Belajar Kesetiaan dari Anjing Bali
JANGAN mengaku setia kalau belum pelihara anjing bali. Jangan mengaku pecinta anjing kalau makan daging anjing. Jangan mengaku petugas peternakan kalau kerjanya membunuh anjing sem...
Pada sebuah Pohon Soka yang tinggi, ada sarang Lebah. Letaknya tersembunyi pada celah-celah kayu yang besar. Tempat sarang yang tinggi membuat Ratu Lebah leluasa bertelur, mengerami, memelihara dan mengajar anak-anaknya.
Biasanya Ratu Lebah mengajarkan anak-anaknya pada sore hari pada saat Lebah Pekerja pulang dari tempat mencari nectar dan tepung sari bunga. Nectar dan sari bunga itu akan dibagikan secara merata kepada Lebah-Lebah yang masih kecil.
Sambil memberi makan Ratu Lebah biasanya akan mengajari Lebah-Lebah Kecil bagaimana Keluarga Lebah bisa hidup damai dan berketurunan.
"Lebah perempuan yang mempunyai mulut yang panjang bertugas mengisap nektar. Yang kakinya panjang bertugas membawa tepung sari, dan yang mempunyai kantung madu yang besar bertugas,menyimpan dan mengubah nectar dan sari bunga menjadi jely dan madu. Yang lain bertugas membersihkan dan menjaga sprang,” terang Ratu Lebah.
Mendengar penjelasan Ratu Lebah, anak-anak Lebah menjadi riuh. Mereka mulai melihat-lihat kondisi tubuhnya sendiri dan bakat-bakatnya yang dimilikinya.
"Horeee, kantong madu saya besar, saya jadi penyimpan," kata seekor anak Lebah.
"Mulut Saya panjang saya jadi pengisap nectar, asyikk,” kata anak Lebah yang lain.
Tetapi ada seekor anak Lebah betina yang tubuhnya paling besar. Ia sama sekali tak memiliki kelebihan seperti saudara-saudaranya itu.
"Saya tak jadi pengisap, pembawa sari, jadi perawat, juga jadi penjaga, saya sungguh tak berguna," kata Lebah bertubuh besar itu sambil menjauh dari tempat saudara-saudaranya.
Anak Lebah bertubuh besar sedih, ia tak rnak makan, ia menangis sendiri menyesali keadaannya. Hal itu dilihat oleh Ratu Lebah. Pada saat semua anak-anak tertidur pulas Ratu Lebah mendekati Anak Lebah bertubuh besar.
"Kenapa bersedih, makanlah nanti kamu sakit, " kata Ratu Lebah Denham lembut sambil menghapus air mata Anak Lebah.
"Saya Anak Lebah tak berguna, lebih baik saya pergi saja," kata Anak Lebah.
Ratu Lebah tersenyum, dan bercerita bahwa dia juga dulu merasa seperti itu, karena tubuhnya yang jauh lebih besar dari yang lain, tak punya kelebihan dan ketrampilan seperti yang lain, tapi Ia mempunyai perasaan yang peka, sehingga selalu merasa tidak enak hati.
"Tenanglah, kepekaanmu, rasa tidak enakmu itu menunjukkan bahwa kau Lebah Kecil yang bijaksana, menunjukan bahwa kamu memang berbakat menjadi Ratu Lebah seperti diriku," jelas Ratu Lebah. Anak Lebah tertegun, dia tidak percaya apa yang didengarnya.
"Saya, kenapa saya, saya tidak tahu apa-apa, saya bodoh," kata Anak Lebah.
"Sabarlah, merasa bodoh adalah titik awal untuk semangat belajar, maka belajar dan belajarlah selalu," kata Ratu Lebah.
Sejak saat itu Anak Lebah sangat bersemangat untuk belajar. Dia banyak belajar dari hal-hal yang dilihat, didengar dan dirasakannya. Kalau menemukan suatu hal yang tak dipahaminya Ia tak segan-segan bertanya kepada Ratu Lebah dan Lebah yang lain.
