Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
Kadang saya berpikir sambil duduk memandangi lautan lepas, karna kapal tempat saya bekerja tidak dperbolehkan untuk bersandar. Dibalik kasus virus corona ini ada hikmah tersendiri. Sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. Begitu pula menjaga pola makan dan jenis makanan.
Dan bagi saya pribadi, dengan tidak adanya tamu, pekerjaan sedikit, saya bisa punya waktu dan energi lebih untuk menulis.
Seluruh dunia sekarang sedang dalam situasi genting. Semua sibuk berperang melawan virus yang sampai saat ini telah menelan puluhan ribu jiwa di seluruh dunia. Belum lagi yang terinfeksi. Kejadian luar biasa ini berimbas di segala lini kehidupan. Termasuk melemahnya perekonomian dunia.
Bagi para pekerja kapal pesiar seperi tulisan saya sebelumnya, menjadi sebuah shock therapy mengingat mereka mendapatkan rejeki dari tamu yang notabene sebagian besar berasal dari Amerika Serikat.
Hingga akhirnya pemerintah Amerika memutuskan untuk melarang warganya bepergian menggunakan kapal pesiar sampai batas waktu yang ditentukan yakni 30 hari. Mungkin saja nanti akan diperpanjang apabila keadaan dunia masih belum stabil dan virus corona masih belum menurun intensitasnya.
Dengan tidak adanya tamu, mutlak crew member yang penghasilannya berasal dari tiping tamu, tidak ada lagi pemasukan. Mereka hanya mendapat gaji pokok saja. Begitu juga kemungkinan ke depannya. Pulang itu adalah sudah pasti. Tapi mungkin bertahap. Company juga masih butuh beberapa orang di masing-masing departemen untuk tetap stay di kapal.
Dalam situasi yang seperti ini, pekerjaan sedikit, banyak waktu luang yang bisa digunakan untuk hal-hal yang positif dan menyenangkan. Ada yang berenang, lari sore di jogging track, begitu pula dengan fasilitas-fasilitas lainnya boleh digunakan oleh crew seperti gym, smoking area, swimming pool dan lain-lain.
Diantara semua itu, karena saya lebih senang duduk dan melamun, saya memutuskan untuk kembali menulis setelah sekian lama absen, dalam artian sudah lama saya tidak intens menulis dan menelurkan tulisan.
___
___
Dulu, sebelum bekerja di kapal pesiar, saya masih bisa menulis cerita pendek berbahasa Bali. Beberapa cerita tersebut saya masukkan ke dalam buku Antologi Ling. Kumpulan cerpen mistis kriminalis.
Anehnya, 5 tahun di kapal, saya sama sekali belum menulis cerita tentang kehidupan kapal. Mungkin artikel-artikel yang saya buat di Tatkala ini menjadi momentum pertama saya menuliskan situasi di kapal pesiar dan pertama kal saya menuliskannya ke dalam bahasa Indonesia.
Saat ini, masih ada tabungan ide dan tulisan berbahasa Bali yang akan saya terbitkan nanti. Sambil belajar menulis menggunakan bahasa Indonesia. Karena menurut saya pribadi, ketika sudah terbiasa menulis dengan bahasa Bali, untuk melompat menggunakan bahasa Indonesia agak sulit. Masih terlihat kaku. Semoga nanti terbiasa.
Hari-hari belakangan ini, di kapal, saya menulis apa saja yang saya temui. Belajar menulis di kapal pesiar dan saya sebagai pelaku di dalamnya. Tak bisa dipungkiri, dalam kekhawatiran, kecemasan serta kegentingan akibat adanya virus corona, menulis menjadi sebuah pilihan untuk menuangkan segala perasaan dan hal-hal lain yang telah saya temui.
Banyak hal yang terjadi. Banyak hal pula yang harus ditulis. Semoga saja kesehatan selalu ada dalam diri ini hingga saya bisa tetap menuliskan yang telah berlalu dan situasi saat ini yang selalu berubah tiap detik.
Salam dari samudra. [T]
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...