Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
KONSPIRASI-Abdillah Ryo
Saatnya mengatur muslihat
dengan segenap siasat
untuk musuh yang katanya penjahat
Jerinx (SID) mengatakan ada elit global di balik Corona. Judy Mikovits dalam video dokumenter juga menyebut corona adalah sesuatu yang dibuat oleh perusahaan farmasi besar dunia. Ndaru Anugrah dengan lantang berpendapat bahwa Terawan (MENKES) sangat tau bahwa ini adalah strategi Panic Global. Lebih menantang lagi pernyataan jubir KEMLU Cina, yaitu Zao Lijian yang menyebut AS membawa Corona ke Wuhan lewat tentaranya.
KONSPIRASI- reff
tak perlu takut atau gentar berlari
lama ini dendam menari
mari maju bersama mentari
Saba Parwa, bagian ke-2 dari epos besar Mahabharata. “Hahahaha, Ponakanku… begitulah khas tertawanya Sakuni ketika memanggil Duryudana untuk mengundang Yudistira bermain dadu.
“Kakanda Prabu, sesungguh berjudi tidak baik,” kata yudistira.
Tapi bujuk rayu Sakuni berhasil menaklukan Yudistira yang gemar bermain Dadu. Sambil Matanya terpicing licik Sakuni berhasil mengalahkan Yudistira dalam permainan itu. Harta Istana menjadi miliki Duryudana, Drupadi Dihina.
”Sungguh saya tidak mengira kalau di Hastina kini telah kehilangan banyak orang bijak!” Begitulah ucap Drupadi sambil gemetar dan menggengamkan tangnnya.
“Dursasana…!” Dengan Gemuruh Bima mengucap sumpahnya kelak dalam Perang Bratayuda ia akan merobek dada Dursasana dan minum darahnya.
Kisah Saba Parwa ini dipadankan dengan pernyataan para tokoh-tokoh public itu, yang menyebut Corona sebagai bentuk konspirasi layaknya Raja Gandara Sakuni yang telah menguasai Hastina dengan tipu dayanya. Seperti Metegul Tanpa Tali (dipenjara tanpa jruji).
Praktis Guru Bisma Dan Guru Drona Seperti tak berdaya didepan Konspirasi sang raja Gandara. Begitupula saya sekarang yang metegul Tanpa Tali, bisa bekerja tapi tidak bisa eksplorasi ruang yang lebih luas, #DiRumahAja katanya.
KONSIRASI- Bait 2
usah angkat senjata
cukup seikat dusta
semesta kata kita
Pandawa dan Drupadi dibuang ke hutan selama 12 tahun dan 1 tahun persembunyian di kerajaan Wirata. Dalam pembuangan itu mereka hidup di antara pepohonan rindang, sungai yang mengalir bersih, binatang-binatang yang menyapa gembira.
Hari ini makna di #DiRumahAja yang sebagian besar diabaikan atau dimanfaatkan untuk rebahan sepertinya harus diganti dengan menanam di setiap kebun atau sudut2 rumah seperti lagunya Nosstress Tanam Saja. #MariMenanam Pewayangane Sampun Puput. [T]
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang memadukan unsur drama, tari, dan nyanyi...
LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia yang berangkat dengan keberanian, namun akhirn...
PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa kehadiran Presiden Prabowo Subianto sempat menimbu...
“Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama, dalam acara ‘NGERUMPI’: Ngobrol Se...
MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa. Apalagi ketika ia mulai berbicara dengan logat...
DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku diajari bahwa Barong adalah pelindung, bukan pemangsa....
Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang tua yang tak mau purnaMereka tak punya bat...
“Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….” ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian janger tradisi d...