Puisi-puisi AA Ayu Rahatri Ningrat # 1 Menit Sebelum 12 Malam

AA Ayu Rahatri Ningrat
by AA Ayu Rahatri Ningrat — Maret 22, 2020 in Puisi

Tatkala.co

1 Menit Sebelum 12 Malam


Hari ini aku di kotamu

Tapi tidak untuk bertemu.

Langit abu-abu, mungkin karena sendu


Ceritakan padaku tentang mimpi-mimpi

Tentang bertemunya hati

Ungkapkan nanti, jangan hari ini


Maka datanglah pada bulan seratus, enam, tujuh, atau delapan

Kita bicarakan sejak kapan dan bagaimana

Kita begitu terbuka tapi begitu berbeda

Mungkin angka kita rahasia


(2020)


Nasihat Ibu: Peselatan


Jangan tinggalkan pekarangan

Ini bukan bulan mati

Simpanlah perasaanmu dalam hati

Esok hari adalah masamu menari

Kau bisa pergi kemanapun Sabtu nanti

Namun tidak malam ini


Basuhlah rambutmu lusa hari

Sebab wajahmu mungkin tak jadi milikmu

Atau iris sebatang daun pandan berduri

Lalu selipkan di antara pekat rambut

Maka hilang para penghuni sunyi


Jika pekarangan tak lagi dekat

Kembali pulang sebelum senja hari

Biarkan sunyi menyepi sendiri

Mari melangkah menjauhi tepi

Agar kau selamat sampai disini


Bilamana kesunyian kian mendekat mencari

Sembunyikan wajahmu pada bungbung

Sembari merapal doa di hati

Tetap menyepi menjauhi tepi


Agar tenang hati ibu kali ini


Rindu ini Aku Bawa


Aroma tubuhmu berembus menggores rindu

Tiada lagi rona merah pada matahari

Hari tak mau berganti


Aku mengenang dengan imajinasi gila

Kita pernah bersama

Menembang nada camar

Mengubur benih rasa dalam pasir

Berlayar mencapai teluk harapan


Dan pada akhirnya

Debur memisahkan kita.


Kubiarkan rinduku mengembara, menari bersama angin, entah hinggap di ranting,

melekat pada tanah, atau mungkin mengintip di balik jendelamu. 

Rinduku adalah rindu yang tidak untuk disampaikan.

Rinduku adalah rindu yang dibiarkan menggenang, lalu luruh di mata


(2013)


Jenggala


Jenggala, Aku tak perlu pertemuan

karena berbagi kisah tak selalu dengan pertemuan

Akan kususun satu persatu serpihan bayangmu, yang kadang melukai

Sel-sel imajiku meng-ada-kanmu,

Walau tak me-nyata-kanmu

Tapi kita punya banyak cerita

Tentang wanginya kamboja, nada minor,

dan hijaunya rumput yang menari di jemarimu

Apakah kau ingat tentang pekat di balik jendela?

Kau lukis langit, kuwarnai dengan bintang

Kita juga menggil karena subuh


Jenggala,

Kita adalah fatamorgana

Penghubung kita hanyalah hujan

dan satu-satunya penghalang kita adalah kenyataan


(2013)

Tag: Puisi
Avatar

AA Ayu Rahatri Ningrat

Related Posts
Cerpen

Gabriela

BY Putri Handayani Juli 03, 2016

Cerpen: Putri Handayani   “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...

Read More
Cerpen

Wanita Senja

BY Satia Guna Juni 25, 2016

Cerpen: Satia Guna                Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...

Read More