Baduy Luar, Etalase Pariwisata Banten
SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami pedesaan juga merasakan nafas kemajuan s...
Setelah sekian lama hibernasi dari dunia musik indie bali, Morelia hadir kembali dengan single terbaru yang bertajuk "Pencipta Kenangan". Single inipun digarap dengan hal yang berbeda, yakni, mereka hadir dengan formasi reuni bersama vokalis awal mereka, Izzy, yang telah lama bersinergi justru pada album pertama Morelia yang berjudul "sinergi".

Dalam situasi sosial yang sedang terjadi saat ini di seluruh dunia, mengharuskan semua orang untuk melakukan social distance. Tak terkecuali dengan para personel Morelia. Menghabiskan waktu di rumah dan tetap ingin terus berkarya, para personel Morelia yang digawangi oleh Ardy (gitar), Eldin (bass) dan Aan (drum) akhirnya kembali membongkar materi - materi karya lama mereka yang belum sempat terealisasi.
Pencipta Kenangan akhirnya dipilih menjadi single yang akan dirilis pada formasi reuni kali ini. Lagu yang tercipta hampir 10 tahun yang lalu ini didedikasikan untuk orang terkasih, tersayang, tercinta yg berpulang sebelum kita ke alam keabadian.
“Di tengah pandemi covid 19, banyak sekali dari kita yang kehilangan orang yang kita kasihi. Selama ini mungkin kita tidak menyadari bahwa kepedulian dan perhatian menjadi hal yang langka di atas kesibukan mengejar indahnya fana dunia. Hingga tiba waktu nya kita kehilangan kesempatan itu, yang tersisa hanya airmata yang menetes deras, hati menangis lirih dan penyesalan yang tak berkesudahan” ungkap Morelia.
Morelia melalui lagu Pencipta Kenangan ini, dengan syair dan nada yg ditulisnya sendiri dapat menjadi doa kerinduan yang ikhlas untuk kebaikan orang yang meninggalkan kita terlebih dahulu.
Persembahan sederhana dari Morelia feat Izzy yang sudah dapat dinilmati di semua digital store dan video klip yang telah ada di youtube, memang sengaja dibuat untuk dunia yg sedang tidak baik baik saja karena Virus Covid 19, Morelia justru mampu mengaitkannya dengan lagu ini. “Semoga para korban Virus Covid 19 menjadi Pencipta Kenangan yg akan selalu ada dan akan selalu dikenang dihati keluarga yang ditinggalkan.” pungkasnya. [T][rls]

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami pedesaan juga merasakan nafas kemajuan s...
DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah mengatakan “pilihan kata (diksi) meng...
SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Wantilan yang biasanya digunakan...
REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di bidang pertanahan. Selama puluh...
MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan, P...
DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus penjaga nilai-nilai keh...
Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata, India. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga terpelaj...
DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa...
BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang menyimak. Malam pertama Juni 2026, itul...
JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat itu adalah Buleleng. Tepat pada...