Tuah Wanita Bali - Kebahagiaan saat Memberi
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
Masa depan adalah hal unik yang ingin diketahui. Terlebih lagi, ketika kegalauan muncul akibat ketidakpastian akan hari esok. Bekonsultasi dengan pembuka jasa tarot online akhirnya menjadi pilihan yang menarik. Tidak jarang kini menjamur jasa tarot online di media sosial. Salah satunya @sarasvati_tarotbali yang saya prakarsai.
Awalnya, saya tertarik pada unsur-unsur simbolik, semiotika dan semantik. Pertemuan yang tidak disengaja dengan kartu tarot pada tahun 2008, membuat saya semakin tertarik menekuni pembacaan tarot. Simbol-simbol dan unsur-unsur yang ada pada kartu tarot seperti memberi sebuah kata kunci untuk hari esok. Rasa penasaran itu juga dimiliki oleh beberapa teman saya. Mereka ingin mengetahui nasib asmaranya ke depan, ingin tahu prediksi keuangan, rezeki, bahkan kesehatan.
Kegelisahan terhadap masa depan membuat orang ingin mencari-cari sepercik tanda, guna memastikan langkahnya. Namun, tidak jarang klien ketergantungan untuk konsultasi tarot. Mengapa hal ini terjadi? Apakah tarot itu candu? Apa yang dicari dari pembacaan tarot? Apakah kita benar-benar yakin pada tarot? Atau mungkin kita hanya ingin diyakinkan terhadap apa yang telah diasumsikan?
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu kerap diajukan oleh calon klien dan beberapa teman yang suka maupun skeptis terhadap tarot. Saya pun menyakan hal itu pada diri saya. Asal muasal kartu tarot pun pada awalnya bukan langsung berkaitan dengan magis, mistis, klenik, atau deviasi. Kartu tarot yang berasal dari Italia, dahulu digunakan sebagai permainan kartu, mirip kartu remi. Pada saat itu namanya Carde da Trionfi.
Kepopuleran kartu tarot sebagai instrumen deviasi melonjak pada tahun 1909. Pada masa itu Athur White berkeja sama dengan seniman Pamela Colman Smith mempublikasikan Rider White Tarot Deck (RWS)di Inggris. Hingga kini kartu karyanya menjadi ikon dan tolak ukur secara internasional. Klien-klien saya juga banyak yang request agar menggunakan kartu RWS untuk meramal masa depan mereka.
Keunikannya tentu tidak hanya pada kartu. Kartu RWS ini sudah mendunia dan banyak pembaca tarot yang akan mengetahui pemaknaannya berdasarkan buku panduan. Bahkan hingga saat ini, bisa bebas dibeli secara online serta mendapatkan buku panduannya. Namun, mengapa masih perlu berkonsultasi?
Beberapa klien saya bahkan mempunyai kartu tarot. Meskipun sudah membaca maknanya, masih saja mereka terjebak pada kegalauan. Secara psikologis, orang-orang pada fase depresi merasa tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan harapan. Mereka cenderung memaknai hidup sebagai sebuah kesalahan dan lepas kendali diri. Sejatinya, pikiran manusialah yang paling rahasia. Terlebih lagi, tidak dapat begitu saja percaya bahwa kita mampu mengubah diri kita.
Oleh karena itu, seseorang perlu bantuan motivasi eksternal. Seorang pembaca tarot akan menganalisis jarak klien pada harapannya, lalu memainkan kartunya. Saat kartu dibuka, proses pemaknaan akan menjadi sebuah produk: saran, motivasi, dan penciptaan harapan. Mengutip pernyatan Mark Manson bahwa harapan adalah bahan bakar untuk mental kita. Proses penciptaan harapan itu dibangun saat konsultasi dengan pembaca tarot. Disadari atau tidak, pembaca tarot yang baik akan melakukan terapi mental untuk kliennya.
Pembaca tarot tidak akan memberikan dengan gamblang jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’. Pembaca tarot biasanya akan mengaktifkan gerak-gerak emosi klien sehingga klien mampu membuat suatu keputusan maupun tindakan yang sesuai dengan dirinya. Semua kembali pada individu tersebut. Pada tahap ini klien cenderung merasa masalah terpecahkan. Ada emosi yang melebur dan terurai.
Namun, apakah kegelisahan benar-benar hilang? Apakah pertanyaan-pertanyaan baru tidak akan bermunculan lagi? Hal ini akan muncul saat klien mendapatkan sepercik jawaban dari benaknya.
Kemunculan pertanyaan lanjutan adalah fenomena yang membuat pembacaan tarot semakin seru dan menantang. Tidak jarang klien akan merasa kekurangan waktu untuk berkonsultasi karena ada banyak pertanyaan baru yang bermunculan. Sebenarnya, situasi ini bukan karena pembaca tarot tidak bisa membantu, melainkan pembaca tarot sudah mampu menolong klien untuk mengaktifkan emosi klien. Sehingga, respon terhadap penciptaan harapan kembali bermunculan.
Sampai kapan pertanyaan itu meletup-letup? Sabarlah, itu wajar. Pertanyaan-pertanyaan itu adalah bagian dari perjalanan spiritual sebagai manusia. [T]
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
BANYAK dari kita geli melihat seorang biker begitu sayang pada sepeda motornya. Setiap pagi dilap, dielus, ditepuk-tepuk. Malam sebelum tidur dilihat lagi, dilap, dielus lagi. Sea...
PAGI-PAGI di awal Juli aku ditelepon dramawan Putu Satria Kusuma. “Ole, Yudane sedang di Singaraja, tolong temani dia. Aku lagi di Denpasar,” kata Putu tentu dengan gaya bicara yan...
KITA bangsa yang pendek ingatan. Apa boleh buat. Sampai tingkat tertentu, dalam berkomunikasi pun tak ketinggalan kita memilih cara-cara ringkas. Bahkan jika itu harus dengan menyi...
KALAU sedang rikuh, kalau sedang tak kuat menahan pusing karena televisi terus saja menayangkan cerita-cerita seram, maka marilah kita mencoba mengingat satu sosok: Ibu. Kita akan...
Cerpen: I Putu Supartika TIDAK ada yang tahu sejak kapan pura kecil di tengah sawah itu berdiri. Yang pasti orang-orang di sekitar pura tahu pura itu sudah ada sejak kelahiran mere...
HIRUK-PIKUK perhelatan akbar sepakbola yang begitu menyedot antusiasme dunia dalam sebulan terakhir usai sudah. Piala Eropa (Euro) dan Copa America Centenario 2016 berakhir dengan...
PERNAH jadi trend sebuah berita bahwa ada sekolah di Kabupaten Gianyar yang hanya punya satu orang siswa kelas VI. Banyak kalangan berpendapat, dan tidak sedikit menyoroti bahwa in...
PESTA Kesenian Bali (PKB) ke-38 tahun 2016 berakhir. Banyak pentas seni lewat begitu saja, tapi banyak juga meninggalkan bekas dan kesan di hati sejumlah orang. Para seniman, terut...
WANITA itu terlihat pasrah. Matanya terpejam. Seolah bersiap melepaskan ruh dari raganya yang telah mati. Bagian bawah tubuhnya mengelupas, menjelma serpihan-serpihan tembaga. Itul...