Suatu ketika Anak Lebah melihat peristiwa yang sangat melukainya. Ia melihat seorang anak lelaki yang sedang mencari layangannya yang tersangkut pada pohon Soka dengan galah. Galah itu tanpa sengaja mengenainya saat ia bermain ke luar sarang. Sesunghuhnya lukanya hanya luka kecil, tapi yang membuat ia sangat sedih, karena Lebah Penjaga mengeroyok dan menyengat anak lelaki itu. Anak itu menangis, tubuhnya bengkak-bengkak, untung saja ada seorang Ibu yang melihatnya dan mengoleskan sesuatu pada anak itu. Anak itu sembuh, tapi Lebah Kecil masih merasa sangat sedih.
"Kenapa anak itu disengat, kenapa sengatan bangsa Lebah beracun?," kata Anak Lebah sambil menangis.
"Racun adalah sisa dari nektar dan tepung dari kita pakai senjata, sebagai penjata pelindung agar bangsa kita tidak punah. Racun kita bisa membuat manusia yang bertubuh besar sakit, pinsan atau bahkan mati, tapi..."Ratu Lebah berhenti berbicara.
"Tapi apa Ratu, adakah obatnya?"
"Baiklah akan aku ceritakan sebuah rahasia padamu. Rahasia yang harus diketahui oleh para Ratu Lebah dimanapun berada. Sebagai bangsa Lebah kita sudah mengikat janji pada Bunga-bunga yang telah sangat berjasa untuk kelangsungan hidup bangsa Lebah. Bahwa betapun hebatnya racun Lebah, maka akan mampu diobati oleh keharuman bunga, oleh minyak dari bunga-bunga," kata Ratu Lebah akhirnya.
Ratu Lebah merasa sudah saatnya ia turun tahta. Anak Lebah sudah siap menjadi Ratu Lebah yang baru. Sudah siap untuk menjaga dan menjalankan janji bangsa Lebah pada Bunga. [T]
JANGAN mengaku setia kalau belum pelihara anjing bali. Jangan mengaku pecinta anjing kalau makan daging anjing. Jangan mengaku petugas peternakan kalau kerjanya membunuh anjing sem...
MAHASISWA baru, di mana pun, mau tak mau, akan mengawali “kuliah” dengan melakukan adaptasi dan pengenalan lingkungan kampus. “Kuliah” awal itu di Indonesia biasa disebut Ospek (Or...
TANGGAL tujuh belas Agustus adalah peringatan, perayaan, dan perenungan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Semua orang tahu itu. Pada tanggal 17 Agustus pada setiap tahunnya, sej...
KALAU seseorang dinilai bicara panjang lebar tetapi tak ada isinya, lazimnya orang itu disebut mengumbar omong kosong. Orang macam begini dianggap lebih buruk tinimbang seorang pen...
KAMPUS adalah tempat kaderisasi bagi para pemimpin bangsa dan negara. Di suatu negara kita mengenal adanya pemerintahan, pada umumnya pemerintahan diselenggarakan dan dijalankan ol...
“DENGAN melewati tahapan hidup dari Sudra menuju Wesya, dari Wesya menuju Satria, dari Satria menuju Brahmana, seseorang mencapai Moksha,” guru saya pernah berucap demikian suatu h...
UNTUK yang ketiga kalinya, saya menginjakkan kaki di Desa Mausamang Kiralela di Kecamatan Alor Timur, NTT. Bersahabat lebih dekat dengan desa ini membuat saya kecanduan untuk pergi...
ADA banyak cara merayakan Kemerdekaan. Seperti warga sekitar sungai Tukad Unda, Klungkung. Di situ, suasana 17 Agustus 2016 berbeda dari sebelumnya. Dari jembatan Tukad Unda terben...
Indonesia tanah airku Tanah tumpah darahku Di sanalah aku berdiri Jadi pandu ibuku ……. TIAP kali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya atau mencermati teksnya, saya selalu te...
MUNGKIN banyak yang belum tahu bahwa salah satu putra Buleleng ikut berperan dalam terbentuknya Republik Indonesia. Namanya, Mr. I Gusti Ketut Pudja. Dia menjadi satu-satunya waki...