Buleleng Terkaya di Bali, Sesungguhnyalah Tak Perlu Investor
DI Bali hanya dua kabupaten yang memiliki danau sekaligus laut: Buleleng dan Tabanan. Bangli punya danau besar tapi tak punya laut. Semua kabupaten lain punya laut, tapi lacur tak...
Menggapai-Mu di malam hening
Ayat kudengar merdu di telinga
Tutupi luka di sekujur tubuhku
Masa lalu terasa begitu berat
Adakah aku pantas kembali
Teguran kudengar sangat jelas
Dosa-dosa tak bisa lagi kuhitung
Dunia adalah rumah sakit jiwa
Engkau maha menyembuhkan
Sembuhkan aku dari kekeliruan
Datang, datanglah wahai Kekasih
Rindu ini semoga tak jadi sembilu
Bertahun-tahun kutunggu dirimu
Beribu bintang di langit nurani
Bulan separuh terangi gelap hati
Peperangan sejati dalam batin
Melawan nafsu murka angkara
Kubersujud di kamar dini hari
Sepertiga malam bersama doa
Aku menghadap-Mu, ya Rabb
Air mata basahi kering sajadah
Bawalah aku pada madah jiwa
Tak ingin mengulang kesalahan
Terlahir menjadi manusia baru
Seperti bayi polos tanpa noda
2020
Menulis Halusinasi
Terbangun di tengah malam, entah
oleh sebab apa.
Tak bisa tidur lagi, hingga matahari
hampir terbit.
Pandemi melahirkan kecemasan,
tergambar di mata memerah.
Kita tak bisa berharap banyak, tahun
kehancuran melanda dunia.
Hanya pada cinta aku percaya, itu pun
jika masih ada, seperti lagu sore ini.
Aku bersiap pergi kapan saja, bersama
mimpi-mimpi yang kian jauh.
Ada saatnya kita butuh ruang kosong,
untuk berpikir tentang banyak hal.
Kota semakin sepi, tak ada harapan lagi,
wabah penyakit membunuh banyak orang.
Saat semua begitu sulit, aku merindukan
ibu, di pelukannya aku merasa tenang.
2020
Pada Kopi Aku Percaya
Aku kini lebih suka kopi pahit, agar paham
bahwa hidup tak selalu manis
Ada kepahitan yang tak bisa aku bicarakan,
bahkan pada ibu yang melahirkanku
Tak semua harus diketahui orang, terlebih
jika hanya dianggap angin lalu
Setiap manusia punya kesunyian, nasib
yang bahkan tuhan tak ikut campur
Ia hanyalah saksi, atas semua duka
dan luka batin terpaksa kita pendam
Kopi membuatku percaya pahit manis
hidup mesti dirasakan dan dirayakan
Genangan hitam membayang wajah diri,
bersama kepulan asap elegi pagi hari
2020
Semua akan berubah, tak ada yang kekal
Kita pun bergegas di jalan penuh cemas
“Lompatlah!” dulu Guru kita pernah berkata
Namun aku memilih jatuh di jurang itu juga
Babak-belur dihantam duka lara kehidupan
Hingga akhirnya datang lagi kebijaksanaan
Kudengar nyanyian merdu malam purnama
Engkau memanggil mereka yang lupa jalan
Ada yang melupakan kenangan bersama
Mangkuk nasi bersama doa kebahagiaan
Kalender berganti dengan cepat dan tergesa
Kembang api menyala di malam kesia-siaan
Kutuk masa lalu tiba-tiba menghantui ingatan
Suara hati mengajakku masuk ke dalam diri
2020
DI Bali hanya dua kabupaten yang memiliki danau sekaligus laut: Buleleng dan Tabanan. Bangli punya danau besar tapi tak punya laut. Semua kabupaten lain punya laut, tapi lacur tak...
INI adalah komentar seorang teman pebisnis sukses, orang Bali yang tinggal di Amerika “Orang Bali harusnya ajarkan anak-anaknya berbisnis bukan hanya sembahyang”. Dan comment yang...
WABAH Pokémon Go sepertinya sudah masuk ke ceruk kehidupan orang Bali. Di Pulau Seribu Pura ini, tentu bukan hal aneh jika sarang Pokémon banyak terdapat di Pura. Di Pura besar ata...
Cerpen: Ni Kadek Desi Nurani Sari Purnama pasah, tiga anak bajang berjalan melenggang ke arah barat tempat di mana, rusuk seorang ibu tersesat jalan pulang. Mereka kembara, membawa...
BUNGA KECOMBRANG (1 ) Pada kelopak mudaku kau temukan rasa yang enggan pergi dari tiap ujung papila Kau terbakar rasa larut dalam liur kuntum kuntumku membuat...
SALAH satu cara mengatasi kerumitan pilihan hidup dalam dunia, --- yang mana orang-orangnya kian jauh dari kesempatan untuk berbeda adalah mengikuti ke mana arah pemikiran pergi,...
"Itulah pekerjaan, saya profesional, keluarga tahu saya bekerja sebagai penari joged, tidak jual diri," KERUMUNAN tampak dari kejauhan. Iringan suara gamelan rindik berpadu dengan...
HARI sekolah tiba. Orang tua harap-harap cemas. Apakah si anak bisa berprestasi di sekolah. Jika iya tentunya membanggakan. Namun, hilangkan harapan itu. Baiknya, jangan paksa anak...
Judul: Magening # Pengarang: Wayan Jengki Sunarta # Penerbit: Kakilangit Kencana # Tahun: April 2015 # Tebal: vi, 164 halaman # ISBN: 978-602-8556-53-8 899.221 3 NOVEL Magening...
PADA suatu masa, tak terlalu lama, di negeri ini pernah ada penggemar cicak dan ada penggemar buaya, ada juga yang suka melihat ribut-ribut antara keduanya. Tapi saya sendiri lebih...