Razia Warung? Ah, Saya Selalu Sukses Puasa Dikurung Warung
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
Dinosaurus hidup di Bumi pada zaman yang disebut sebagai Era Mesozoic yang berlangsung pata 252 sampai 66 juta tahun yang lalu. Sebuah asteroid berdiameter 15 kilometer menghujam bumi 66 juta tahun lalu, dengan guncangannya setara 10 miliar bom Hiroshima.
Bola api radioaktif menyebar ke berbagai arah hingga beratus-ratus kilometer dan menciptakan tsunami yang merendam separuh planet ini. Dinosaurus golongan 'bukan burung' tak punya harapan hidup sama sekali. Cuma yang berbadan kecil dan dinosaurus berbulu serta bersayap yang sekarang kita sebut burung yang bisa selamat. Kerajaan dinosaurus yang sempat “memimpin” bumi selama ratusan juta tahun, terhempas tandas, menyisakan sejarah alam yang sedemikian eksotik memikat.
Sejarah telah berulang-ulang membuktikan, para raja imperiumnya memang rentan untuk tumbang musnah. Semakin rumit sebuah entitas, semakin banyak potensi keruwetan yang disimpan. Dinosaurus yang berukuran besar dengan struktur tubuh yang kompleks, berkebutuhan makanan yang banyak persaingan alam yang ketat membuatnya rentan cedera terserang penyakit.
Seperti halnya sebuah kerajaan, seorang raja yang berambisi mencengkram kekuasaannya dengan segala cara, niscaya ia punya segala musuh yang selalu mengintai. Entah musuh dari kerajaan lain, pun pengkhianat dalam negerinya sendiri. Dapat saja rakyatnya sendiri, bahkan orang-orang terdekat yang tak pernah disangka-sangkanya. Itulah yang dilakukan oleh Marcus Junius Brutus Caepio—lebih dikenal sebagai Brutus—seorang Senator Kota Roma yang pada akhir Republik mengkhianati membunuh Gaius Julius Caesar. Bersama beberapa rekan senatornya yang lain, Brutus membunuh Caesar pada 14 Maret 44 SM.
Dan kelak pembunuhan tersebut mencetuskan perang saudara di Republik Roma. Pengkhianatan Brutus senator-senator koleganya terjadi karena mereka merasa tidak puas melihat situasi dan kondisi Republik Roma di bawah kepemimpinan Caesar. Ia dianggap telah menjadi diktator yang sewenang-wenang dan acap menerbitkan sejumlah undang-undang yang mengukuhkan kedudukan dan kekuasaannya dalam pemerintahan monarki absolut. Padahal, Brutus sendiri pada mulanya merupakan sahabat Caesar dan rekan seperjuangan. Oh ya, jangankan hanya seorang kawan, bahkan pikiran seorang manusia dapat saja mengkhianati hatinya sendiri.
Hantaman asteroid maha dahsyat telah mengakhiri kerajaan dinosaurus, namun tidak kerajaan virus atau bakteri. Ia abadi hingga saat ini beberapa kali mengguncang dunia akibat pandemi yang disebabkannya. Semua orang pasti pernah mendengar wabah Black Death yang telah merenggutkan hingga 200 juta nyawa manusia pada abad ke-13. Juga yang baru saja di abad ke-19, wabah Flu Spanyol yang telah membunuh hingga sepertiga penduduk Eropa.
Lalu hari ini, kita masih dicekam oleh rasa ngeri akibat pandemi Covid-19, generasi terkini grup virus Corona yang sebelumnya telah mewabah sebagai SARS MERS. Covid-19 telah menggerogoti nyaris 250 negara dengan 3 juta penderita melenyapkan 300 ribu nyawa manusia di seluruh dunia. Ia-lah penakluk dunia saat ini, menyingkirkan semua bangsa kerajaan. Bagaimana virus bakteri dapat abadi?
Jawabannya akan sangat mengagetkan. Segala jasad renik yang sedemikian kuat bertahan, pastilah karena sebuah alasan yang sangat sepele yaitu karena kesederhanaan mereka. Kesederhanaan sepertinya takkan punya banyak musuh, pun sebuah entitas yang sulit dikalahkan. Apa sih yang mau direbut dikhiananti dari sebuah kesederhanaan? Ia jauh dari segala potensi keruwetan komplikasi.
