Diikuti Makhluk Gaib Seusai Piknik
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...

Semenjak Ir. H. Joko Widodo (Presiden RI) mengumumkan orang yang teridentifikasi Coronaviruses Disease (COVID-19) ke khalayak publik, dan himbauan Social Distancing yang belakangan diganti istilahnya menjadi Physical Distancing digaung-gaungkan oleh pemerintah dan banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), hampir semua aktivitas yang mulanya tidak bisa dikerjakan di rumah harus dikerjakan di rumah untuk memutus persebaran COVID-19 ini.
Banyak yang merasa senang karena memiliki banyak waktu untuk keluarga di rumah, tetapi banyak pula yang merasa kebingungan karena tak banyak atau bahkan tak biasa untuk beraktivitas di rumah. Salah satunya saya.
Kehilangan motivasi untuk melakukan suatu hal yang biasa saya lakukan tentu sungguh tidak nyaman untuk dirasakan. Apalagi merasa diri tidak produktif seperti biasanya, membuat pikiran kemana-mana dan berujung pada frustrasi. Dengan banyaknya waktu #dirumahaja membuat saya berpikir untuk memanfaatkan waktu yang ada untuk menghabiskan bahan bacaan yang sejak lama tertumpuk dan terlupakan.
Salah satu buku yang sempat terlupakan untuk saya baca adalah buku karangan dari Simon Sinek, sosok yang sangat optimis bahwa terdapat masa depan cerah bagi semua orang ini berhasil menginspirasi banyak orang, setidaknya saya sendiri melalui bukunya yang berjudul “Start With Why” yang terbit pertama kali pada Juni 2019 dan sudah mencapai cetakan ketiga pada bulan September 2019. Waktu yang relatif singkat ini membuktikan bahwa buku ini laris di pasaran dan tentunya membawa banyak manfaat bagi pembacanya.
Buku yang memiliki desain sampul dengan dominasi warna putih dengan tulisan menggunakan huruf kapital berwarna merah menyala yang menunjukkan judul dari buku ini berhasil meyakinkan calon pembacanya untuk membeli buku yang masuk dalam genre self improvement ini. Buku yang memiliki ketebalan ± 368 halaman ini dibanderol dengan harga Rp100.000,00., harga yang lumayan mahal tapi setimpal dengan ilmu yang kita dapat setelah membaca buku ini.
Setelah membaca buku ini, ada beberapa poin penting yang saya dapat tangkap dari keseluruhan isi buku ini. Pertama, buku ini mengajarkan kita bagaimana bersikap menjadi seorang pemimpin yang disegani bukan karena posisi kita saja melainkan disegani dan dihormati karena perilaku kita kepada anggota atau bawahan. Sehingga attitude sangatlah penting untuk diperhatikan oleh pemimpin.
Kedua, sebagai pemimpin kita harus sadari bahwa strategi untuk memuluskan jalan organisasi atau perusahaan untuk mencapai tujuannya sangatlah penting. Dan lebih penting lagi adalah konsisten untuk memperlihatkan tujuan besar atau ceruk/fetish (isu perjuangan) organisasi atau perusahaan yang kita sedang jalankan kepada khalayak ramai. Inilah yang dalam buku ini disebut dengan “MENGAPA”.
Terakhir, yang paling penting adalah kita mesti tahu dan paham tentang istilah “Lingkaran Emas” yang berisikan tiga hal yaitu, Mengapa, Bagaimana, dan Apa. Untuk mengetahui apa itu Mengapa, Bagaimana, dan Apa ada baiknya kalian langsung membaca buku ini secara langsung. Karena tentu saja perspektif setiap orang setelah membaca buku ini akan berbeda-beda.
Attitude atau perilaku, strategi dan konsistensi, serta membawa isu perjuangan dalam perjalanan membangun sebuah organisasi atau perusahaan tentu sangat penting seperti yang sudah saya sampaikan di paragraf sebelumnya. Namun, ada satu hal lagi yang bisa kita petik dari buku “Start With Why” ini adalah mampu menanamkan nilai-nilai dasar perjuangan kepada generasi selanjutnya. Kenapa hal ini penting untuk diketahui dan dilakukan? Banyak sekali organisasi atau perusahaan yang gagal bahkan tidak digandrungi oleh peminatnya, padahal organisasi atau perusahaan secara fisik masihlah sama.
Hal yang membikin berbeda adalah isu perjuangan atau tujuan besarnya sudah tak terlihat dari apa yang dilakukan oleh organisasi atau perusahaan setelah sang penggagas menghilang. Entah keluar atau meninggal dunia. Maka dari itu, menjadi penting bagi seorang pemimpin untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan atau isu perjuangan yang dibawa oleh organisasi atau perusahaan sehingga generasi penerusnya tak lupa tentang tujuan awal dibangunnya organisasi atau perusahaan. Dengan kesadaran tersebutlah organisasi atau perusahaan dapat menghindarkan diri dari “keterpisahan” antara Mengapa dan Apa yang mereka buat.
Saya sengaja hanya menuliskan beberapa hal tentang buku ini agar kalian menjadi penasaran dan memiliki niat untuk membaca buku ini. Karena Simon Sinek memiliki pemikiran sederhana, tetapi sangat efektif jika kita terapkan dalam berbagai bidang, dan “Lingkaran Emas” adalah jawabannya. Selamat membaca sahabat.[T]
Denpasar, 6 April 2020
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...
PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka kesalahp...
PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan melemparkannya ke arah depan, seolah men...
APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era reformasi bukan pada keamanan akan tetapi tidak adanya kepastian hukum. Ada tiga&...
Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih menggema dalam kesadaran kolektif mas...
PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis berdiri di Bali sebelum periode kemerdeka...
“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan, atau perilaku yang dianggap lumrah dalam perg...
JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni adalah bulan kelahiran dan kewafatan Bung...
SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk jenjang S1, S2, S3, profesi,...
“Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya, Made Jembar sedang men...