Catatan Perjalanan Janger Beringkit
JIKA menuju Tabanan dari arah Denpasar tentu akan melewati Desa Adat Beringkit di Kawasan Kecamatan Mengwi, Badung. Ketika mendengar Beringkit, yang paling familiar adalah pasar h...
Belakangan ini, banyak yang menanyakan pada saya tentang kasus seorang pejabat terkenal dan kontroversial karena dianggap menyinggung masyarakat Bali. Beberapa waktu lalu ia meminta maaf, namun justru banyak orang yang tersulut dengan cara permintaan maafnya. Perlu diketahui, saya adalah psikiater yang dipagari etika yang tidak memperbolehkan saya mengomentari apalagi mendiagnosis seseorang hanya dari berita tanpa pemeriksaan khusus. Tulisan ini bukan dalam rangka itu.
Namun, izinkan saya memberikan edukasi untuk kita semua agar bisa mawas diri, tentang apa yang dinamakan Narcistic Apology atau permintaan maaf yang dilakukan orang yang narsistik. Pada intinya, permintaan maaf baiknya tanpa disertai alasan pembenar atau menimpakan kesalahan pada orang lain. Mari belajar dan bercermin pada diri masing-masing, apakah kita pernah melakukannya?
Berikut 13 jenis permintaan maaf orang yang mengalami gangguan kepribadian narsistik:
Contoh kalimat permintaan maaf semacam ini misalnya “Baik! Aku minta maaf, oke!”, “Oke, aku minta maaf, demi Tuhan”, atau “Beri aku waktu istirahat, maafkan aku, oke?”
Setelah membaca jenis permintaan maaf yang narsistik di atas, tentu pembaca akan bertanya, bagaimanakah permintaan maaf yang baik? Permintaan maaf yang baik memiliki sebagian besar atau semua karateristik berikut, di antaranya: tidak mengandung kondisi atau meminimalkan apa yang telah dilakukan; menunjukkan bahwa orang yang meminta maaf memahami dan memiliki empati atas pengalamandan perasaan orang yang tersinggung; menunjukkan penyesalan; menawarkan komitmen untuk menghindari terulangnya perilaku yang menyakitkan di masa depan; menawarkan untuk menebus atau memberikan restitusi jika sesuai. Semoga kita semua dalam keadaan mantap jiwa dan raga. Salam mantap jiwa.
JIKA menuju Tabanan dari arah Denpasar tentu akan melewati Desa Adat Beringkit di Kawasan Kecamatan Mengwi, Badung. Ketika mendengar Beringkit, yang paling familiar adalah pasar h...
SEJAK Kamis, 21 Mei 2026 ada semangat hidup sehat dan kebersamaan yang dihadirkan di Dewata Mas Futsal di Jalan Raya Mas, Ubud, Gianyar. Mereka-mereka yang ada di sana hadir untuk...
MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026, ibarat membaca buku novel yang dimulai dari...
Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari lingkungan akademik dan pergaulan s...
Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa yang mulai mengucap janji tak begit...
RASA-RASANYA kau tak akan kuat memendam sendiri masalahmu ini. Kau yang semata wayang, kau yang ditinggal ayahmu saat umurmu angka 5, kau yang hidup hanya berdua dengan ibumu yang...
SAAT gelisahku, saat bongkar-bongkar buku lama berdebu – saya justru tertarik drama-drama karya William Shakespeare. Setelah mencoba memahami lakon Macbeth – selanjutnya saya m...
LAGU “The Park” dari album Salisbury karya Uriah Heep sering dipahami sebagai balada progresif yang kontemplatif dan melankolis. Dengan vokal falseto lembut dari David Byron dan i...
ADA satu kalimat yang beberapa tahun terakhir identik dengan Arsenal: trust the process. Kalimat itu awalnya lebih sering menjadi bahan olokan dibanding sumber optimisme. Arsenal...
DI sebuah pagi yang riuh, sekelompok anak muda berjalan beriringan di jalanan desa Ketewel, Gianyar. Di tangan mereka, suling, kendang, dan perangkat gamelan lainnya dimainkan den...