Razia Warung? Ah, Saya Selalu Sukses Puasa Dikurung Warung
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
Katinggal merupakan prosesi akhir dalam prosesi Materuna Nyoman di Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali. Ini tandanya bahwa telah berakhirnya masa pendidikan selama satu tahun penuh (Nemu Gelang) yang dilaksanakan oleh seluruh peserta Teruna Nyoman. Jika diibaratkan mereka layaknya sebagai kupu-kupu yang telah sempurna dengan sayap-sayapnya yang siap terbang. Begitu indah gagah dan kuat.
Katinggal dilaksanakan pada sasih kaulu pada sistem penanggalan kalender Desa Adat Tenganan Pegringsingan. Awal dari prosesi Katinggal yakni para peserta Teruna Nyoman berkumpul di Asrama dengan menggunakan Payas Gede Desa Adat Tenganan Pegringsingan yang diantaranya menggunakan Udeng (ikat kepala) yang dilengkapi dengan hiasan bunga emas, Kamen dan Saput Gringsing serta membawa senjata keris yang disebut dengan Kadutan.
Setelah para peserta berkumpul, mulailah Jro Mekel (Guru dari Teruna Nyoman) memimpin peserta Teruna Nyoman untuk mengunjungi tempat Daha berkumpul, bukan Gantih/Subak yang seperti biasanya para Daha berkumpul, yakni dipilih beberapa tempat yang netral untuk berkumpulnya Daha. dalam perjalanan menuju tempat para Daha berkumpul Jro Mekel berjalan paling depan dengan menggunakan kain Gringsing serta membawa Tamiang (perisai) lalu diikuti oleh para peserta di belakangnya.
Dalam pelaksanaan prosesi Katinggal dapat dikonotasikan pada saat ini menyerupai wisuda sekolah formal, katinggal dihadiri oleh orang-orang yang ikut memiliki andil dalam berhasilnya peserta Teruna Nyoman menyelesaikan prosesi Materuna Nyoman, diantaranya seluruh Daha di setiap masing-masing Gantih, Penegenan Base, Teruna Bani, Teruna Pengawin serta orang tua dari peserta Materuna Nyoman dan perwakilan Keliang dari Desa Adat Tenganan Pegringsingan.
Bagian penting dari prosesi ini adalah pesan-pesan terakhir (pabesen) untuk para peserta Teruna Nyoman yang akan diberikan Jro Mekel, tapi sebelum Jro Mekel memberikan mabesen terhadap peserta Teruna Nyoman, Jro Mekel terlebih dahulu Mengkeb (bersembunyi) dan ini merupakan tugas terakhir yang harus dilakukan oleh peserta Teruna Nyoman untuk menemukan tempat persembunyian Jro Mekel hingga ditemukan kembali.
Ada makna mendalam yang perlu dicermati, bahwasannya meskipun pendidikan akan berakhir namun peserta Teruna Nyoman tetap di uji kesetiaannya terhadap Jro Mekel, sejauh mana peserta Teruna Nyoman ini sabar mencari Jro Mekel hingga ditemukan, karena seorang Jro Mekel akan tetap menjadi Jro Mekel di hati para peserta Teruna Nyoman, meskipun prosesi Materuna Nyoman telah berakhir, kelak Teruna Nyoman akan tetap memanggil Jro Mekel jika bertemu dimanapun, hingga Jro Mekel meninggal pun akan tetap di panggil Jro Mekel oleh Teruna Nyoman, hal ini menandakan bagaimana pentingnya sosok seorang guru.
Tahapan inti dari prosesi Katinggal ini adalah Pabesen dari Jro Mekel., peserta Teruna Nyoman akan duduk berhadapan dengan Jro Mekel diatas yakni di Bale Buga, sementara itu Teruna Bani serta Teruna Pengawin mengucapkan Samodana (mantra suci) yang menandakan prosesi Materuna Nyoman akan diakhiri hari ini, serta bersyukur karena acara ini telah berjalan dengan baik dan lancar. Setelah Teruna Bani dan Teruna Pengawin selesai mengucapkan Samodana, maka saat itu juga peserta Teruna Nyoman turun dari Bale Buga dan duduk bersila dibawah menghadap Jro Mekel yang masih duduk diatas yakni di Bale Buga dan bersiap untuk memberikan wejangan akhir.
Pabesen akhir yang diucapkan oleh Jro Mekel adalah “Cai Teruna Nyoman ajak mekejang, jani suba madan atiban genep cai malajahang dewek, da nyen cai engsap lan suud malajah, anak nu liu plajahaane ane lakar cai plajahin disisi, pejalan cai ne enu lantang ento ngeranayang de kanti cai med malajain dewek, nah jani cai ajak makejang suba seken ane madan Teruna Nyoman”.
Dengan berakhirnya wejangan akhir dari Jro Mekel maka berakhir pula prosesi dari Materuna Nyoman, maka keseluruhan peserta Materuna Nyoman telah sah secara adat sebagai Teruna Nyoman dan telah masuk ke dalam organisasi Teruna di masing-masing Bale Patemu tempat mereka berasal. Teruna Nyoman akan mulai ikut dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh organisasi Teruna, semua pelajaran yang didapatkan selama prosesi Materuna Nyoman akan diterapakannya nanti pada saat kegiatan adat dilakukan.
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
JUDUL tulisan ini merupakan tema diskusi Kupang Pesta Monolog yang coba menggali daya vital teater dan perannya dalam kehidupan konkret (aktual). Bahwa teater sebagai seni...
DI Bali, lumrah bila di tempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya “Due”. (“Due” dibaca seper...
“KINI banyak pengarang muda yang bagus. Banyak sekali,” kata Seno Gumira Ajidarma saat ngobrol singkat pada suatu pagi dengan tatkala.co di Honeymoon Guest House, Ubud, 6 Juni lalu...
SEBUAH analog yang saya anggap pas untuk menggambarkan budaya korupsi di Indonesia adalah tradisi buang sampah sembarangan. Meski lingkungan jadi kotor, menghilangkan rasa nyaman,...
HALO sahabat mahasiswa super di manapun kalian berada, selamat beraktivitas. Semoga semua hidup berbahagia dan dalam lindungan dosen yang maha buasnya. Sangat super sekali kita mas...
Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahw...
DUNIA pendidikan, modal utama dalam perkembangan peradaban manusia. Inovasi-inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir terlahir di dalamnya. Sejarah perubahan besar-bes...
PAWAI pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (11/6). Dan betapa senang mendengar Presiden...
Menikah itu sulit, tapi bercerai ternyata jauh lebih sulit. Saat mau menikah, yang penting hanya sedikit kemantapan hati, komitmen untuk sama susah sama senang, izin orang tua, sed...