‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan
MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang kompleks, bahkan traumatik....
KONSPIRASI-Abdillah Ryo
Saatnya mengatur muslihat
dengan segenap siasat
untuk musuh yang katanya penjahat
Jerinx (SID) mengatakan ada elit global di balik Corona. Judy Mikovits dalam video dokumenter juga menyebut corona adalah sesuatu yang dibuat oleh perusahaan farmasi besar dunia. Ndaru Anugrah dengan lantang berpendapat bahwa Terawan (MENKES) sangat tau bahwa ini adalah strategi Panic Global. Lebih menantang lagi pernyataan jubir KEMLU Cina, yaitu Zao Lijian yang menyebut AS membawa Corona ke Wuhan lewat tentaranya.
KONSPIRASI- reff
tak perlu takut atau gentar berlari
lama ini dendam menari
mari maju bersama mentari
Saba Parwa, bagian ke-2 dari epos besar Mahabharata. “Hahahaha, Ponakanku… begitulah khas tertawanya Sakuni ketika memanggil Duryudana untuk mengundang Yudistira bermain dadu.
“Kakanda Prabu, sesungguh berjudi tidak baik,” kata yudistira.
Tapi bujuk rayu Sakuni berhasil menaklukan Yudistira yang gemar bermain Dadu. Sambil Matanya terpicing licik Sakuni berhasil mengalahkan Yudistira dalam permainan itu. Harta Istana menjadi miliki Duryudana, Drupadi Dihina.
”Sungguh saya tidak mengira kalau di Hastina kini telah kehilangan banyak orang bijak!” Begitulah ucap Drupadi sambil gemetar dan menggengamkan tangnnya.
“Dursasana…!” Dengan Gemuruh Bima mengucap sumpahnya kelak dalam Perang Bratayuda ia akan merobek dada Dursasana dan minum darahnya.
Kisah Saba Parwa ini dipadankan dengan pernyataan para tokoh-tokoh public itu, yang menyebut Corona sebagai bentuk konspirasi layaknya Raja Gandara Sakuni yang telah menguasai Hastina dengan tipu dayanya. Seperti Metegul Tanpa Tali (dipenjara tanpa jruji).
Praktis Guru Bisma Dan Guru Drona Seperti tak berdaya didepan Konspirasi sang raja Gandara. Begitupula saya sekarang yang metegul Tanpa Tali, bisa bekerja tapi tidak bisa eksplorasi ruang yang lebih luas, #DiRumahAja katanya.
KONSIRASI- Bait 2
usah angkat senjata
cukup seikat dusta
semesta kata kita
Pandawa dan Drupadi dibuang ke hutan selama 12 tahun dan 1 tahun persembunyian di kerajaan Wirata. Dalam pembuangan itu mereka hidup di antara pepohonan rindang, sungai yang mengalir bersih, binatang-binatang yang menyapa gembira.
Hari ini makna di #DiRumahAja yang sebagian besar diabaikan atau dimanfaatkan untuk rebahan sepertinya harus diganti dengan menanam di setiap kebun atau sudut2 rumah seperti lagunya Nosstress Tanam Saja. #MariMenanam Pewayangane Sampun Puput. [T]
MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang kompleks, bahkan traumatik....
BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus Dur), dan Susilo Bambang Yudoyonomenon...
SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka yang menghabiskan waktu bertahun-tahun menempuh pend...
DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada hari Rabu, 10 Juni 2026, tim Pengabdian k...
Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) berkunjung ke Yayasan Bali Baby...
DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen dulu." Di lingkungan peke...
SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan sawah yang hijau. Burung-burung berkicau. Angi...
KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi D4 Man...
DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu menebar cahaya sekaligus memberi sihir warna...
DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan pangan yang paling jujur, sebuah warisa...