi berhubungan dengan sangat halus. Ya...
Ubud sebagai sebuah desa telah melaju cepat menjadi sebuah kawasan pariwisata kelas dunia. Konsistensi Ubud pada jalur “kebudayaan” sebagai sebuah roh sekaligus landasan pariwisat...
Beberapa hari terakhir ini banyak kegaduhan di media sosial tentang keluhan-keluhan orang tua dalam menghadapi kelanjutan sekolah online, artinya karena di masa pandemi ini belum...
Bali memiliki dua kalender tradisional. Pertama Kalender Saka berbasis sasih (bulan) dengan rotasi satu tahun. Kedua, Kalender Pawukon berbasis wuku (minggu) dengan rotasi saban s...