Setelah sekian lama hibernasi dari dunia musik indie bali, Morelia hadir kembali dengan single terbaru yang bertajuk "Pencipta Kenangan". Single inipun digarap dengan hal yang berbeda, yakni, mereka hadir dengan formasi reuni bersama vokalis awal mereka, Izzy, yang telah lama bersinergi justru pada album pertama Morelia yang berjudul "sinergi".
Morelia [ist]
Dalam situasi sosial yang sedang terjadi saat ini di seluruh dunia, mengharuskan semua orang untuk melakukan social distance. Tak terkecuali dengan para personel Morelia. Menghabiskan waktu di rumah dan tetap ingin terus berkarya, para personel Morelia yang digawangi oleh Ardy (gitar), Eldin (bass) dan Aan (drum) akhirnya kembali membongkar materi - materi karya lama mereka yang belum sempat terealisasi.
Pencipta Kenangan akhirnya dipilih menjadi single yang akan dirilis pada formasi reuni kali ini. Lagu yang tercipta hampir 10 tahun yang lalu ini didedikasikan untuk orang terkasih, tersayang, tercinta yg berpulang sebelum kita ke alam keabadian.
“Di tengah pandemi covid 19, banyak sekali dari kita yang kehilangan orang yang kita kasihi. Selama ini mungkin kita tidak menyadari bahwa kepedulian dan perhatian menjadi hal yang langka di atas kesibukan mengejar indahnya fana dunia. Hingga tiba waktu nya kita kehilangan kesempatan itu, yang tersisa hanya airmata yang menetes deras, hati menangis lirih dan penyesalan yang tak berkesudahan” ungkap Morelia.
Morelia melalui lagu Pencipta Kenangan ini, dengan syair dan nada yg ditulisnya sendiri dapat menjadi doa kerinduan yang ikhlas untuk kebaikan orang yang meninggalkan kita terlebih dahulu.
Persembahan sederhana dari Morelia feat Izzy yang sudah dapat dinilmati di semua digital store dan video klip yang telah ada di youtube, memang sengaja dibuat untuk dunia yg sedang tidak baik baik saja karena Virus Covid 19, Morelia justru mampu mengaitkannya dengan lagu ini. “Semoga para korban Virus Covid 19 menjadi Pencipta Kenangan yg akan selalu ada dan akan selalu dikenang dihati keluarga yang ditinggalkan.” pungkasnya. [T][rls]
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara membutuh...
SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran International Automodified (...
Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu panggung, keindahan kimono...
KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I Gede Lecir dan adiknya, I Made Geta...
SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka Fine Art Gallery, Gianyar, yang terletak di Jl. Pro...
KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan telinga seakan terpikat oleh keselarasan ekspresi (...
Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari. Itu pun jari kiri. Saya tidak tahan dengan k...
LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada.
Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol, lubang di setiap pengunci pintu, dan l...
Pelancong Gersang
Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah.
Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,mema...
"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah."
Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi Singaraja, ia dapat m...