Belajar Kesetiaan dari Anjing Bali
JANGAN mengaku setia kalau belum pelihara anjing bali. Jangan mengaku pecinta anjing kalau makan daging anjing. Jangan mengaku petugas peternakan kalau kerjanya membunuh anjing sem...
Di balik pandemik covid-19 yang meresahkan warga ada hal indah yang dapat kita syukuri di balik itu semua. Entah itu dapat berkumpul dengan keluarga, beristirahat sejenak dari lelahnya kerja yang tanpa henti, ataupun yang lainnya. Ya, inilah yang kurasakan akhir-akhir ini. Kepulanganku dan juga kakakku mungkin membawa kebahagiaan tersendiri bagi kedua orang tuaku.
Dulu, demi melanjutkan pendidikan, kami rela pergi meninggalkan rumah kesayangan kami. Kakakku yang saat ini duduk di bangku kelas 3 SMA harus tinggal di rumah kerabat ibuku, sedangkan aku sendiri tinggal di sekolah berasrama.
Hari ini aku sangat senang bisa kumpul bersama lagi setelah waktu panjang yang kulalui jauh dari keluarga. Semuannya di rumah tidak bekerja ataupun keluar jauh dari rumah. Rumah yang semulanya sepi hanya ada dua penghuni kini diramaikan dengan kedatangan anak-anak kesayangannya.
Kami menghabiskan waktu kami untuk pergi bertani disawah yang tak jauh dari rumah. Hanya butuh beberapa langkah untuk sampai disana. Hamparan sawah yang luas nan hijau memukau mata dan pandanganku tanpa henti. Tanah gambut hasil cangkul menarik kakiku dari permukaan tanah dan mengajak jari-jari kecilku menari kegirangan.
Satu persatu benih padi kutancapkan ke tanah, lumpur yang melekat ditubuhku seakan memberi isyarat kerinduannya padaku, menyayat pikiran dan membuka memori-memori lama ingatanku. Ingin rasanya aku mengulur waktu lebih lama lagi hingga akhirnya senjapun datang perlahan menenggelamkan sang surya dengan warna kuning telur dan semburat jingga yang menghipnotis semua mata yang memandang.
Kibasan sejuk dahan pepohonan dan ranting yang menari-nari mengiringi setiap langkahku, ditemani semilir angin yang membawa nuansa kedamaian serta ketenangan dihati. Setangkai singkong dan daun sawi hasil panen tadi kubawa pulang kerumah sebagai hidangan makan malam hari ini.
Hingga malam tiba kucium aroma ubi yang direbus, ibupun memanggil kami semua untuk makan malam bersama sambil bercengkrama dan bercerita tentang banyak hal. Canda gurau melepaskan tawa dan mengulur senyum dibibirku. Ku nikmati idahnya kesederhanaan makan malam hari ini. [T]
JANGAN mengaku setia kalau belum pelihara anjing bali. Jangan mengaku pecinta anjing kalau makan daging anjing. Jangan mengaku petugas peternakan kalau kerjanya membunuh anjing sem...
MAHASISWA baru, di mana pun, mau tak mau, akan mengawali “kuliah” dengan melakukan adaptasi dan pengenalan lingkungan kampus. “Kuliah” awal itu di Indonesia biasa disebut Ospek (Or...
TANGGAL tujuh belas Agustus adalah peringatan, perayaan, dan perenungan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Semua orang tahu itu. Pada tanggal 17 Agustus pada setiap tahunnya, sej...
KALAU seseorang dinilai bicara panjang lebar tetapi tak ada isinya, lazimnya orang itu disebut mengumbar omong kosong. Orang macam begini dianggap lebih buruk tinimbang seorang pen...
KAMPUS adalah tempat kaderisasi bagi para pemimpin bangsa dan negara. Di suatu negara kita mengenal adanya pemerintahan, pada umumnya pemerintahan diselenggarakan dan dijalankan ol...
“DENGAN melewati tahapan hidup dari Sudra menuju Wesya, dari Wesya menuju Satria, dari Satria menuju Brahmana, seseorang mencapai Moksha,” guru saya pernah berucap demikian suatu h...
UNTUK yang ketiga kalinya, saya menginjakkan kaki di Desa Mausamang Kiralela di Kecamatan Alor Timur, NTT. Bersahabat lebih dekat dengan desa ini membuat saya kecanduan untuk pergi...
ADA banyak cara merayakan Kemerdekaan. Seperti warga sekitar sungai Tukad Unda, Klungkung. Di situ, suasana 17 Agustus 2016 berbeda dari sebelumnya. Dari jembatan Tukad Unda terben...
Indonesia tanah airku Tanah tumpah darahku Di sanalah aku berdiri Jadi pandu ibuku ……. TIAP kali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya atau mencermati teksnya, saya selalu te...
MUNGKIN banyak yang belum tahu bahwa salah satu putra Buleleng ikut berperan dalam terbentuknya Republik Indonesia. Namanya, Mr. I Gusti Ketut Pudja. Dia menjadi satu-satunya waki...