Topeng Tugek Carangsari – Memainkan Topeng Mengolah Karakter
KALANGAN Ayodya di Taman Budaya Bali, malam itu begitu riuh. Gelak tawa dan tepuk tangan terus berganti. Penonton berjejalan. Duduk berdesak-desakan. Banyak yang akhirnya duduk les...
Besok harinya tanggal 7 April, semua sudah pada siap. Tidak lupa sarapan pagi dulu. Karena perusahaan tetap menyediakan sarapan pagi bahkan makan siang. Tapi saya dan teman-teman lebih memilih untuk turun ke gangway daripada mencicipi makan siang.
Sebuah penantian panjang yang agak melelahkan akhirnya menemukan jalannya. Jalan untuk pulang ke tanah air. Setibanya di midship, gangway, grup kami mendapat giliran pertama untuk mengambil pasport juga visa. Termasuk menyetor checklist sign off.
Lalu mengambil luggage. Semua sudah pada tidak sabar untuk keluar kapal. Maklum, kalau dihitung-hitung sudah sebulan kami tidak keluar kapal, sejak adanya virus corona ini. Kerinduan akan suasana luar menggebu-gebu. Ditambah keluar untuk kembali pulang ke kampung halaman.
Saya yang memang rajin membawa masker dari rumah sejak 2 tahun lalu, membagikan masker kepada teman-teman yang tidak membawa. Karena seperti yang kita ketahui masker sangatlah penting dalam situasi seperti sekarang ini. Hitung-hitung bersedekah meskipun bukan berupa uang. Saya dengar di rumah ada masker harganya 10.000 per biji. Keterlaluan, bukan?
Jam 11, HR Officer mempersilakan kami untuk pergi. Kamipun bersuka cita. Kami mengembalikan seapass card dan kunci kamar sebelum keluar.
Setibanya di luar, bak keluar dari penjara. Panasnya Barbados bagi kami sangat menyejukkan. Saya dan yang lainnya menunggu bus. Sambil menunggu bus kami melihat ke atas kapal. Banyak crew member dari berbagai macam negara menyapa kami. Dan mengucapkan selamat telah diperbolehkan pulang. Semua terharu. Terlihat suka cita dimata saya dan yang lainnya. Begitu juga sahabat yang masih di kapal merasa bahagia ada yang pulang. Tapi saya yakin, dalam hatinya juga terpuruk, sedih , karena tak kunjung datang kabar kapan akan pulang.
Bus tiba. Semua masuk ke dalam bus dan siap untuk berangkat ke airport. Dan benar saja, setibanya di airport banyak crew member dari 3 kapal lain yang menunggu. Freedom of the Seas, Serenade of the Seas dan Vision of the Seas. Semua berasal dari Indonesia. Kamipun mulai untuk check in. Kami tidak mendapatkan tiket. Cuma satu tiket untuk semua. Karena status pesawat sudah di-charter.
Jadi, kita tidak usah menunggu lama di gate, harus ke imigrasi dulu, cek ini cek itu dan sebagainya. Transit sebentar langsung berangkat lagi. Dan setelah semua selesai check in, barulah di gate kami seperti reunian. Banyak teman lama yang bersamaan pulang. Semua saling cerita tentang masa lalu. Dan pastinya bercerita bagaimana kondisi di masing-masing kapal pasca corona merebak. Banyak cerita menarik kadang mengejutkan dan mengkhawatirkan.
Sangat bersyukur bisa bertukar cerita dengan teman-teman di kapal yang lain. Saking hangatnya bercerita sampai lupa akan waktu dan pesawatpun siap berangkat. Kami dipersilakan memasuki pesawat.
Salam dari samudra. [T]
KALANGAN Ayodya di Taman Budaya Bali, malam itu begitu riuh. Gelak tawa dan tepuk tangan terus berganti. Penonton berjejalan. Duduk berdesak-desakan. Banyak yang akhirnya duduk les...
JIKA di atas meja belajar anda terdapat dua buah benda yaitu gadget dan buku, manakah yang akan anda pilih? Saya percaya, demi sinetron kesukaan ibu-ibu di tivi, kebanyakan dari a...
LAGU anak-anak itu kadang unik, terutama liriknya. Saat Taman Kanak-Kanak dulu kita tidak begitu hirau dan memang tak banyak mengerti arti dan maksud lagunya itu apa. Cuma nyanyi d...
BALI merupakan kepulauan seribu pura yang telah terkenal sejak zaman dahulu. Masyarakat Bali tak lepas dari Tri Hita Karana yang merupakan landasan kehidupan beragama dan beradat....
JIKA benar harga rokok setinggi langit biru, dan jika benar harga tinggi itu bisa menghentikan orang merokok, dan (siapa tahu) nanti benar-benar tak ada yang merokok, bagaimana nas...
PERNAH nyuluh jangkrik? Zaman saya kecil, di desa saya di Jembrana, nyuluh jangkrik (memburu jangrik malam hari) adalah kegemaran saya dan teman sebaya. Jauh-jauh sebelumnya, bapak...
Cerpen: Putri Handayani HAMPIR setiap hari Griya Siwa tidak pernah sepi dari orang-orang yang ngayah1. Mulai dari membuat sarana upakara sampai meracik tirta, semua dilakukan oleh ...
KELAHIRAN istilah 'simakrama' menarik untuk ditelusuri. Awalnya istilah ini yang lebih mengarah pada padanan kata 'silahturahmi', yang mencerminkan keinginan untuk berbicara dan sa...
ADA serombongan remaja sedang berebut peran. Mereka akan menjadi pelakon sandiwara dalam perayaan Agustusan tingkat RT. Peran konglomerat, menteri, dokter, mahasiswa, semua mereka...
GARIS berliku itu menyerupai sungai. Lebar di hulu kemudian menyempit di hilir. Warnanya hijau, biru, dan jingga. Garis berliku serupa sungai itu membelah lukisan menjadi dua bagia...