Rehat : Single Perdana Bligungyudha saat Pandemi

tatkala
by tatkala — April 04, 2020 in Pertanian

Tatkala.co

Pandemi Covid19 yang terjadi beberapa bulan ini memaksa banyak orang untuk melakukan kegiatan di tempat tinggal masing – masing. Anjuran pemerintah untuk melakukan physical distancing membuat semuanya hanya mampu bersosialisasi melalui dunia maya. Beberapa perubahan terjadi secara signifikan. Penghasilan bagi orang yang bekerja menjadi tidak stabil karena roda perekonomian tersendat. Tata cara pendidikan bagi para pelajar yang hanya bisa dimaksimalkan melalui tatap muka jarak jauh.

Bahkan kerinduan keluarga terhadap kampung halaman untuk bertemu sanak saudara dan handai taulan harus terbentur kenyataan bahwa tidak diperbolehkan adanya perjalanan jauh dan berkumpul dalam jumlah orang banyak. Semua khawatir karena kemampuan wabah Covid19 akan mampu menyebar secara drastis dan bisa meningkatkan angka penderita hingga angka kematian di Indonesia.

Beberapa masyarakat memutar otak dan mencoba beradaptasi dengan kondisi terkini. Salah satunya Agung Yudha dari Denpasar, Bali. Agung Yudha juga melakukan physical distancing dengan mencoba berkarya dari rumah. Namun memang ketika diberikan kesunyian, akan ada hal – hal yang sebelumnya tidak terlintas pada akhirnya masuk menjadi renungan. Layaknya selalu ada hal positif yang terjadi pada setiap peristiwa. Agung Yudha  menyadari bahwa suasana kota Denpasar menjadi lebih sejuk di pagi hari dan terasa lebih tenang menuju malam hari. Gumpalan asap kendaraan menjadi lebih sedikit karena minim kendaraan melintas. “Bumi sedang rehat,” pikirnya selaras dengan kegiatannya yang menulis rangkaian kata yang kelak akan menjadi lirik dari single perdananya, REHAT.

Menggunakan alat seadanya yang ada di rumah, selama 11 hari pengerjaan materi musik dan lirik, single Rehat pun disebarluaskan pada tanggal 1 April 2020. “Rehat adalah sebuah refleksi kita sebagai manusia kepada Bumi tempat kita hidup. Dari awal peradaban manusia berkembang hingga saat ini kita menghadapi wabah. Itu benar adanya. Namun pada akhirnya, hal – hal yang kita lakukan sekarang untuk bisa bertahan hidup juga memberikan kesempatan bagi Bumi untuk bernafas. Selain itu, saat ini kita melihat semua manusia di seluruh dunia bahu membahu dalam menghadapi krisis. Kita juga lebih peduli dengan kesehatan. Dengan pembatasan diri keluar dari rumah, polusi juga menurun dan kualitas udara membaik,” tuturnya kemudian.

Hal yang menarik dari pembuatan single Rehat ini adalah kolaborasi mode WFH (Work From Home). Agung Yudha yang juga merupakan Vokalis band MR HIT, pada akhirnya menggunakan nama Bligungyudha, sesuai dengan nama media sosialnya dan mengajak beberapa orang untuk ikut berperan dalam Single Rehat. Mode paduan suara dalam reff Rehat dikirimkan masing – masing oleh Dewa Aditya, Wida Yuniati, Wayan Rya, Leo Ibel, Wiramartha dan Anik Widi melalui rekaman suara di ponsel masing – masing dan dikirimkan via WA dan email. Untuk Artwork, Bligungyudha juga menggandeng secara physical distancing Adit Onox untuk goresan penanya dan Oka Rama sebagai background lukisannya. Semua dikirimkan melalui foto ponsel.

“Single perdana Bligungyudha dengan judul Rehat dapat diintip dengar di beberapa platform musik online. Spotify, Itunes, Apple Music, Deezer maupun Youtube Music secara gratis. Rehat adalah kita dan bumi saat ini. Untuk penggalan liriknya dapat dilihat di Instagram.com/bligungyudha. Semoga Pandemi ini cepat berakhir dan kita semua akan kembali sehat,” tutupnya kemudian.

Lirik REHAT

Cipt : Bligungyudha


Kisah 100 tahun terulang

Bagi yang terus berkembang

Tentang kehidupan yang masif

Dengan manusianya yang naif


Lahir besar di dunia

Bagian kecil dari semesta

Merasa raksasa antar sesama

Peradaban tercipta dengan gembira


Kuasa berpindah pada wacana

Raja dan ratu di singgasana

Rakyat ada dan berdaya

Meluaskan dinasti lewati belantara


Kelahiran melonjak

Bumi mengingatkan dengan layak

Namun manusia berevolusi

Darah raja ratu kuatkan transisi


Kisah 100 tahun terulang

Bagi yang terus berkembang

Tentang kehidupan yang masif

Dengan manusianya yang naif


Raja ratu hidup di mana mana

Ego turut serta dibawa jua

Kendali kuasa kendali populasi

Ingin hidup? Dapatkan serum terkini


Zaman perang telah beralih

Bukan dengan senjata yang terlihat sahih

Kita kini masih berperang

Dengan diri sendiri yang kian berang


Suatu hari terdengar suara

Keanehan ganas menggema

Antisipasi yang menggelora

Keputusan mengunci diri membahana


Keramaian dibatalkan

Para pemimpin mencari kesepakatan

Rapat di dunia maya

Penentuan nasib rakyat jelata


Puja bakti dalam hati

Rangkai harap dalam diri yang menyepi


Peradaban yang beristirahat

Manusia yang mencoba bersahabat

Kapankah kita akan kembali sehat

Atau bumi diberi kesempatan rehat

https://www.youtube.com/watch?v=gwEi2Q5d7YY
Tag:
Avatar

tatkala

Related Posts
Esai

KLAKSON

BY Hartanto Juni 20, 2026

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya sedang belajar stir mobil. Sebab, suara klak...

Read More