Seorang pertapa atau biksu yang telah melepaskan segala-galanya, takkan lagi punya musuh yang setiap saat dapat menikam atau mengkhianatinya. Satu-satunya musuh yang masih tersisa hanyalah dirinya sendiri. Bertarung melawan diri sendiri adalah kesederhanaan paling hakiki. Jika kita punya mobil mewah, maka musuh kita adalah rasa takut bodinya tergores lantaran ulang iseng seseorang atau tak sengaja disrempet pengendara sepeda motor ugal-ugalan. Bila kita punya pasangan yang cantik seksi maka musuh kita adalah tatapan mata jalang semua lelaki yang berhasrat menjilatinya.
Virus bahkan masih diperdebatkan sebagai mahluk hidup atau benda mati. Ia cukup beruntung diberi sebuatan sebagai mikroorganisme yang bahkan untuk berkembang biak saja butuh menumpang pada sel dari mahluk hidup lain, hewan atau manusia yang dikenal sebagai host atau inang.
Apabila virus masuk ke sel host, mikroorganisme ini akan memasukkan sejenis materi genetik ke dalam host dan mengambil alih fungsi sel host tersebut. Virus akan terus bereproduksi setelah menginfeksi sel host. Ia terlampau sederhana karena hanya terdiri dari seuntai protein yang disebut sebagai asam ribonukleat/deoksiribonukleat atau ribonucleat acid (RNA) atau deoksyribonucleat acid (DNA) yang ukurannya berdiameter sekitar 20-300 nanometer (nm) dan panjangku 20-14 ribu nanometer. (1 nanometer = 0,000001 mm).
Betapa kecilnya! Dengan ukuran sekecil struktur sesederhana itu, virus akan sangat mudah bertahan bersembunyi di mana saja kapan saja. Dalam amplitudo temperatur yang lebar maupun iklim yang ekstrim. Bahkan jika sel tubuh hewan atau manusia dibagi-bagi sampai ukuran terkecil maka yang tersisa adalah bagian terpenting yang juga disebut sebagai protein RNA. Itulah kenapa saat seseorang telah mati bahkan tubuhnya telah terurai hancur, ia masih dapat diidentifikasi dengan pemeriksaan DNA-nya.
Lalu haruskan kita menjadi kecil miskin agar lestari seperti virus? Mungkin bukan itu filosofinya. Bukankah virus kini menjadi penakluk walau ia tak tampak oleh mata? Tak semua harus menjadi pertapa atau biksu. Bahkan setiap orang boleh bermimpi menjadi raja, raja yang menguasai mengalahkan dirinya sendiri, lalu tak satupun musuh di luar yang perlu mengalahkannya lagi. [T]
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
JUDUL tulisan ini merupakan tema diskusi Kupang Pesta Monolog yang coba menggali daya vital teater dan perannya dalam kehidupan konkret (aktual). Bahwa teater sebagai seni...
DI Bali, lumrah bila di tempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya “Due”. (“Due” dibaca seper...
“KINI banyak pengarang muda yang bagus. Banyak sekali,” kata Seno Gumira Ajidarma saat ngobrol singkat pada suatu pagi dengan tatkala.co di Honeymoon Guest House, Ubud, 6 Juni lalu...
SEBUAH analog yang saya anggap pas untuk menggambarkan budaya korupsi di Indonesia adalah tradisi buang sampah sembarangan. Meski lingkungan jadi kotor, menghilangkan rasa nyaman,...
HALO sahabat mahasiswa super di manapun kalian berada, selamat beraktivitas. Semoga semua hidup berbahagia dan dalam lindungan dosen yang maha buasnya. Sangat super sekali kita mas...
Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahw...
DUNIA pendidikan, modal utama dalam perkembangan peradaban manusia. Inovasi-inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir terlahir di dalamnya. Sejarah perubahan besar-bes...
PAWAI pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (11/6). Dan betapa senang mendengar Presiden...
Menikah itu sulit, tapi bercerai ternyata jauh lebih sulit. Saat mau menikah, yang penting hanya sedikit kemantapan hati, komitmen untuk sama susah sama senang, izin orang tua, sed...